Penunggu Rumah Kosong

Ini adalah kisahku yang berjudul penunggu rumah kosong, namaku rian permana dan aku tinggal di bogor, teman-temanku biasa memanggil aku dengan sebutan rian. Waktu itu tanggal 23 juni tahun 2014, aku janjian dengan temanku hamid bahwa aku akan ke rumahnya untuk mengisi hari libur. Kebetulan tanggal itu adalah hari libur, aku pun langsung on the way ke rumahnya.

Aku pergi kesana menggunakan motor berwarna merah karena rumah temanku itu cukup jauh dan harus melewati hutan ditambah lagi sebuah rumah kosong. Kata temanku, di rumah kosong itu banyak penunggunya, tapi terpaksa aku harus melewati rumah kosong itu karena itu jalan satu-satunya, bila lewat jalan kampung tetangga perjalanannya akan lebih lama.

30 menit aku lalui dan akhirnya aku melewati rumah kosong itu, tapi aneh motorku mendadak mati, ketika aku periksa ternyata motorku habis bensin, seketika itu aku langsung panik. Akhirnya aku mendorong motorku dengan rasa takut sambil melihat ke rumah kosong itu. Tanpa sengaja aku melihat sesosok bayangan seperti asap berwarna hitam pekat dengan mata yang merah, aku pun langsung lari sambil mendorong motorku.

Setelah lelah mendorong motor hampir 30 menit, akhirnya aku menemukan pom bensin, aku langsung mengisi full bensin motorku karena takut kehabisan bensin lagi. Aku pun langsung melanjutkan perjalanan. Tak terasa kurang lebih 1 jam, akhirnya aku sampai di rumah temanku dan aku bercerita kepadanya hal yang baru saja terjadi.

Dia hanya tertawa tak percaya ceritaku, dengan sedikit kesal aku langsung menunjukan rumah itu lalu mengajaknya ke rumah kosong tersebut. 1 jam 30 menit kami melakukan perjalanan dan akhirnya sampai di rumah kosong itu, ketika baru saja turun dari motor hawa dingin langsung melintas, tapi sepertinya temanku tidak merasakan apa-apa.

loading...

Dia langsung mengajak aku masuk ke rumah kosong tersebut. Di dalam rumah itu banyak sekali barang-barang antik, aku seperti merasakan ada sesuatu yang memperhatikanku. Benar saja ada yang memperhatikanku, bayangan tadi melihatku dengan matanya yang merah. Aku langsung menyuruh temanku untuk melihat ke arah bayangan itu, dan temanku langsung panik sambil lari menuju pintu. Tapi pintu itu tiba tiba terkunci.

Kami berdua tambah panik, benda-benda yang ada di ruangan itu bergerak sendiri tanpa ada yang menggerakannya. Kami tambah takut, terpaksa kami menendang pintu rumah itu sampai rusak, kami pun langsung keluar dan langsung pergi menjauh dan kembali rumah temanku. Di rumah temanku, aku sangat ketakutan begitu juga hamid yang mukanya menjadi pucat.

Kami diam tak berkutik dan tak berkata apa-apa karena rasa takut masih ada. Akhirnya aku langsung pulang lewat jalan tikus menghindari jalan yang melewati rumah kosong itu. 2 jam aku menempuh perjalanan dan akhirnya tiba di rumah ku. Aku merasa ada yang mengikutiku, benar saja ada bayangan di rumah kosong tadi yang mengikutiku sampai ke rumah. Aku langsung lemas, lalu pergi ke arah pintu dan langsung masuk ke kamar, sambil mengunci pintu dan langsung tidur tanpa memikirkan apapun, aku pun tertidur.

KCH

Rian Permana

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Rian Permana has write 2,691 posts