Perlawanan Sengit Hantu Nenek Tua Bagian 5

Sebelumnya perlawanan sengit hantu nenek tua bagian 4. Aku hanya bisa berdiri terdiam sambil memegang gelas. Sosok hantu katak perempuan ini melumuri rasa takut di dalam hati dan pikiranku. “*Terkr, terkr, terkr” suara pisau dapur yang bergerak bergetar. Dengan perlahan mataku melirik ke arah pisau dapur yang ada di atas meja. Pisau itu tiba-tiba melayang ke atas dengan ujung mata pisau yang tajam menghadap ke arahku.

Tidak lama setelah itu pisaunya melesat dengan sangat cepat ke arahku. Seketika aku langsung melepaskan gelas yang aku pegang dan menutup wajahku dengan kedua telapak tangan. Entah apa yang terjadi. “Apakah aku masih hidup? Apakah pisau itu sudah menusukku?” pertanyaan itu terus terucap dalam hati. Tapi aku tidak mendengar suara gelas yang baru saja aku lepaskan dari pegangan tanganku itu terjatuh ke lantai.

loading...

“Ting, ting, ting” suara yang sudah sangat sering aku dengar. Saat aku membuka mata ternyata ujung pisau dapur yang tajam itu sudah berada tepat di depan wajahku. Ada tangan keriput berkuku panjang yang menahan laju pisau itu. “*Hi-hi-hi, pergilah nak, temui om kamu” ucap hantu nenek tua yang sudah menyelamatkan aku dari tusukan pisau dapur yang tajam.

Perlahan-lahan aku mulai menggerakan kaki untuk melangkah. Dengan pelan aku melangkah mundur dan bersamaan dengan itu “*krincing, krincing, krincing” suara sendok garpu yang bergerak bergetar. “Sriink” ada tiga garpu yang melayang ke atas. Ujung garpu itu menghadap ke arahku lalu kemudian melesat dengan sangat cepat.

“*Tubh, tubh, tubh” ujung ketiga garpu menembus pintu dapur. Pintu dapur yang tiba-tiba saja tertutup sendiri. Pasti hantu nenek tua itu yang melakukannya. Lagi-lagi hantu nenek tua menyelamatkan aku. Tapi kenapa hantu nenek tua itu menyelamatkanku.

“Jangan ikut campur nenek tua” ucap hantu katak perempuan.
“*Hi-hi-hi, kau jangan buat gaduh di rumah ini katak busuk, *hi-hi-hi” ucap hantu nenek tua.

Aku mendengar percakapan mereka di dalam dapur. Tapi aku tidak bisa melihat kedua hantu itu karena pintu dapur sudah tertutup. Yang jelas sekarang aku harus segera menemui om keriting. Saat aku berbalik badan. To be continue.

Keriting

Keriting

Lala & keriting .
Terimakasih sudah baca tulisan sederhana kami.
meski tidak seram aku harap bisa menghantui yang lagi sendiri dan terlarut sepi.
(^•^)
wassalam wr wb

All post by:

Keriting has write 28 posts

Please vote Perlawanan Sengit Hantu Nenek Tua Bagian 5
Perlawanan Sengit Hantu Nenek Tua Bagian 5
4.8 (96.67%) 6 votes