Penghuni yang Datang ke Mimpiku

Aloha! Salam, untuk semua tanpa terkecuali. Kali ini aku akan membagikan lagi salah satu dari banyaknya pengalaman mistis nyata yang aku alami sendiri saat masih indigo. Oke, langsung saja baca kisahnya dibawah.

Kejadian ini saat aku masih SD. Waktu itu aku main sama teman-teman dilapangan badminton gak jauh dari rumahku. Banyak permainan yang kami mainkan seperti petak-umpet, cengkleng (permainan lompat-lompat didalam kotak-kotak yang dibuat dan ada batu/pecahan genteng sebagai salah satu syarat permainan), kelereng, dan lain-lain. Kami bermain dari pagi sampai tengah hari.

Sekitar jam 9 pagi aku pulang duluan ingin mandi karena gak tahan badanku gatal-gatal kena keringat dan debu. Sesampainya didepan rumah memang terasa agak aneh tapi gak aku pedulikan dan buka kunci langsung masuk. Di dalam rumah gak ada siapa-siapa makanya rumah dikunci. Saat didalam rumah aku berniat gak langsung mandi tapi membuka televisi dulu mencari film kartun dan duduk-duduk untuk menghilangkan capek saat bermain tadi.

Entah kenapa niat itu aku batalkan karena kayak ada sesuatu didalam kamarku dan aku pun langsung pergi kekamar. Aku lihat didalam kamar gak ada orang. Gak lama kemudian dari lantai muncul kayak ada portal hitam berputar dan keluar tangan besar hitam berbulu disusul kepala yang mukanya hitam semua tapi matanya merah terang melotot kearah aku.

Dengan cepat makhluk itu pegang kedua kaki aku sekuat-sekuatnya. Awalnya aku gak bisa apa-apa dan takut. Baru kali ini aku merasa takut. Aku coba untuk gak panik dan beranikan pegang tangan makhluk itu sambil baca Ta’awudz dan Basmalah untuk lepasin pegangannya. Alhamdulillah berhasil dan satu gengganman tangan makhluk itu lepas dan satunya masih pegang kaki aku tapi dalam keadaan melemas. Aku coba untuk menendang dan menggoyangkan kaki dan akhirnya berhasil lepas.

Dengan cepat aku berlari keluar rumah dengan badan penuh keringat dan wajah pucat. Orang-orang diluar keheranan lihat aku lari kayak itu dan ada satu yang tanya ke aku “kamu kenapa? Lari-lari dari rumah kayak lihat hantu saja!?” gak tahu kenapa aku cuma geleng-geleng tanpa menjawab dan orang-orang akhirnya gak lagi ngelihatin aku.

Beberapa menit aku berdiri untuk tenangin diri, mengatur pernafasan. Saat dirasa sudah tenang aku coba masuk lagi kedalam rumah. Dengan hati-hati aku melangkah menuju kamar untuk mastikan makhluk itu masih ada atau sudah hilang. Saat waktu aku periksa kamar, kedua orang tuaku pulang dan aku lihat makhluk tadi sudah hilang dan aku pun bangun dari tidur dengan nafas ngos-ngosan dan keringatan.

Mimpi itu kembali lagi tiga hari berturut-turut tapi dengan skenario yang agak berbeda. Di hari pertama aku hanya dipegang kedua kaki tapi berhasil lolos, dihari kedua badan aku yang dipegang tapi berhasil lolos, dan hari ketiga aku benar-benar sudah ketangkap oleh makhluk itu dan siap untuk dibawa ke dalam portal itu tapi alhamdulillah lagi-lagi berhasil lolos karena ditarik oleh keluarga, tetangga dan orang lain meski cuma kepala dan satu tangan yang masih diluar portal.

Semenjak mimpi itu aku sadar bahwa didalam rumahku ada penghuni yang lain. Memang sebelum kejadian mimpi itu aku pernah melihat langsung sosok itu yang tinggi, besar, berbulu hitam, dan mata merah terang melotot. Pernah juga waktu aku sudah SMP aku bertemu lagi makhluk tersebut saat aku mandi. Dia duduk mengangkat kaki sebelah kanan, tangan kiri pegang telapak kaki kanan, dan tangan kanan memegang rokok hitam yang dihisap sambil melotot kearahku.

Kali ini aku gak takut karena sudah biasa. Sebentar aku hentikan kegiatan mandi dan karena aku merasa risih aku pun ngomong sama dia “sudah deh, jangan ganggu lagi, aku sudah malas lagian juga sudah gak mempan. Kamu maunya apa?” dia pun jawab “*hahaha! Aku datang bukan untuk ganggu kamu meski aku senang ganggu kamu, tapi aku datang untuk menawarkan aku ingin ikut kamu”. Aku jawab “terserah kamu! Aku gak peduli kamu mau ikut aku, jadi bawahan aku atau apalah. Tapi ingat! Jangan sekali-kali masuk/merasuki tubuh aku” dan dia jawab dengan “baik”.

Setelah obrolan kami itu aku gak lagi digangguin lagi karena dia sudah ikut aku dan pengikutku bertambah lagi, *hehe! Perlu diingat, aku gak pernah bertapa, melakukan sesajen, dan merapal ajian-ajian untuk mendapatkan pengikut tapi pure/murni mereka yang datang ke aku dan menawarkan diri bahkan kalau aku berteman dengan orang yang punya “pegangan”, selalu aja “pegangan” temanku itu malahan penasaran dan ingin ikut denganku tapi aku menolak karena teman-temanku sudah susah payah cari mereka. Ini bukan mengada-ada atau pamer kelebihan, toh aku sekarang sudah gak indigo lagi dan “mereka” sudah pada pergi.

Sekian kisahku kali ini. Aku harap pengalaman-pengalaman yang pernah aku tulis di KCH cuma sekedar bacaan untuk mengisi waktu luang para penghuni KCH. Kalau ada salah dalam pengetikan dan makna gak usah diikutin dan maafin aku. Salam untuk semua, tanpa terkecuali!

loading...
loading...
KCH

Mago

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Mago has write 2.797 posts