Perlawanan Sengit Hantu Nenek Tua Bagian 2

Sebelumnya perlawanan sengit hantu nenk tua. “*Ting, ting, ting” suara kuku panjang yang di ketukan ke sebuah pagar besi. Dengan perlahan aku dan om keriting melihat ke arah pagar yang berada tidak jauh di belakang tempat kami duduk. Tapi aku lihat tidak ada apa-apa di pagar besi itu. Tidak lama setelah itu turun gerimis hujan.

Om: mau hujan La, ayo kita pulang.
Aku: iya om.

Aku dan om keriting bergegas naik sepeda motor lalu meninggalkan taman itu. Namun di perjalanan hujannya semakin deras sehingga om keriting menghentikan laju sepeda motornya di pinggir jalan.

Om: kita berteduh di sana La.
Aku: iya.

Kami bergegas turun dari sepeda motor lalu lari ke depan sebuah kios yang sudah tutup untuk berteduh. Di depan kios tempat kami berteduh aku melihat ada seorang bapak yang sedang duduk di sebuah kursi panjang. Bapak itu memakai baju kemeja berwarna putih dan celana panjang berwarna hitam. Karena hujannya lama banget akhirnya om keriting mengajak aku untuk duduk.

Om: maaf pak permisi boleh kami numpang duduk?
Bapak: oh iya dik, silahkan.

Dengan tersenyum bapak itu sedikit menggeser duduknya. Setelah om keriting duduk di samping bapak itu aku pun langsung ikut duduk di samping om keriting.

loading...

Om: bapak yang punya kios ini? (Tanya om sama bapak itu).

Tapi aku tidak mendengar ada jawaban dari bapak itu. Karena merasa aneh aku pun menoleh ke arah bapak itu. Tapi ternyata bapak itu sudah tidak terlihat di tempat dia duduk.

Aku: om. (Ucapku yang langsung memegang baju om keriting).

Aku sangat takut karena tiba-tiba saja bapak tadi menghilang.

Om: sebaiknya kita cari tempat berteduh lagi La.

“*Sreek” suara pintu koridor kios yang sedikit terbuka. Aku merasa sedikit lega karena aku pikir pasti orang yang punya kios mau keluar. Tapi ternyata yang keluar dari pintu kios itu hanya sepotong kepala manusia. Kepala itu menggelinding di lantai lalu berhenti dengan wajah menghadap ke arahku. Mata sepotong kepala yang terpejam perlahan terbuka lalu menatap aku dengan tajam.

Om: ayo La kita harus pergi.

Om keriting langsung memegang tanganku lalu mengajak aku berlari ke arah sepeda motor. Di bawah guyuran hujan yang deras kami secepatnya pergi meninggalkan kios itu. To be continue perlawanan sengit hantu nenek tua bagian 3.

Keriting

Keriting

Lala & keriting .
Terimakasih sudah baca tulisan sederhana kami.
meski tidak seram aku harap bisa menghantui yang lagi sendiri dan terlarut sepi.
(^•^)
wassalam wr wb

All post by:

Keriting has write 28 posts

Please vote Perlawanan Sengit Hantu Nenek Tua Bagian 2
Perlawanan Sengit Hantu Nenek Tua Bagian 2
4.5 (90%) 2 votes