Penunggu Toilet Sekolah

Hai semua. Nama saya Eric. Ini adalah tulisan saya yang ke-2. Saya ingin menceritakan pengalaman saya sewaktu masih zaman SMP. Saat itu masih tahun 2003 an. Ketika itu saya memiliki seorang teman yang tinggal di perumahan yang sama dengan saya bernama Tommy. Tommy memiliki kelebihan bisa melihat makhluk-makhluk astral.

Namun menurutnya hanya sampai di level “orang biasa”. Tidak dapat melihat sampai yang bentuknya aneh-aneh. Saya yang tidak memiliki kelebihan itu sehingga setiap mendengar ceritanya pasti semakin penasaran seperti apa bentuknya, auranya, energinya dan sebagainya. Dan kami berdua pun menjadi sering “hunting”. Bukan untuk menantang, tapi hanya untuk mengobati rasa penasaran.

Nah singkat cerita saya bersekolah di salah satu sekolah swasta daerah Jakarta Timur. Dan dari beberapa sumber sekolah saya ini memang cukup angker. Banyak yang sudah memiliki pengalaman-pengalaman mistis di sekolah ini. Dari satpam, murid, hingga gurupun pernah mengalaminya. Yang paling sering menampakan diri adalah sosok perempuan. Dari kejadian ini saya punya rencana untuk mengajak Tommy untuk “hunting” di sekolah pada suatu hari. Diapun menyetujuinya. Nice!!.

Sekolah ini bersebelahan dengan rumah ibadah. Makanya pintu utama sekolah kerap buka hingga malam karena selalu dipakai untuk parkiran tambahan rumah ibadah ini. Nah dari situlah kesempatan saya. Saya bertiga menuju sekolah ini juga dengan teman satu sekolah saya bernama Dennis. Dennis juga tidak punya indera ke-6 tapi juga memiliki ketertarikan yang sama dengan saya. Dunia lain.

Hanya berbekal senter dan kamera dari handphone dengan kualitas masih VGA, kami menelusuri sekolah dari satu ruangan ke ruangan lainnya. Ternyata memang walaupun sekolah itu setiap harinya ramai dengan siswa/i. Tetapi kalau sudah malam suasananya benar-benar berbeda. Lebih gelap (iya lah, malam namanya juga), lebih sepi, dan jelas, lebih mencekam. Kami terus menelusuri ruangan demi ruangan.

Dari awal saya tidak bercerita banyak mengenai penampakan di sekolah ini dengan Tommy. Biar dia yang nanti cerita sendiri. Sekalian mencari tahu apakah yang dia lihat sesuai dengan kabar yang selama ini beredar? Nah hingga akhirnya kita sampai di ujung lorong. Toilet. Saya peribadi merasa lebih ciut karena saya sudah mendengar cerita sebelumnya bahwa perempuan ini banyak menampakkan wujudnya di toilet ini. Entah sugesti atau bukan, saya merasa udara tiba-tiba jadi lebih dingin.

Posisi kami berjejer bertiga dengan Tommy di tengah-tengah saya dan Dennis. Hingga tiba-tiba sewaktu kami sudah tepat di depan toilet wanita, Tommy tiba-tiba berhenti. Pandangannya lurus ke dalam jejeran bilik toilet wanita dengan muka seperti sedang menatap ke salah satu bilik. Saya mencoba mengikuti arah pandangannya. Pandangannya tertuju ke salah satu bilik yang ternyata. Astaga, ada rambut panjang tergulai dari atas pintu salah satu bilik yang tertutup.

Kita bertiga hanya bisa diam ketakutan sambil hanya bisa memandang rambut itu. Setelah sekitar ada 3 menitan kita terdiam, tiba-tiba pintu bilik itu terbuka sendiri seperti didobrak pelan. Tanpa ba-bi-bu kita bertiga langsung lari dan tidak melihat ke belakang lagi. Kita lari sampai rumah ibadah yang saat itu memang tidak ramai karena memang tidak ada upacara keagamaan. Namun ada beberapa orang termasuk satpam dan itu sudah membuat kami lebih tenang.

loading...

Di situ Tommy menceritakan apa yang dia lihat. Sebenarnya dia merasakan ada cukup banyak penunggu di sana. Tetapi “mereka” seperti malu-malu untuk menampakkan dirinya. Jadi hanya terlihat sekelebat-sekelebat saja. Hingga dia mendengar ada suara perempuan. Yang terus memanggil-manggil seperti “sini” dan “ayo” dan arahnya memang dari arah toilet. Nah setelah saat di mana pintu toilet yang sempat terbuka tiba-tiba itu, saya pribadi tidak ingat penampakannya karena sudah terlalu takut dan langsung kabur tanpa melihat isi bilik tersebut.

Ternyata Tommy sempat melihat sesaat. Perempuan, berbaju putih, dan posisinya mengambang dan menempel di pintu, kepalanya miring karena rambutnya semua keluar dari celah atas pintu. Dan “dia” tersenyum. Namun ada satu benang merah dari apa yang Tommy lihat dengan apa yang saya dengar selama ini. Lehernya ada luka robek. Dengan darah yang terus mengalir. Di situ saya semakin merinding.

Karena cerita yang selama ini saya dengar dari warga sekitar. Dulu memang pernah ada pembunuhan di sekolah ini. Perempuan (entah bekas siswi sini, atau warga yang pernah tinggal di sini sebelum sekolah ini dibangun), yang hamil di luar nikah, dan sedang perang mulut dengan pacarnya yang tidak mau bertanggung jawab. Sehingga pacarnya itu membunuh perempuan ini dengan cara menggorok lehernya. Dan kejadian itu, berada tepat di toilet wanita di sekolah saya.

Share This: