Persami Paling Mengerikan

Hay teman-teman. Kenalin namaku Aditya. Panggil saja Adit. Sebelum masuk ke cerita, aku mau jelasin dulu. Aku ini seorang Dewan Pramuka di sekolahku. Hari sabtu – minggu kemarin sekolahku seperti biasa mengadakan Persami setiap tahunnya. Tapi ini adalah Persami paling mengerikan bagiku.

Langsung ke cerita. Aku sebagai dewan memegang 1 regu, aku ditunjuk memegang salah satu regu cewek di kelas 7. Waktu malam hari saat penyalaan api unggun. Biasanya tiap tahunnya pelaksanaan api unggun dilakukan di sebelah barat (lapangan basket ). Tapi entah kenapa tahun ini dilaksanakan di sebelah timur (lapangan sepakbola). Padahal semua sudah pada tahu, kalau lapangan sebelah timur dikenal sangatlah angker, apalagi saat malam hari.

Bahkan tak ada seorangpun yang berani kesana selain tukang kebun sekolahku yang sudah terbiasa bertemu dengan *mereka. Kembali ke cerita. Saat api unggun berlangsung tidak ada tanda apa-apa yang terjadi sama salah satu anak didikku. Tapi saat pelaksanaan api unggun sudah selesai, dan akan disambung dengan pensi, anak didikku melamun. Padahal dia sudah diingatkan sama temanku yang juga mengajar satu regu yang sama denganku.

Saat anak didikku sedang melamun tiba-tiba ia langsung tidur telungkup. Ia langsung meronta-ronta dan akhirnya dibawa ke ruang guru. Ia terus meronta-ronta, yang merasuki anak didikku berkata kalau ia terganggu dengan acara api unggun. Ia merasa terbakar dan kepanasan, sampai 30 menit berlalu anak didikku itu belum bisa disembuhkan. Tapi setelah di adzani dan didoakan oleh guru-guruku. Ia berhasil sembuh, selang beberapa menit yang merasuki anak didikku tadi, berganti merasuki temanku yang juga mengajar satu regu denganku. Tapi alhamdulillah hanya 5 menit ia berhasil di sembuhkan.

Keesokan harinya, saat bangun pagi hari. Teman-teman cewek yang tidur satu ruangan (di sekolahku satu kelas dibuat tidur 2 regu cewek dan cowok) berteriak keras sekali. Para guru yang ada langsung datang, saat guru-guru datang ternyata anak didikku yang tadi malam kerasukan lagi. Ia meronta-ronta sekuat tenaga bahkan 5 bapak guru pun kewalahan. Walaupun aku tidak tahu tentang seperti itu, aku berusaha membantu memegang kedua tangan.

Lalu temanku memegang kedua kaki dengan harapan ia berhenti meronta selagi ia didoakan oleh para guru. 1 jam berlalu, anak didikku berhasil disembuhkan. Tapi kembali lagi temanku yang tadi malam kerasukan. Saat temanku kerasukan aku langsung membantu memegang tangan karena ia juga meronta-ronta. Ternyata yang merasuki temanku juga sama dengan yang merasuki anak didikku. Alhamdulillah 15 menit kemudian temanku berhasil disembuhkan. Setelah keadaan kembali seperti semula, acara Wide Game pun diadakan. Wide Game berlangsung sampai jam 12 siang.

Saat Jam 12.30 anak didikku kembali kerasukan seperti tadi pagi. Tapi ini lebih tragis sampai 2 jam ia belum berhasil disembuhkan dan lagi-lagi temanku juga ikut kerasukan. Tapi temanku masih mudah untuk disembuhkan hanya 10 menit saat itu, ia langsung bisa disembuhkan. Anak didikku terus meronta-ronta dan berbicara ngelantur (tahulah ya kalau kesurupan gimana). Bahkan ia sampai mengeluarkan kata-kata kasar yang kurang lebih seperti ini “hey! Kalian, kenapa kalian mengganggu kehidupan saya? Kenapa kamu menghancurkan tempat tinggal saya? Saya sudah suka sama tubuh anak ini, saya akan ikut dia”.

loading...

Setelah itu seorang pak guru bertanya kepada yang merasuki anak didikku “Kamu siapa? Kami cuma mau melaksanakan acara rutin tiap tahun di sekolahan kami. Kenapa kamu berkata kalau kami mengganggu kehidupan kamu? Padahal kami tak pernah menyentuh apapun yang berhubungan dengan kamu” yang merasuki anak didikku pun menjawab “Kalian telah mengganggu saya, dan saya tidak terima. Kalian telah mengganggu ketenangan hidup saya. Kalian telah merusak tempat tinggal saya di tengah lapangan tepat yang kalian jadikan untuk dinyalakan api itu”.

Pak guru pun menyahut “Ya maafkan kami. Kami juga tidak tahu kalau kamu tinggal disitu. Sekarang kamu keluar!”. Tapi yang merasuki anak didikku pun belum mau keluar, hingga akhirnya ia diantar pulang kerumahnya dan persami dinyatakan selesai. Keesokan harinya saat mau upacara bendera hari senin. Ia kembali kerasukan dan guru-guru membacakan doa dan akhirnya ia diantar pulang.

Sore harinya aku mendapat kabar dari teman anak didikku. Kalau sekitar jam 5 sore, anak didikku tadi kembali kesurupan. Orang tuanya mencarikan orang pintar di desanya. Akhirnya ia berhasil di sembuhkan. Alhamdulillah sampai sekarang ia sudah tidak kesurupan lagi. Tapi Setelah kejadian itu, anak didikku jadi bisa melihat *mereka. Sampai saat ini, detik ini, ia sudah banyak sekali melihat *mereka disekitar sekolahanku.

Nb: Ini kisah nyata di sekolahanku dan baru seminggu yang lalu terjadi. Cerita ini nyata tanpa rekayasa sedikitpun. Maaf kalau Dalam penulisan ini ada kata-kata yang salah, yang jelas ini benar-benar terjadi. Maaf kalau ceritanya kurang seram.

KCH

Aditya Ravi

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Aditya Ravi has write 2,691 posts