Perjanjian Leluhur

Assalamualaikum pembaca, kembali Rana ingin menceritakan pengalaman nyata yang aku alami. Cerita ini berawal saat seorang teman mengajak aku melakukan camping, dan malam itu aku meluncur kerumahnya. Disana sudah ada beberapa teman yang juga memiliki hobby yang sama, malam itu ingin membahas tujuan kemana kita akan melakukan kemah.

Ada 2 alternatif tapi akhirnya kita memilih pulau sempu di sumbermanjing, Malang Selatan. Karena sudah malam akhirnya aku pulang untuk memulai besok menyiapkan segalanya sesuai tugas masing-masing. Saat pulang aku melihat sesosok nyai tua di pertigaan rumah. Aku cuma aku pikir itu adalah si embahnya tetangga aku. Tapi semakin malam aku semakin memikirkan sosok tersebut, tapi karena lelah akhirnya aku tertidur.

loading...

Keesokan harinya aku terbangun dan mulai menyiapkan apa yang sudah ditugaskan buat aku, yaitu menyiapkan logistik dibantu reni teman aku akhirnya kita berbelanja keperluan logistik. Reni terlihat murung lalu aku bertanya ada apa ren? Ternyata neneknya dikampung sedang sakit tapi karena nanti sore kita berangkat jadi dia tidak ikut orang tuanya untuk kerumah neneknya.

Sore itu kita berangkat dan sampai di Sendang Biru sudah hampir pukul 19.00 jadi berangkat ke pulau sempunya besok pagi, diantar pak kurdi pemilik perahu dan untuk malam ini kita tidur dirumah pak kurdi. “Pulau sempu we are coming” seru temanku, reni masih saja murung karena dia mendengar kabar neneknya makin kritis dan lebih parah lagi reni seperti melihat neneknya di pulau sempu.

Karena penasaran aku pun bertanya pada reni, “apa you punya foto nenek kamu?” Dia memperlihatkan dan astaghfirullah aku kaget ini kan nyai yang ketemu aku waktu pulang dari rumah temanku semalam. Aku hanya diam cuma bisa bilang ke Reni, “ayo kita bersama kirim nenek kamu bacaan Al-Fatihah moga segera sembuh”. Di pulau sempu jadwal kita adalah 5 hari tapi karena melihat kondisi reni yang 2 malam ini selalu gelisah maka kita semua memutuskan pulang lebih awal.

Saat dipasar bantur aku terkejut melihat sosok nenek reni ada diseberang jalan melambai tangan dengan tersenyum dan ternyata reni juga melihatnya. Tak selang berapa lama ponsel reni berdering mengabarkan bahwa neneknya sudah berpulang “innalillahi wa innalillahirojiun”. Akhirnya kita langsung mengantar reni kerumah neneknya di Gondanglegi dan kita sekalian takziah sebagai bentuk belasungkawa.

Ada rahasia tersembunyi dari nenek Reni yaitu dia pada sangat menyayangi reni dan ternyata Reni mendapat warisan pusaka-pusaka milik neneknya yang pada saat tertentu harus mengadakan beberapa ritual, itulah yang membuat reni gelisah karena secara hati reni tidak menginginkan tapi mau bagaimana lagi. Semua itu adalah tradisi dan sudah perjanjian leluhur untuk selalu diwariskan. Maaf jika cerita saya tidak menyeramkan tapi itu nyata bahwa ada hal-hal gaib yang mana kita tidak maupun masih bisa terikat karena semua perjanjian yang dilakukan oleh leluhur kita.

KCH

Rana

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Rana has write 2,670 posts