Peramal di Stasiun Kereta Api

Minggu lalu saya bekerja hingga larut dan sedang menunggu untuk kereta terakhir menuju rumahku, biasanya saya menggunakan mobil tapi hari itu kebetulan tidak. Ketika sampai di stasiun di daerahku, saya segera berjalan pulang dan ketika itu saya mengenali teman lama saya beserta istri dan anak-anaknya sedang berkumpul di sebuah sudut di stasiun tersebut.

Penasaran, saya mendekat untuk melihat apa yang mereka lakukan disana dan menemukan sebuah kursi yang diduduki oleh seorang pria tua berpakaian masinis kereta api dengan sebuah meja di depannya. Saya melihat istrinya sedang bercakap-cakap serius dengan pria tua tadi. Di belakangnya, berdiri temanku dan dua anaknya disamping.

Saya mencoba memulai percakapan dengan teman lamaku ini. “Hi, apa yang kamu lakukan disini? Lama tak bertemu, ada apa dengannya?” Seraya menunjuk pria tua dihadapan mereka. Temanku itu diam saja begitu juga anak-anaknya, tak ada satu pun yang menjawab. Apa yang salah dengan mereka? Saya sedikit tersinggung, tapi memutuskan untuk menunggu dekat sana sebentar.

Anak-anaknya mengenakan seragam sekolah yang kukenal, itu merupakan seragam milik sekolah yang berada dekat sini. Percakapan istrinya dan pria tua itu sangat serius dan sepertinya berlangsung lama. Saya menunggu sekitar lima belas menit, lalu menangkap mungkin ini sebuah sesi ramalan nasib. Pria tua itu seorang peramal dan istri temanku itu sedang menanyakan nasibnya. Tapi peramal dengan pakaian masinis terasa cukup aneh menurutku. Tapi apa yang mereka bicarakan?.

loading...

Tak ada yang dapat mencegahku untuk menguping, dan saya mendengar percakapan mereka “Apakah itu tak dapat dihindari?” wanita itu bertanya. “Ya, itu sudah takdir.” yang langsung dibalas peramal itu.

“Apakah itu tak dapat dihindari?”.
“Ya, itu sudah takdir”.
“Apakah itu tak dapat dihindari?”.
“Ya, itu sudah takdir”.

Kenapa mereka tetap mengulang-ulang percakapan mereka? Ada yang salah dengan situasi ini menurutku. Perasaan saya tak karuan bercampur dengan rasa takut. Saya memutuskan untuk segera pulang dan ketika berbalik, teman dan anak-anaknya yang tadi di dekatku sekejap menghilang, belum sempat saya terkejut karena hal itu penerangan di stasiun padam seketika dan seluruh ruangan menjadi gelap.

Saya lalu menoleh kembali ke tempat istrinya dan peramal tadi berada, perasaan saya makin kacau mendapati ternyata mereka juga telah menghilang, begitu juga dengan meja dan kursinya. Saya langsung berlari ke rumah, dan ingin menjauh dari tempat itu secepat mungkin. Beberapa minggu kemudian saya terkejut membaca sebuah berita di koran harian lokal, tentang kejadian tabrakan sebuah mobil dengan kereta api semalam yang terjadi di rel dekat stasiun dan menewaskan masinis kereta api itu beserta sebuah keluarga dengan dua orang anaknya.

Berita itu berada di suatu kolom kecil di koran itu, di sana tertulis nama-nama korban termasuk temanku beserta keluarganya yang kemarin kutemui, di mana mereka tinggal dan anak-anak mereka yang bersekolah didekat stasiun tersebut. Menyedihkan sekaligus menakutkan menurutku.

loading...