Penunggu Sekolahku

Ini adalah kisahku ketika aku masih kelas 7 SMP. Namaku Rian Permana, aku tinggal di Bogor, teman-temanku biasa memanggilku rian. Waktu itu, aku dan temanku akan pergi ke sekolah seperti biasa, hari senin. Seperti biasa, aku menjemput dia memakai motor matic, yang berwarna hijau. Setelah datang ke rumahnya dan minta ijin ke orang tuanya, kami langsung berangkat bersama menuju ke sekolah.

Setelah sampai di sekolah, aku memarkirkan motorku di tempat parkir dekat mushola. Selesai parkir, aku langsung masuk ke kelasku, tapi hari ini sepi sekali di sekolah padahal kan hari senin. Mungkin masih terlalu pagi, masih pukul 6 pagi. Pantas saja mereka belum pada datang. Sambil aku menunggu teman-teman yang lain, aku menggambar di buku gambarku.

Awalnya sih gak ada yang aneh-aneh, tapi lama-kelamaan kayak ada yang mengikuti aku menggambar juga, eh benar saja ada anak lain juga yang lagi menggambar, di pojok dekat Tihang. Aku cuek saja, sambil memperhatikan dia. Ketika aku tengok mau pinjam pensil warna, tiba-tiba anak itu menghilang entah ke mana.

Aku langsung panik, dan pergi ke kelas temanku. Kebetulan kelas temanku itu dekat, cuma di samping. Di kelas temanku, aku curhat sama dia dan dia malah tertawa-tawa *ngakak kagak jelas. Aku ajakin saja dia ke dalam kelasku. Belum juga masuk kelas, 5 meter di luar kelas, aku sama teman mendengar suara kuntilanak lagi ketawa.

Aku sama teman sangat panik, langsung berlari ke kelasnya. 30 menit kemudian, teman sekelas aku pada datang, tapi kok mereka gak takut ya? Ah bodo amat dah cuek saja. Bel masuk pun berbunyi, saat belajar aku gak konsen, dan seperti ada yang berbisik ke arah telingaku. Aku menyalahkan temanku, dia malah menggerutu.

Aku bertanya kepada dia, apa dia juga dengar suara? dan Dia jawab tidak. Aku makin takut di tambah merinding. Akhirnya aku langsung meminta ijin ke toilet untuk buang air. Setelah selesai dan ketika aku mau keluar dari toilet. Tiba-tiba kran air menyala sendiri. Spontan aku langsung lari terbirit-birit. Di kelas wajahku sudah pucat, dan aku pun diam tidak berbicara apapun.

Bel istirahat pun berbunyi, seperti biasa aku gak ke bawah karena malas mengantri. Eh tau-tau temanku sudah pada ke bawah. Di kelas cuma ada aku saja, aku sih cuek saja, tapi di saat suara ketawa kuntilanaknya terdengar kembali. Aku langsung panik, dan bergegas lari ke bawah. Bel masuk pun berbunyi, pelajarannya sekarang TIK (Komputer).

Aku langsung ke Lab komputer. Di situ, aku bukannya mengerjakan tugas, tapi malah main game Point Blank (PB). Sampai akhirnya aku di omelin oleh guru. Tapi saat aku baru masuk mau login, komputer langsung mati semua, terus nyala kembali dalam beberapa detik kemudian. Aku yang panik, tau-taunya aku gak bisa gerak, gak bisa ngomong lalu sesaat kemudian ada seorang anak tadi duduk di samping.

loading...

Aku pengen baca doa tapi kagak bisa ngomong. Dia malah ketawa sambil tersenyum menyeringai kepadaku. Tiba-tiba mukanya jadi seram, mukanya hancur, matanya merah, di kepalanya seperti ada bekas bacokan. Aku hanya bisa terdiam sambil membaca doa dalam hati dan tiba-tiba dia menghilang dengan sendirinya. Aku langsung lari keluar dari ruangan dan di luar aku cerita kepada teman-temanku.

Tapi mereka gak ada yang percaya, bel pergantian pun akhirnya berbunyi. Aku cerita saja sama satpam yang ada di depan gerbang, ternyata benar, di sekolah ini memang ada penunggunya dan itu kata pak satpam yang namanya rizky. Dia meninggal gara-gara ikut tawuran tapi kepalanya kena bacok oleh golok sama celurit. Pantas saja kepalanya seperti ada bekas bacokan. Bel berbunyi 3 kali, tandanya sudah pulang, aku langsung pulang ke rumah bersama temanku. Sekian ceritaku terima kasih sudah membaca.

KCH

Rian Permana

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Rian Permana has write 2,691 posts