Penyampaian Pesan Kuntilanak

Assalammualaikum wr, wb. Hai readers, aku Mei. Baru kali ini ngepost cerita dengan judul penyampaian pesan kuntilanak, jadi mohon maaf kalau jelek atau rangkaian katanya berantakan. Oke cukup perkenalannya, sekarang aku mau cerita apa yang aku alami saat umurku 17 tahun tepatnya kelas 2 SMA, entah kenapa saat umur 17 tahun ini aku sering sekali diganggu oleh mereka makhluk-makhluk halus disekitar rumahku, jadi rumahku itu berada di tengah kota Tegal, ekspektasinya pasti daerah rumah yang ramai but no dengan suasana daerah tempatku tinggal.

Rumah disekitar rumahku kosong hanya ada 1 rumah tetangga dan rumahku yang terisi yang lainnya kosong dan kosongnya rumah sekitarku bisa dibilang dari aku TK (karena dulu aku suka main ke daerah itu). *Yap bisa dibayangkan betapa sunyinya daerahku ditambah ada lapangan kecil yang terkenal angker dan diduga ada siluman ular disitu, but aku sendiri nyaman saja dengan suasana disana walau banyak gangguan.

Nah aku mau menceritakan salah satu pengalamanku yang berinteraksi dengan mba kuntilanak penunggu pohon mangga yang ada dihalaman depan rumahku. Ceritanya pohon mangga didepan rumahku itu akarnya menjalar sampai ke ubin latar depan rumah dan merusak ubin rumahku jadi ditebang dan dimusnahkanlah pohon mangga tersebut di siang hari. Malam harinya aku bermain tangkap-tangkapan bola dengan adikku yang masih berumur 7 tahun diruang keluarga (ruang keluargaku dekat dengan pintu masuk rumah).

Nah saat itu bola yang harusnya aku tangkap meleset dan menggelinding ke pintu rumah (keadaan pintu tertutup ya). Waktu aku ambil bola itu aku mendengar suara cewek nangis tepat didepan pintu rumahku, aku pertama gak yakin terus saat aku dengarin lagi dan itu benar suara cewek nangis. Siapa juga yang menangis depan pintu coba, apa lagi dari tadi sepi gak ada orang buka gerbang rumah. Seketika itu aku langsung ngacir (lari) kepada ibuku dan adikku pun bertanya.

“Kenapa mba?”.
“Ada cewek menangis didepan rumah” jawabku.

Mamaku pun langsung nyuruh kita bertiga tidur dan karena penyakit asma mamaku lagi kambuh, jadi mamaku tidur dikamarku yang gak pake AC, aku tidur dikamar ibuku yang letaknya didepan samping ruang tamu. Nah dikamar mamaku ini ada jendela yang langsung menghadap halaman depan rumah karena kejadian tadi jadi langsung aku tutup dan aku nyalakan televisi, lalu lama kelamaan aku tertidur juga.

Nah ini nih ceritanya yang buat aku merinding. Di mimpiku aku melihat rumahku dan waktu aku lihat sekeliling rumahku gelap semua gak ada penerangan kecuali penerangan dari rumahku, saat aku perhatikan rumah, perhatianku tertuju pada pojok halaman rumah atau lebih tepatnya didekat pohon mangga yang sudah mati. Di situ aku lihat ada sosok penampakan mba kuntilanak lagi melototin aku dan mukanya super pucat dan super nyeramin, aku kaget dan saat mau lari tanganku ditahan sama mba kuntilanak dan kukunya itu hitam panjang gitu.

Aku jerit dan bilang “mau kamu apa setan?”.
Terus dia jawab “mana rumahku? Mana? Kenapa dibakar?”

Sambil muka marah bin nyeramin dan cengkraman ditanganku makin erat. Aku disitu mikir, rumah? Rumah yang mana sih? Atau jangan-jangan pohon mangganya. Aku langsung merinding dan berontak dan dia jerit gitu terus ngomong.

“Balikin rumahku! Aku mau dimana lagi hah!”

Karena takut aku cuma nangis dan beranikan diri buat aku jawab.

“Ini rumahku! Kamu cari lagi saja! Gak usah ganggu aku”.

Terus aku kebangun dan saat kebangun sudah ada mamaku yang katanya saat aku tidur itu, aku jerit-jerit gitu. Aku cerita deh kepada mamaku, nah kata mamaku mungkin disampaikan pesan karena kita sudah tebang dan matiin pohon mangganya dan akhirnya mamaku bilang kepadaku waktu itu teman mamaku yang orang pintar bilang katanya aku memang sebenarnya peka dan bisa lihat hanya saja karena aku gak terlalu peduli jadi ya mungkin cuma bisa ngerasain mereka dan jadi bahan penyampaian pesan mereka lewat mimpi.

Gak sampai situ sih kejadian ini berulangkali terjadi. Setelah cerita pohon mangga didepan halaman rumahku ditebang dan mba kuntilanak hilang eh ada cerita yang sama terulang lagi sewaktu tetangga depan rumahku yang orangnya jarang tinggal disitu karena dia tinggal di Jakarta datang, rumah tetanggaku itu ditempatin kalau saat liburan keluarga saja jadi setiap harinya kosong dan dihalaman rumah tetanggaku itu banyak pohon mangga dan ada satu pohon yang besar dan tinggi banget.

Nah disaat itu tetanggaku juga tebang pohon depan halamannya dan kalian tahu? Malamnya aku di mimpikan mba kuntilanak yang dulu pernah protes rumahnya ditebang kepadaku, muka persis, suara persis dan protesnya persis. Sejak saat itu aku jadi sering banget dengar mba kuntilanaknya ketawa-ketiwi gak jelas.

Sekian ceritaku, oh ya ini nyata yang aku alami dan maaf kalau ceritanya kurang seram dan kosa-katanya berantakan banget. Makasih untuk admin yang sudah bantu aku register. Salam dari Mei. Thanks for reading my story.
Instagram: @Meydinatys

loading...
Maymei

Maymei

Seorang mahasiswi nyasar jurusan dimana suka banget di gangguin sama makhluk kasat mata dan selalu di jadika bahan penyampaian pesan mereka. Selalu asma kalau mereka ganggu ataupun merhatiin. (BUKAN INDIGO) tapi selalu merasakan kehadiran mereka.
Penyuka cerita mistis horor dan hobi menulis dan membaca.
Arigatou ……

All post by:

Maymei has write 3 posts

Please vote Penyampaian Pesan Kuntilanak
Penyampaian Pesan Kuntilanak
Rate this post