Penumpang Motor Misterius

Dear reader, saya mau menceritakan lagi kejadian nyata yang dialami olehku dengan judul penumpang motor misterius. Sebenarnya ini bukan kejadian yang saya alami sendiri. Melainkan pengalaman om saya yang mengalaminya. Kejadian ini om saya alami di daerah Pamulang. Untuk jalannya dan areanya saya sendiri sudah lupa karena kejadian ini sudah cukup lama terjadi. Om saya ini memang tinggal di area Pamulang dan kerja juga di daerah sana.

Bekerja sebagai Head IT di suatu perusahaan membuat beliau memang kerap pulang malam bila masih ada hal yang perlu dikerjakan. Rumah om saya ini memang agak di ujung-ujung Pamulang, yang masih banyak area kosong dan jalanan berbatu. Karena masih jarang penghuninya, perumahan pun juga jarang di situ. Jalan yang dilalui untuk ke kantornya harus melalui jalanan sepi tersebut. Jalanan kosong dan masih banyak pohon rindang. Baru tembus ke jalan raya.

Nah tibalah saat di mana beliau harus pulang malam, saat itu jam 1 pagi baru pulang kantor. Nah sampailah di ujung jalan sepi yang dimaksud ini. Jalanan sepi ini cukup panjang, mungkin sekitar 1 km baru ketemu perumahan om saya ini. Sepanjang jalan ini hanya ada rumah-rumah kecil yang jarang. Sepi sekali. Siang saja sudah termasuk jarang yang lewat, apalagi jam 1 pagi.

Baru beberapa puluh meter om saya melihat sosok perempuan berbaju putih, kira-kira masih usia remaja, sedang berdiri di samping jalan. Lampu jalan waktu itu belum ada, jadi penerangan hanya sebatas dari perumahan warga dan lampu motor saja. Tapi terlihat cukup jelas sosok ini sedang melambaikan tangan nya seakan memanggil. Berhentilah om saya di depan perempuan ini.

Om: Kenapa de?
Perempuan: Om, mau nebeng ya, rumah saya di ujung jalan ini. Saya takut kalo gelap begini.

Om saya gak curiga apa-apa, hanya berfikir kalo takut kenapa juga jam segini masih di luar rumah, minta orang gak dikenal untuk nebeng lagi. Tapi ya mungkin tadi ada urusan yang membuat perempuan ini harus keluar rumah. Ya sudah deh dianterin aja. “Ya sudah de, ayo ikut, sampai ujung aja kan ya”.

“Iya om, makasih ya om.”

Setelah naik, berangkatlah lagi mereka. Dan selama perjalanan perempuan ini memegang bahu om saya sebagai pegangan. Tanpa curiga apapun om saya terus melajukan motornya. Tapi semakin lama, om saya merasa kok bahunya makin berat. Pas om saya cek ke bahunya, ternyata jari tangan perempuan tersebut sangat panjang dan besar. Panjang seperti penggaris 30 Cm. Om saya reflek nge-gas sambil lihat belakang. Tapi perempuan itu sudah menghilang, Namun tangannya masih ada.

Dengan panik om saya menepis tangan itu sampai jatuh sambil masih nge-gas. Masih dalam keadaan panik, om saya melihat ke belakang untuk memastikan sosok itu sudah tidak ada. Tapi ternyata muncul lagi sambil terbang mengikuti, dengan tangan yang buntung, dan sambil tertawa ke om saya. Makin panik dan tetap nge-gas dan gak lihat ke belakang lagi.

Keesokannya om saya mencari tahu apakah ada warga lain yang pernah mengalami, dan apakah pernah ada kejadian sesuatu di daerah sini di dahulu kala. Menurut warga memang beberapa kali ada yang mengalami kejadian serupa, namun beda versi. Ada yang hanya ditampaki, ada yang hanya ditumpangi, tapi ada juga yang ditumpangi hanya kepalanya saja. Tapi kalau sampai ada kontak badan, baru hanya om saya saja.

loading...

Setelah kejadian itu, om saya hingga beberapa waktu kedepan tidak melewati jalan itu lagi. Beliau lebih memilih ambil jalur memutar untuk ke kantor. Baru setelah perumahan dan warga sudah mulai membanyak, dan lampu jalan sudah terpasang, baru mulai berani lagi untuk melewati jalur tersebut. Dan om saya sudah tidak pernah mengalami hal seperti itu lagi. Walaupun konon masih ada saja yang “ditumpangi” oleh sosok itu.

Share This: