Penumpangnya Kuntilanak

Hai, jumpa lagi sama saya nih (gandil). Kali ini saya akan menceritakan kisah teman saya yang bernama nurdin, dan kebetulan saya juga terlibat didalam cerita ini. Cerita ini terjadi saat saya masih tinggal di cibinong dan profesi saya sebagai tukang ojek, dan nurdin adalah teman 1 pangkalan ojek dengan saya. Seperti biasa jam 4 subuh saya sudah keluar ngojek, dan biasanya jam segitu dipangkalan sudah ada 2 rekan ojek saya, sebut aja namanya aji dan kodir.

Saat kami bertiga asik ngopi, ngeroko dan ngobrol dipangkalan kami dikejutkan oleh kedatangan teman kami si nurdin yang lari tergopoh gopoh. Kamipun menanyakan apa yang terjadi dengan dirinya. Setelah agak sedikit tenang nurdin meminta kami bertiga untuk mengantar dan menemaninya ke pinggiran kali beradu untuk mengambil motornya yang dia tinggal disana. Kamipun berempat berangkat kesana, diperjalanan menuju kali beradu si nurdin gak mau cerita kenapa motornya ditinggal dipinggiran kali beradu.

loading...

Setelah sampai dilokasi memang benar motor si nurdin masih ada dengan posisi terjatuh. Nah setelah kami berempat kembali kepangkalan baru deh si nurdin cerita kenapa motornya bisa ditinggal dipinggiran kali beradu. Begini cerita si nurdin, pada jam 2 dinihari dia pulang dari sebuah kafe di setu cikaret dalam kondisi sedikit mabuk. Baru beberapa meter keluar dari kafe dia di stop oleh perempuan dipinggir jalan, dengan naluri sebagai tukang ojek nurdin pun berhenti dan menanyakan ada perlu apa, si perempuan pun menjawab minta di antar ke rumahnya dibelakang perumahan (maaf, saya lupa nama perumahan nya) yang menuju ke kali beradu.

Nurdin pun menurut tanpa berpikir macam macam, dan yang bikin dia bingung kenapa jalanan dibelakang perumahan ini bagus dan jembatan kecilnya pun sudah di aspal, karena setau dia jalanan ini rusak parah, banyak batu dan berlubang. Tibalah si nurdin ke rumah si perempuan tadi yang lokasinya persis dipinggiran kali, rumah itu masih bilik bambu. Setelah turun dari motor, si penumpang tersebut masuk kedalam rumah sembari berpesan kepada si nurdin untuk menunggu sebentar.

Setelah 10 menit menunggu, nurdin pun mulai gelisah dan gak sabar, dan nurdin pun mengetuk ngetuk rumah itu, tapi sekian lama diketuk gak ada juga jawaban dari dalam. Nurdin pun akhirnya memberanikan diri untuk mengintip dari celah celah dinding yang terbuat dari bilik bambu. Alangkah kagetnya nurdin saat apa yang dia lihat ternyata sesosok kuntilanak dengan posisi persis menghadap ke mata si nurdin yang lagi ngintip.

Tanpa pikir panjang si nurdin dengan penuh kepanikan mencoba menghidupkan motornya untuk kabur, tapi dasar memang sial tuh motor gak mau hidup, nurdin pun lari meninggalkan motornya yang sembari diiringi tawa si kuntilanak dari dalam rumah itu. Nah dipelarian si nurdin ini dia juga dibuat bingung oleh jalan yang tadi bagus sekarang malah rusak penuh batu dan berlubang, jembatan yang tadi bagus sudah diaspal sekarang malah cuma 2 potong batang pohon kelapa.

Share This: