Perguruan Tinggi Berhantu

Namaku Edi, aku adalah seorang mahasiswa di sebuah Perguruan Tinggi Negri (PTN). Kost ku persis berada di sebelah kampus dan menghadap ke arah jalan. Bahkan kalo aku membuka pintu kamar kost pemandangan yang terlihat adalah bangunan kampus ku. Aku tidak pernah punya firasat kalo hal ini ternyata membawaku ke sebuah peristiwa yang menyeramkan.

Ini adalah pengalamanku melihat hantu wanita, lebih tepatnya hantu wanita berbaju merah yang katanya sudah sering muncul di kampus. Ada yang melihatnya di kelas dan ada juga yang melihatnya di kamar mandi. Tapi aku belum pernah melihatnya langsung, sampai pada hari itu. Aku ingat sekali saat itu sore hari, matahari sudah hampir terbenam. Aku naik ke lantai 4 dan mengambil pakaian yang sudah ku jemur pada siang hari.

Lantai 4 bangunan kost ini tidak memiliki atap dan dinding. Selain itu lantai 4 ini juga sering digunakan oleh orang-orang yang berada di kost ini untuk nongkrong, karena dari sini kita bisa melihat pemandangan dari segala arah penjuru. Namun malam itu dilantai 4 hanya ada aku sendiri. Matahari senja di kala itu sangat menyilaukan, aku mengangkat pakaianku sampai tiba-tiba aku melihat ada seorang berada di seberang kost ku ini. Seseorang itu berada di gedung kampusku, orang itu terlihat berada di lorong kampus yang 1 tingkat berada dibawah kost.

Lorong itu dikelilingi tembok setinggi pinggang, sehingga aku bisa melihat sosoknya. Itu adalah seorang wanita dan wanita itu berpakaian serba merah. Aku tidak bisa melihat wajahnya karena wanita itu memunggungiku. Yang aku lihat wanita itu sedang menyisir rambutnya yang kelihatan basah dengan tangannya.

Dia menyisirnya dengan perlahan-lahan, wanita itu hanya sendirian disana. Sebenarnya aku bisa saja berteriak menegurnya karena jarak kami cukup dekat. Tapi aku tidak mau melakukannya, aku pun turun ke lantai 3 pada saat itu aku tidak merasa ada sesuatu yang aneh. Namun kejadian itu terulang lagi, ketika aku sedang mengerjakan tugas kelompok. ada 2 orang temanku yang mengerjakan tugas ini, setelah 2 jam mengerjakan aku mulai merasa jenuh.

Aku pun keluar dari kamar, aku berdiri sambil menghirup udara dan melihat pemandangan dari depan kamar kost ku. Kebetulan didepan kamar kost aku langsung bisa melihat lorong kampus. Ketika aku sedang menatap kosong tiba-tiba dari sudut mata aku sempat melihat sesuatu yang berwarna merah. Disaat aku lihat, aku melihat seorang wanita. Dia terlihat berada di lorong yang sama seperti aku lihat kemarin. Dengan pakaian serba merah dan lagi-lagi sedang menyisir rambutnya dengan tangannya.

Aku merasa aneh sekarang, Jam segini kampus pasti sudah di kunci. Pikiranku dipenuhi oleh pertanyaan-pertanyaan, aku pun langsung memanggil kedua temanku. “Bro, sini lihat itu tuh ada cewek berpakaian baju merah” ucapku kepada mereka. Ternyata mereka berdua juga melihatnya dan ketika kami bertiga sedang melihatnya tiba-tiba kepala wanita itu bergerak seperti akan melihat kepada kami.

loading...

Karena merasa akan ketahuan, kami reflek menunduk dan bersembunyi. Setelah cukup lama, aku mengangkat kepalaku sedikit dan bermaksud ingin melihat wanita itu lagi. Astaga, sekarang dia sudah melihat ke arah kami dan aku hampir bisa melihat wajahnya. Wajahnya putih pucat dan sekeliling matanya dipenuhi lingkaran hitam.

Aku berteriak dan terjatuh dilantai, kedua temanku ini lari terbirit-birit ketakutan sambil berteriak. Mereka meninggalkanku sendirian, aku masih terduduk di balkon dan ketika aku lihat lagi wanita itu sudah tidak ada dan lorong itu kembali kosong. Aku segera memanggil temanku yang ternyata mereka sudah berada di lantai 1 setelah mengobrol akhirnya kami bertiga melanjutkan mengerjakan tugas di kost salah satu temanku. Aku pun saat itu tidak berani pulang ke kost dan menginap di kost an temanku itu.

Esok harinya aku menceritakan hantu wanita berbaju merah ini di kampus. Aku juga menceritakan kepada Gusti, dia adalah sahabat karibku. Mendengar cerita ku, gusti malah tertantang untuk membuktikan keberadaan hantu wanita itu. Dia memotong ceritaku dan pergi menghilang, tak lama dia datang lagi kepadaku.

“Gw sudah ajak Beni sama Rian, besok malam kita diam di kampus ini untuk melihat itu hantu. Lu mau ikut gak?” tanya gusti kepadaku. Saat itu aku juga dilema, antara takut tapi aku juga penasaran. Akhirnya aku memutuskan untuk ikut dengan catatan kalo lewat dari jam 12 malam hantu itu tidak muncul aku akan pulang. Malam itu pun tiba, Gusti membawa perlengkapan untuk merekam hantu dan aku hanya membawa kitab suci.

Entah kenapa aku membawanya, mungkin pikirku saat itu ingin jaga-jaga jika terjadi sesuatu. Kami memberikan uang kepada penjaga kampus dan akhirnya kami pun bisa masuk. Penjaga kampus itu bilang, agar kami hati-hati. Kami pun naik ke lantai 3 dan berjalan ke lorong tempat aku melihat hantu wanita itu. Kami duduk disana, setelah beberapa menit kami mulai bermain kartu dan membuka makanan kecil.

Saat itu sudah jam 10.30 malam dan tidak terjadi apa-apa namun jujur saat itu aku merasa sangat ketakutan. Aku merasa tegang, namun aku coba fokus pada bermain agar keteganganku hilang. Aku juga melihat wajah beni dan rian juga terlihat tegang namun mereka masih bisa tertawa. Gusti melihat ke seluruh penjuru lorong.

Waktu pun berlalu sampai aku lihat jam 12 malam. Perlahan bulu kuduk mulai berdiri, kami mulai menjelajahi seisi lantai perguruan tinggi ini. Sekitar jam 12 lewat, gusti mulai merasa jenuh karena dia tidak menemukan apa-apa. Kami pun akhirnya menunggu sebentar lagi sebelum pulang. Ketika itu tiba-tiba saja terdengar suara cicitan anak ayam. Suara itu terdengar berulang-ulang dan semakin lama suara itu semakin jelas terdengar dan semakin lama suara itu semakin jelas, suara itu adalah suara tertawa perempuan.

Tiba-tiba salah satu temanku menunjuk ke sebuah pohon yang ada diluar kampus kami dan hantu wanita itu berada di salah satu dahan pohon itu. Dia duduk dengan kaki menjulur ke bawah sambil menggerak-gerakan kakinya. Wanita itu memakai pakaian merah panjang dan kainnya menjulur sampai ke bawah. Matanya melotot ke arah kami, bibirnya tersenyum menyeringai ke arah kami sambil terus tertawa cekikikan.

Kami semua berlari sekencang-kencangnya sampai akhirnya keluar dari tempat perguruan tinggi ini. Setelah sampai diluar, akhirnya kami semua percaya kalo hantu wanita berbaju merah itu ada. Karena kejadian itu aku tidak berani untuk tidur sendirian di kost an. Esok harinya kami semua mendapat demam tinggi, aku memutuskan pulang ke jakarta untuk istirahat.

Setelah kejadian itu aku langsung pindah kost an. Aku juga tidak mau melewati kampus itu sendirian ketika hari menjelang malam yang jelas sampai sekarang hantu wanita berbaju merah itu masih ada dikampusku dan katanya dia tidak akan pernah hilang. Dan akan terus menjadi penghuni di perguruan tinggi negri ini.

Share This: