Penumpang Misterius Pesawat SQ 006

Sebuah pesawat terbang yang menuju ke Los Angeles dari Singapura dengan kode penerbangan SQ 006 mengalami sebuah tragedi yang mengenaskan ketika berada disana. Salah seorang pramugarinya ditemukan terbunuh dalam keadaan terpotong-potong didalam sebuah lemari hotel di Los Angeles. Pembunuhnya merupakan rekan sekerjanya yang berketurunan Eurasia. Lelaki ini kemudian dihukum di penjara Amerika Serikat untuk menebus kejahatannya.

Jasad Pramugari yang tewas itu kemudian dipulangkan ke Singapura dalam penerbangan balik berkode SQ 005. Anehnya, jasad itu dibalut dengan pakaian merah ketika dibawa ke negaranya, persis dengan warna yang dipakai pramugari tersebut ketika menuju ke Los Angeles. Lebih anehnya lagi, ibu dari pramugari itu pun mengenakan balutan pakaian berwarna merah untuk menyambut jasad putrinya. Entah apa maksudnya, tapi dalam kepercayaan di Singapura bahwa orang yang mati dengan pakaian merah akan bangkit untuk menuntut balas atas kematiannya.

31 Oktober 2000, tepat satu tahun setelah kematian pramugari tersebut. Pesawat Boeing 747-4129V-SPK dengan kode penerbangan SQ 006 dari Bandara Internasional Chang Kai Shek di Taipei hendak pulang kembali dinegaranya Singapura. Malangnya, pesawat itu mengalami kecelakaan tragis yang memakan sejumlah korban. Pesawat tersebut merupakan pesawat yang sama dengan yang ditumpangi oleh pramugari malang itu untuk terakhir kalinya. Kebetulan tidak sampai disana, pada saat kecelakaan itu terjadi, hari itu juga bertepatan dengan dibebaskannya pembunuhnya dari penjara.

Melihat rangkaian kejadian memilukan sekaligus menakutkan ini, manajemen dan tim yang menyelidiki kecelakaan yang menimpa pesawat mereka kemudian mengganti kode penerbangan SQ 006 dengan kode SQ 030, begitu juga dengan penerbangan baliknya yang berkode SQ 005 menjadi SQ 029. Hal ini dilakukan setelah mereka melakukan penyelidikan menyeluruh atas penyebab terjadinya kecelakaan itu. Mereka menyebutnya “sesuatu yang mengerikan” dan percaya bahwa kekuatan supranatural yang membuat penerbangan SQ 006 itu bernasib naas.

Namun legenda kadang tidak sejalan dengan fakta yang terungkap. Sebenarnya pramugari yang bernama Chang Yu itu terbunuh pada tanggal 25 Oktober tahun 1995. Dia dibunuh oleh rekannya yang tertangkap di Singapura dimana kemudian dia dikirim ke Amerika Serikat untuk menjalani hukumannya. Lelaki yang tidak disebutkan berdarah Eurasia ini akhirnya diketahui bernama Zaini Jeloni, dan dia dibebaskan setelah menjalani hukumannya pada tanggal 8 Januari 2001.

loading...

Cerita yang mengatakan jasad pramugari yang ditemukan dalam sebuah lemari hotel di Los Angeles dengan keadaan sudah terpotong-potong juga terbantahkan, karena sebenarnya jasadnya ditemukan dalam keadaan tercekik dengan bukti luka-luka yang ada dikepala dan perutnya. Terlepas dari beberapa fakta yang dapat meragukan keberadaan misteri SQ 006 yang telah menjadi urban legend dikalangan orang-orang yang terlibat dalam penerbangan di Singapura, ada beberapa misteri yang masih menyelimuti ketika kecelakaan itu terjadi.

Menurut hasil wawancara orang-orang yang selamat dari kecelakaan di Taipei tersebut, cerita menakutkan keluar dari salah satu pramugari juniornya. Kabarnya ketika menghitung kembali jumlah penumpang di kelasnya masing-masing, dia mendapati seorang penumpang tambahan di kelas ekonomi. Dia bahkan sudah menghitung 5 kali dan memanggil rekannya untuk menghitung ulang, tapi mereka tetap mendapat hasil yang sama yaitu seorang wanita yang tidak seharusnya berada di pesawat itu hadir di salah satu kursi kosongnya.

Ketika pramugari junior itu memberitahukan hal ini kepada kepala pramugarinya, dan mereka bersama-sama menghitung ulang, wanita yang disangkanya penumpang tambahan tadi telah lenyap. Cerita lain datang dari seorang pria yang menjadi pengawas penerbangan pesawat itu yang kebetulan dapat melihat hal-hal gaib, katanya saat berada dipesawat itu dia melihat seorang wanita bolak-balik di dekat sebuah meja di kabin pesawat kelas utama, ketika itu dia tidak menegurnya.

Namun ketika dia hendak menuju ke tempat duduk kelas utama, tak ada tanda-tanda dari wanita itu. Seorang pramugara keturunan Eurasia juga didaftarkan menjadi salah satu korban dari kecelakaan tersebut. Entah kabar ini ada hubungannya dengan tersangka pembunuh Chang Yu yang dikatakan berdarah Eurasia, atau hanyalah rumor yang tidak benar. Urban legend yang mengaitkan kedua peristiwa memilukan dari sebuah maskapai penerbangan ini menjadi hangat dibahas oleh masyarakat internet di Singapura sampai sekarang.

Share This: