Perkajum

Selamat tengah malam penggemar KCH, berjumpa lagi dengan saya nur mifta, oke cuy kali ini saya akan menceritakan kisahku yang berjudul perkajum (perkemahan kamis-jumat), kisah ini masih melibatkan rozikin, entah kenapa setiap kalau aku apes gara-gara hal gaib dia selalu ada disitu jangan-jangan penyebabnya dia kali ya cuy? Ah sudahlah itu gak penting.

Kita langsung ke cerita saja, aku dan rozikin adalah salah satu anggota di organisasi kepramukaan yang di bawah naungan TNI AD, yang biasa di sebut Saka Wira Kartika walau pun kita beda satuan rozikin anggota pramuka di koramil 17 sedangkan aku anggota pramuka di koramil 16, tapi setiap ada kegiatan kita saling membantu seperti kali ini, aku dan tim DKS (dewan kerja saka) memutuskan buat ngadain kegiatan perkajum untuk pemantapan materi dan pengambilan bagi anggota baru.

Hari selasa sepulang sekolah kita briefing tentang apa saja yang perlu di siapkan waktu kemah nanti, briefing kita mulai pukul 2 siang, setelah beberapa menit menunggu anak-anak kumpul, aku dan rozikn mutusin buat survei lokasi jelam (jerit malam) di tambah base camp buat di gunakan nanti waktu kegiatan.

A: Aku
R: Rozikin

A: ayo dol survei tempat jelam di tambah base camp saja yang disini biar di urus anak-anak DKS lain.
R: ayo dol, jelamnya dimana?
A: jelam rencana kita jalan dari koramil naik ke perbukitan di atas air terjun nglirip dol, base camp entar kita ada di pinggir sungai lugung dol.
R: oke, ayo gas dol.

A: bentar tak ngambil motor (kali ini aku pakai motor sendiri cuy buat naik perbukitan).
R: oke dol, aku tunggu di depan.
A: ayo dol naik.
R: oke (dalam perjalanan seperti biasa kita ngobrol ngalor-ngidul kagak jelas, 10 menit perjalanan kita sampai di pos 1, aku jelaskan ke rozikin kalau nanti waktu jelam kita bagi jadi 5 pos yang harus peserta lalui).

Pos 1 aman tanpa ada masalah apa-apa terus kita tandai pakai cat pilox, kita kasih tanda berupa angka 16. Kita lanjut lagi ke pos 2, di pos 2 juga aman-aman saja, dan waktu perjalanan ke pos 3 agak mulai aneh karena disitu ada kuburan bayi yang terkenal sangat angker. Suasana di situ jadi agak sunyi di tambah menyeramkan, apa lagi kita di hutan kanan-kiri pepohonan yang rimbun dan sepi.

Kita jalan terus kagak memperdulikan kuburan itu, tapi sebelum melanjutkan ke pos 3 kita kasih tanda x di jalan yang mengarah ke kuburan. Setelah itu kita lanjut lagi ke pos 3, kita agak susah menentukan pos 3 karena nyari tempat yang agak luas karena di pos 3 nanti kita bakalan ngasih materi PBB. Beberapa menit putarin lokasi akhirnya kita dapat tempat yang cocok.

Lanjut lagi ke pos 4, di pos 4 aman nggak ada kendala apa-apa lanjut ke pos 5, juga aman. Kita lanjut lagi kali ini kita turun dari perbukitan kita menyeberang jalan raya buat masuk jalur jelam selanjutnya, yaitu di jalur ini peserta harus menyeberangi sungai. Kita parkir motor di atas dekat pepohonan besar yang ada di pinggir sungai, kita turun ke sungai buat nyari aliran air yang dangkal supaya peserta lebih mudah saat menyeberang.

Saat lagi sibuk menata batu-batuan buat pijakan kaki, tiba-tiba ada suara *kresek-kresek di atas pohon. Aku menoleh ke atas pohon tapi nggak ada apa-apa, angin juga nggak ada. Dalam hati (k*mpr*t mulai usil penunggunya).
A : dol penunggunya agak usil, gimana kita kerjain?
R : ayo dol langsung saja.

Waktu aku menoleh ke kanan ternyata si penunggu sungai itu sudah berdiri di depanku menggunakan baju kebaya di tambah selendang, kayak kerajaan gitu terus di sebelahnya ada orang gede banget, di belakangnya juga banyak makhluk aneh, ada genderuwo juga disitu, wajah penunggu itu kelihatan keberatan atas kehadiranku dan rozikin disitu.

P: *Penunaku
A: Aku
R: Rozikin

P: mau apa kalian di sini?
A: aku mau bikin kegiatan jelam, tolong waktu jelam peserta yang lewat sini jangan di ganggu.
P: ini daerahku, kalian nggak punya hak buat ngatur-ngatur, aku bakalan tetap mengganggu mereka, aku akan tenggelamkan mereka, agar mereka jadi temanku disini (sambil cekikikan).

R: dol ini kalau di paksa, mungkin saja dia mau tapi mereka itu licik dol, mereka nggak bisa di percaya.
A: iya sih dol, ya sudah kita batalkan saja jalur ini.
R: iya dol, mending kita ke tempat base camp saja, disana perlu di bersihin dol.
A: iya dol.

Kita kembali ke tempat parkir motor terus lanjut perjalanan ke tempat yang bakalan di jadikan base camp besok. 5 menit perjalanan kita sampai di tempat base camp, disitu kita membersihkan rumput dan tumbuhan yang hidup liar, waktu lagi sibuk membersihkan rumput tiba-tiba ada kakek yang berdiri di depan rozikin. Kakek itu berpakaian serba putih dengan rambut panjang dan jenggot panjang yang juga putih.

Dia juga membawa tongkat kayu, aku baru ingat kalau kemarin aku di suruh minta ijin dulu kalau mau menggunakan tempat itu jadi base camp. Jangan-jangan orang ini penunggu tempat ini pikirku, aku dan rozikin langsung minta ijin buat menggunakan tempat itu, dan kakek itu memperbolehkannya. Sebelum kakek itu menghilang dia minta tolong buat membersihkan makamnya yang sudah lama terlupakan.

Aku dan rozikin langsung membersihkan makam kakek itu, makam itu sangat memprihatinkan. Makamnya penuh di tutupi daun yang kering hingga menutupi seluruh makam, sehabis membersihkan makamnya kita mendoakannya dahulu. Setelah semua selesai kita balik ke koramil lagi, briefing di koramil juga sudah selesai anak-anak ada yang sudah pulang, ada juga yang masih nongkrong di depan koramil.

Aku dan rozikin ikut nongkrong dulu, kita pesan kopi dan gorengan di warung pinggir koramil, jam 18.15 kita pulang seperti biasa di jalan kita bercanda-canda, sampai di sebuah jembatan tiba-tiba bulu kudukku merinding, Aku tanya ke rozikin apa dia juga merinding? Dia bilang iya, perasaanku jadi nggak enak.

Aku tengak-tengok ke kanan-kiri ternyata di pinggir jembatan itu ada sosok pocong dengan wajah hancur dan mata yang hitam sedang berdiri di pinggir pohon pisang. Aku diam saja nggak ngomong-ngomong ke rozikin, aku pura-pura nggak melihat itu pocong, dengan berdoa di dalam hati semoga itu pocong menghilang. Oke cukup disini dulu besok kita sambung lagi di part 2 karena ini jari sudah capek mengetik. Selanjutnya baca di perkajum part 2.

loading...
KCH

nur mifta

Sekedar kembali mengingatkan. “Jangan pernah baca ini sendirian” :)

All post by:

nur mifta has write 2,703 posts

Please vote Perkajum
Perkajum
Rate this post