Peristiwa Masa Lalu

Namaku Mey, aku pernah mengalami kejadian menyeramkan tentang kembali kepada peristiwa masa lalu, ketika aku sedang mencari alamat perumahan dosen untuk bertanya tentang judul skripsi terbaru dan cara membuat skripsi yang benar. Aku adalah mahasiswi tingkat akhir, karena deadline sudah semakin dekat jadi aku rela mendatangi dosenku kerumahnya. Saat itu waktu sudah menunjukan jam 10.00 malam ketika aku mengeluarkan mobil dan berangkat dari kost ku.

Memang ini merupakan waktu yang terlalu larut untuk melakukan bimbingan namun dosen pembimbingku sendiri yang memintaku menemuinya di atas jam 10.00 malam. Karena sebelumnya dosenku mengajar kelas malam di universitas yang lain. Aku belum pernah ke rumah dimana dosenku itu berada, aku bukanlah orang asli bandung. Aku hanya mengandalkan alamat yang dikirim dosenku melalui SMS. Jadi baru ditengah jalan, aku menyadari kalo aku akan menghabiskan waktu yang lama untuk mencari sang dosen.

Apa yang ku perkirakan benar terjadi, aku memakan waktu yang lama mencari alamatnya. Sudah tiga kali masuk perumahan yang berbeda dan hasilnya nihil, aku juga sempat bertanya pada satpam dan kepada sekelompok orang yang sedang nongkrong didepan warung. Tampaknya rumah sang dosen masih jauh, karena mereka tidak mengenali alamatnya. Aku pun hanya berputar-putar di jalan utama yang banyak ruko sudah tutup.

Sepertinya sudah lebih dari lima kali aku berputar-putar hanya ada satu atau dua toko yang masih buka saat itu, mobilpun sangat sedikit yang lewat. Aku melihat jam, sudah hampir jam 11.00 malam. Aku pun menekan kadar gengsi dan mencoba menelpon sang dosen dengan alasan nyasar, dosenku pun menerima permintaan maafku dengan santai dan menjelaskan alamatnya lebih rinci. Ternyata aku sempat salah belok sebelum di perempatan jalan. Aku pun langsung berputar arah dan menuju ke tempat jalurku tadi.

Namun sesuatu yang aneh terjadi ketika aku telah membelokan mobilku. Aku seperti berada di daerah yang beda sama sekali dengan yang tadi. Jalanan menjadi sangat gelap dan sepi, cahaya hanya berasal dari lampu mobilku. Aku melihat ke kiri dan ke kanan terlihat bangunan-bangunan yang bermodel tua. Namun tampak masih baru, banyak papan bertuliskan huruf china yang menempel pada bangunan tersebut.

Aku melihat ke spion dan semua yang kulihat sudah berubah total. Ruko yang baru saja ku lewati sudah berubah menjadi toko klontong kuno, aku pun mengecilkan tape dan memperlambat laju mobilku. Aku kebingungan dan mencoba menelpon sang dosen, mendadak tidak ada sinyal. Aku membuka kaca jendela dan mengarahkan ponselku keluar untuk mencari sinyal. Tiba-tiba didepanku ada suara ribut, seperti ada suara orang berlarian.

Aku pun memasang lampu jauh, aku terkejut ada banyak sekali orang yang sedang berlari ke arahku. Mereka juga membawa obor, aku langsung mengerem mobilku. Aku ketakutan dan langsung menutup kaca jendela sambil mengunci pintu mobil. Orang-orang itu semakin mendekat ke arahku hingga akhirnya, aku dapat melihat mereka dengan lebih jelas. Mereka bukanlah orang indonesia, mereka adalah warga negara asing. Kulit mereka putih dan rambut mereka pirang, banyak diantara mereka membawa obor yang dililiti minyak.

Yang aneh, mereka memakai baju tentara. Dipaling belakang rombongan mereka ada satu truk tronton besar. Mereka beserta truk tronton itu pun melewatiku dan terlihat seperti tidak acuh terhadap kehadiran mobilku. Tapi beberapa orang dari mereka sepertinya melihatku, mata mereka melotot ke arahku. Aku langsung ketakutan dan menyalakan mobilku sambil memandang ke belakang. Hingga akhirnya para tentara itupun menghilang ditengah kegelapan.

Aku kembali melihat ke arah depan, dan baru kusadari ada asap yang membumbung tinggi dilangit. Tidak jauh dari posisiku, aku mendengar suara minta tolong. Lalu aku kembali menghentikan mobilku, aku sempat ingin membuka pintu dan keluar. Namun muncul pikiran logisku mencegahku untuk melakukannya. Aku hanya melihat dari arah depan, namun tidak terlihat apa-apa melainkan kegelapan.

Tiba-tiba suara minta tolong itu semakin keras, suaranya berat dan menyeramkan. Tiba-tiba saja terdengar ketukan kencang disebelah jendela kiri mobilku. Aku spontan langsung menengok, ya ampun ada seorang pria yang terbakar dan memukul-mukul mobilku dengan keras. Pria itu memakai piyama tidur, dan dari wajahnya sepertinya dia adalah orang keturunan china.

Ternyata dialah yang meminta tolong kepadaku, aku melihat baru sedikit bagian badan yang terbakar jari kuku dan kedua tangannya. Aku bingung dan sangat ketakutan, aku ingin keluar dan menolongnya namun aku hanya terdiam di kursi mobil tidak bisa berbuat apa-apa. Anehnya tidak ada warga yang keluar untuk menolongnya, jalanan tetap sepi dan gelap. Cahaya pun hanya berasal dari mobilku, ditambah dengan sebuah titik api dari kejauhan yang tadinya hanya berupa asap.

Kini dia berteriak meminta tolong lebih kencang dan memukul-mukul mobilku dengan sangat keras. Lalu seketika api sudah menjalar ke tubuh dan mukanya, namun dia masih berteriak minta tolong dan memukul kaca mobil kiriku. Aku sangat ketakutan dan menjalankan mobil kedepan, aku melihat ke spion dan pria yang terbakar itu berusaha mengejarku dengan berjalan tergopoh-gopoh.

Karena ketakutan aku mengalihkan pandanganku dari spion ke depan, sambil mempercepat laju mobilku. Ketika aku melihat kembali ke kaca spion. Sosok pria yang terbakar itu tidak ada, aku pun menengok ke belakang dan memang pria itu sudah menghilang. Aku pun merasa lega, sekaligus merasa bersalah karena membiarkannya seperti itu. Namun ketika aku melihat kembali ke depan, tiba-tiba pria itu sudah berada beberapa meter didepan mobilku.

loading...

Dia melotot dengan sangat marah kepadaku, saat itulah aku baru sadar. Bahwa aku sedang bukan berurusan dengan manusia melainkan roh halus. Aku spontan membanting stir dan hampir menabrak sebuah restoran china. Karena rem mendadak, kepalaku pun membanting stir dengan keras. Dan hanya itulah yang bisa aku ingat. Aku terbangun di mobil, kepalaku sakit sekali. Aku memegang kepalaku dan sepertinya ada bengkak di jidatku.

Aku melihat sekitar, hari masih gelap. Aku melihat jam dan kaget karena jam menunjukan angka 11.05, aku mulai melihat sekitarku secara detail. Semua bangunan-bangunan model tua dan toko klontong sudah hilang berganti dengan ruko-ruko seperti semula. Tiba-tiba ada sebuah motor yang melintas dari belakangku dan melintas melewatiku dengan suara bising. Aku pun tersadar kalo aku berada ditempat persis sebelum aku belok di perempatan tadi.

Aku mulai mengingat kembali apa yang terjadi dan mulai merinding. Aku menyalakan mobilku dan mengumpulkan keberanian untuk kembali belok di perempatan itu namun ternyata tidak terjadi apa-apa. Setelah beberapa menit, aku pun tiba di rumah dosen pembimbingku. Sang dosen terkejut melihat mukaku yang pucat. Jidatku yang memar, dia menyangka aku habis berkelahi.

Dia memanggil istrinya dan menyuruh menyiapkan teh hangat untuk ku. Aku pun menceritakan apa yang tadi aku alami, dia sempat terdiam sambil meminum teh nya. Kemudian dia menceritakan sejarah peristiwa masa lalu di daerah pecinan ini. Dulu saat kejadian Bandung Lautan Api di tahun 1946 kios disebuah pasar yang ada didaerah ini dibakar oleh para tentara belanda.

Ternyata saat itu ada seorang warga yang sedang tidur di kios tersebut dan terlambat melarikan diri, akhirnya terbakar sampai hangus. Aku hanya terdiam pada cerita tersebut, dosen pembimbingku lanjut menceritakan mitos. Jika ada seseorang yang berputar mengelilingi daerah tersebut beberapa kali dimalam hari, dia akan bisa melihat kembali peristiwa masa lalu tentang pembakaran tersebut.

Sayangnya, aku tidak ingat berapa kali aku sudah memutar daerah tersebut. Karena aku sempat mencoba melakukannya lagi beberapa bulan yang lalu ramai-ramai dengan temanku. Aku tidak dapat masuk kembali kepada peristiwa masa lalu pembakaran itu.

Share This: