Penumpang Mobil Paling Belakang

Hai KCH, selamat malam jumat ya. Saya John, yang sering mempublish cerita kiriman dari kamu semua. Sebelum membaca cerita berjudul penumpang mobil paling belakang, aku cuma mau ingatkan untuk “Jangan Pernah Baca ini Sendirian” dan jangan lupa untuk berdoa terlebih dahulu, karena bisa saja “mereka” juga ingin menemani kamu ketika membaca cerita hantu. Selamat membaca kisahnya, dan semoga kamu suka dengan kisahnya.

Kulihat siang itu, sebuah mobil terjungkir terbalik dijalan. Menabrak pembatas jalan yang membuat kemacetan cukup panjang hingga menahanku untuk beberapa saat menuju Ibu kota. Namaku rian, hari itu aku ditugaskan untuk persentasi di sebuah perusahaan untuk pengajuan konsep yang aku buat di Bandung. Aku berangkat dengan travel, sebuah kecelakaan itu membuat perjalananku agak terlambat namun untung saja aku masih bisa tepat waktu untuk tampil di acara persentasi itu.

Akhirnya aku sampai di Jakarta, aku bertemu klienku dan segera memulai persentasi. Beberapa pujian dan masukan buatku saat itu, dapat membuatku tersenyum. Sampai-sampai aku lupa untuk booking travel menuju kota bandung. Setelah selesai mengobrol sekitar pukul jam 6 sore, aku pun mulai berangkat ke bandung. Dari beberapa travel yang aku hubungi hampir semuanya penuh dan aku pun memutuskan untuk datang ke salah satu shuttle travel menunggu mobil untuk pulang.

Setelah hampir 3 jam menunggu, akhirnya aku mendapatkan tiket untuk keberangkatan pada jam 10:30 malam. Cukup lama aku menunggu namun rasa senang saat persentasiku diterima membuatku tidak bosan menunggu. Setelah beberapa orang berangkat, di shuttle hanya tersisa aku dan seorang wanita yang sedang membaca buku. Aku lihat wajahnya cukup cantik, tak sengaja aku sempat curi-curi pandang dan ketika dia melihatku, aku segera membuang muka.

Sepertinya dia sadar kalo aku memperhatikan nya, dia lanjut lagi membaca buku itu. Aku kembali memperhatikan wajah cantiknya sampai, tak sengaja mataku dan matanya akhirnya saling bertatapan. Aku tak sempat membuang muka, dia melihatku dan tatapan nya agak marah. Dia mencondongkan badan nya sedikit ke depan dan melihat kepadaku. Aku sedikit tidak enak dengan tatapan itu, akhirnya aku membuang mukaku.

Tak lama mobil travel pun datang dan keluar seorang petugas lalu mempersilahkan orang-orang yang menunggu di shuttle untuk segera naik ke dalam mobil. Aku melihat, wanita itu masuk duluan ke dalam mobil. Ketika dia masuk, aku segera menyusulnya dan dia duduk di paling belakang. Aku duduk di jajaran kursi belakang sopir dengan seorang laki-laki dan Warga Negara Asing di sebelahku. Sedangkan kursi di tengah kosong, karena sempit aku berbicara pada sopir “Pak boleh aku pindah ke tengah?” tanyaku pada sopir itu.

Karena tidak ada penumpang lagi, aku pun diperbolehkan pindah. Saat aku pindah, wanita yang duduk paling belakang itu langsung menatapku dengan sinis. “Ye, santai aja kali. Siapa juga yang mau duduk sama loe” dalam hati aku bergumam. Dan akhirnya mobil pun berangkat, mobil melaju dan sudah memasuki jalan tol menuju bandung. Saat itu, aku rasa tubuhku sangatlah lelah namun entah kenapa mataku tidak bisa terpejam.

Akhirnya aku menatap ke arah kondisi jalan, tumben lancar tidak ada kemacetan. Perjalanan pun semakin berlalu, dan kulihat KM sudah memasuki KM 80 tak lama masuk KM 90 dan saat itu tiba-tiba saja ada yang menetes di leherku. Reflek aku menatap ke atas langit-langit mobil, karena gelap tidak terlihat apapun. Aku pun cuek sampai, akhirnya air menetes lagi ke leherku. Mungkin itu adalah air dari AC yang menetes, akhirnya aku bergeser sedikit.

Mataku masih belum bisa terpejam, kulihat dua orang didepanku sudah tertidur bahkan ada yang ngorok dan ketika aku lihat ke belakang. Wanita itu sedang tertidur sambil menunduk, lama-lama mobil travel ini masuk ke rest area dan berhenti disana sejenak. Sopir bilang, kalo ada yang mau ke toilet silahkan turun disini. Dua orang didepanku turun dan begitu juga wanita yang duduk di belakangku.

Aku pun turun, mencoba meregangkan badanku sejenak. Aku lihat wanita itu berjalan bukan masuk ke toilet tapi ke belokan yang lain. Sepertinya di menuju minimarket, hanya sebentar saja sopir dan dua orang itupun sudah kembali. Aku pun masuk ke mobil dan duduk, lalu seseorang mengetuk pintu body mobil yang pertanda mobil siap berangkat. Mobil pun segera mundur dan bersiap berangkat, aku lihat ke belakang dan wanita itu sudah tidak ada dibelakang.

loading...

“Pak, berhenti dulu ada yang ketinggalan satu orang. Itu cewe masih diluar,” kataku pada sopir. Pak sopir pun berhenti dan bertanya balik kepadaku, “Penumpang cewe yang mana?” aku pun segera menjawab “yang duduk dibelakang tadi”. Lanjut pak sopir menjawab, “duduk di belakang? dari tadi juga tidak ada, semenjak dari jakarta hanya ada 3 penumpang dan tidak ada seorang perempuan”. Lalu dua orang di depanku pun mengiyakan, bahwa sejak tadi itu hanya aku dan dua orang itu saja penumpang di dalam mobil travel itu.

Sopir itu hanya tersenyum saja, secara tidak langsung dia memberitahuku bahwa itu bukan manusia. Aku pun langsung pindah ke depan, dan selama perjalanan kami menuju bandung. Kami semua jadi terjaga karena membahas kejadian itu. Singkat cerita, sampailah aku dirumah, aku segera menyimpan tas ku dan ke kamar mandi. Di wastafel aku berkaca sebentar, “Ni apa ya?” ada yang aneh, ada sesuatu yang aneh di leherku.

Aku dekati cermin, terlihat sebuah noda merah kering di leherku. Aku coba memegangnya dan ketika aku cium, bau nya seperti anyir darah. Noda darah yang setengah kering menempel di leherku, berarti yang menetes di dalam mobil travel tadi itu darah. Aku langsung mandi dan berdoa agar tidak terjadi apa-apa. Untungnya esoknya tidak terjadi apa-apa, hanya saja ketika aku tidur. Aku bermimpi melihat sebuah kecelakaan mobil, yang pengendaranya seorang wanita lalu meninggal dunia dengan penuh darah dan meminta tolong padaku.

Tatapan wanita itu, sangat aku ingat. Itulah adalah tatapan wanita yang aku temui saat di travel malam itu. Dan mobil yang aku lihat itu, adalah mobil yang aku lihat saat aku berangkat ke jakarta yang mengalami kecelakaan. Sebuah kebetulan, ataukah memang begitu adanya.

Share This: