Penunggu Hutan Alas Purwo Bagian 2

Sebelumnya penunggu hutan alas purwo. Aris merasa pusing dengan jawaban-jawaban aneh dari Sigit itu. Dia lalu meninggalkan Sigit dan memutuskan untuk berunding dengan anggota keluarga yang lain. Namun semenjak kejadian itu tingkah laku Sigit semakin aneh dan menjadi-jadi. Kini dia bahkan mirip orang gila karena tingkah lakunya tersebut. Sampai akhirnya diputuskan untuk memanggil pak Puguh, seorang tua yang dikenal mampu menyembuhkan orang yang kesurupan.

Dari hasil pengamatan pak Puguh ternyata memang benar Sigit selama ini menjalani hubungan dengan makhluk halus dari golongan genderuwo. Genderuwo perempuan itu juga jatuh cinta kepada Sigit dan mengikuti kemanapun dia pergi. Namun hal ini tak disadari oleh Sigit.

Bagi Sigit, Radni adalah gadis desa dari sebuah desa di pinggir Alas Purwo yang kawin lari dengan Sigit karena hubungan mereka tidak disetujui oleh orang tua Radni. Kini rupanya Radni berniat pulang ke Alas Purwo namun Sigit tak bersedia dan akhirnya yang terjadi seperti ini.

Mendengar penuturan tentang Sigit tersebut, Adi tidak merasa heran kalau hal itu terjadi pada Sigit. Baginya Alas Purwo menyimpan seribu kegaiban dan seribu keanehan yang tidak akan pernah habis untuk ditelaah. Kini rombongan itu dengan membawa Sigit bergerak menuju ke gua istana yang ada di Alas Purwo. Sesampai disana pak Puguh dengan salah seorang muridnya memandikan Sigit dengan air kembang yang telah disiapkan.

Sigit yang seolah tak mengerti dengan apa yang terjadi tidak menggubris apa yang dilakukan oleh orang-orang padanya. Sementara Adi sendiri turut membantu ritual yang dilakukan oleh pak Puguh. Setelah sekian lama bersemedi tampak pak Puguh membuka matanya. Dia memandang Aris serta kerabat Sigit.

“Rupanya sulit untuk melepaskan Sigit dari ikatan cintanya dengan Radni” tuturnya.
“Sebetulnya apa yang terjadi, pak Puguh?” tanya Aris dengan berdebar-debar melihat hasil semedi pak Puguh.

“Bagi orang awam, Alas Purwo ini cuma merupakan hutan yang lebat dan penuh dengan binatang buas. Namun tidak dalam pandangan batin, Alas Purwo merupakan keraton makhluk halus yang bermacam-macam. Berjenis-jenis penunggu makhluk halus menghuni tempat ini. Ada kuntilanak, banaspati, jin, ilu-ilu bahkan genderuwo. Bukankah demikian mas Adi?” toleh pak Puguh kepada Adi.

“Benar apa yang dikatakan oleh pak Puguh. Saya selaku penjaga hutan disini sering menjumpai keanehan yang tak masuk akal. Makanya tak jarang orang bilang kalau Alas Purwo ini gudang makhluk halus” jawab Adi membenarkan ucapan pak Puguh.

Pak Puguh lalu meneruskan ceritanya. Menurut dia, karena keputusasaanya waktu bersemedi dulu, secara tak sadar Sigit telah masuk kedalam alam makhluk halus. Di sanalah dia berkenalan dengan Radni. Genderuwo perempuan ini rupanya juga mempunyai perasaan yang sama dengan Sigit. Namun karena Sigit tidak mau tinggal di alam Radni, akhirnya mereka kembali ke kota asal Sigit. Dan Radni tetap mendampingi Sigit. Dan yang tak tetap disadari Sigit, Radni adalah seorang genderuwo. Sampai akhirnya setelah bertahun-tahun Radni merasa tidak betah dan ingin kembali ke alamnya sendiri. Dan hal ini rupanya tidak bisa diterima oleh Sigit.

“Lalu seterusnya bagaimana pak Puguh?” tanya Aris.
“Hal ini saya kembalikan lagi pada sanak keluarga Sigit”.
“Maksud pak Puguh?” Aris merasa bingung.

“Cinta Sigit sudah terlanjur mendalam dan sulit dilepaskan. Bisa saja saya menghilangkan perasaannya terhadap Radni, namun yang terjadi akal pikiran Sigit tidak akan mampu berfungsi dengan normal. Selanjutnya dia akan menjadi tidak waras” jelas pak Puguh.

“Apakah tidak ada pilihan lain pak?”.
“Ada, tapi ini juga berat dan dianggap tak masuk akal” jawab pak Puguh sambil menatap ke arah Sigit yang kini tertawa sendiri.
“Rad, aku menyusulmu di kampung” guman Sigit seorang diri.

Semua orang merasa prihatin dengan apa yang terjadi pada Sigit. Namun akhirnya kebekuan itu terputus dengan ucapan pak Puguh.

“Kita biarkan Sigit hidup bersama Radni di alam Radni”.
“Apa? Maksud pak Puguh bagaimana?” kejar Aris tanpa bisa menutupi rasa keingintahuannya yang besar.
“Dia akan kajiman atau berubah menjadi makhluk halus sebagaimana halnya dengan Radni” jelas pak Puguh.
“Tidak, aku tidak rela adikku jadi genderuwo” tegas Aris.

loading...

Dia merasa bingung dengan apa yang terjadi. Tapi Aris sendiri juga tidak tega melihat apa yang terjadi pada Sigit kali ini. Akhirnya setelah berpikir panjang, Aris memutuskan untuk membiarkan apa yang menjadi keinginan Sigit terwujud, kalau memang mereka berdua sudah saling mencintai. Pak Puguh pun lantas melanjutkan ritualnya. Dia menatap mata Sigit dengan tajam dan membuatnya tertidur seakan tidak tahu apa yang terjadi.

Kemudian tubuh yang terlelap itu dibungkusnya dengan kain mori hitam yang telah dipersiapkan. Sejenak nyala menyan memenuhi segenap ruangan yang ada di gua tersebut. Tak berapa lama bau menyan itu bercampur dengan bau singkong bakar yang memenuhi ruangan. “Genderuwo perempuan itu sudah datang” tunjuk pak Puguh pada sudut ruangan yang kini penuh dengan asap putih yang entah darimana asalnya.

Gumpalan asap putih itu menumpuk dan akhirnya berwujud seseorang tubuh. Aris melihat sosok perempuan yang cantik dengan memakai baju hitam-hitam tampak berjalan ke arah tubuh Sigit yang terbungkus mori. Sementara Adi yang sudah terbiasa melihat wujud makhluk halus yang ada di Alas Purwo bisa mengetahui wujud asli dari Radni. Tampak sosok perempuan bertubuh tinggi besar penuh bulu dengan hanya memakai *cawat.

Sesosok genderuwo yang bernama Radni itu semakin mendekat ke arah Sigit terbaring. Pak Puguh tampak mengucapkan seuatu seperti pesan kepada Radni. Dan dia tampak mengangguk-angguk mengiyakan pesan tersebut. Radni kemudian masuk menembus ke dalam mori tempat Sigit berbaring. Setelah beberapa saat, pak Puguh membuka mori tersebut. Ajaib! Tubuh Sigit sudah tidak tampak. Demikian pula Radni.

“Mereka berdua sudah kajiman dan masuk kedalam alam makhluk halus” papar pak Puguh. Aris cuma terdiam lesu menyaksikan apa yang telah terjadi. Sementara Adi kembali merenung, sekali lagi dia menyaksikan gaibnya hutan Alas Purwo yang tidak akan pernah berakhir sampai kapanpun.

Ira Sulistiowati

Ira Sulistiowati

Jalani hidup ini penuh dengan tawakal.

All post by:

Ira Sulistiowati has write 55 posts