Pertemanan Manusia Setengah Hewan Part 2

Sebelumnya pertemanan manusia setengah hewan. Aku pun menunggu diruang tamu, tak lama kemudian dia keluar dengan ayahku. Dia tampak bersih ganteng, dia memakai pakaian ayahku begitu tampan, ganteng bersih sekarang.

“Wah, tampannya” ucapku.
“Kita beri nama siapa dia ayah?” lanjutku.
“Kita lapor dulu kepada polisi” ucap ayahku.

Ayahku pun pergi memanggil pak RT dan kekantor polisi. “Aku akan memberikan nama buatmu, namaku adalah andi” ucapku. Dia hanya mengangguk saja, tidak bicara dia pun tidur dilantai, aku membiarkannya saja. Mungkin dia kekenyangan dan mengantuk. Aku kaget dia tidur mendengkur seperti kucing saja, aku tersenyum tipis melihatnya. Tidak lama kemudian pak RT bersama polisi dan juga ayahku datang. Tapi andi malah menggeram, aku pun mendekatinya dan memintanya untuk tenang.

“Mungkin dia anak bekas perang yang telah hilang, dan selamat” ucap polisi itu.
“Iya mungkin saja” ucap pak RT.
“Kami akan mencarikan panti asuhan untuknya biar dia dirawat” ucap pak polisi.
“Tidak usah biar aku yang merawatnya” ucapku.
“Baiklah kalau begitu, anak ini sudah jadi tanggung jawab bapak ” ucap polisi.

Pak RT dan polisi pun pamit dari rumahku, kini aku mencari buku-buku pelajaranku. Ternyata tertumpuk kardus, paling bawah dan aku tidak bisa mengangkatnya aku bingung. Andi yang melihatku, menghampiriku, dia mengangkatkan kardus untukku, dia kuat sekali.

“Terima kasih ya andi” ucapku dengan senyum tipis. Dia hanya menundukkan kepalanya dan pergi jongkok dilantai sambil menulis dengan pensil yang dia pegang. Aku melihatnya sepertinya dia ingin belajar menulis dan membaca, aku mengambil buku ABC-ku dan memberikannya. Dia menoleh kearahku, aku pun duduk bersamanya dan mengajarinya kata-kata.

Dia ternyata tidak bisu, cuman dia bisa bicara dengan baik mengucapkan A, mungkin saja dia tidak tahu bahasa kami, karena anak dari perang mungkin beda negara. Aku menyuruhnya menulis dibuku kosong, tapi dia hanya bisa menulis garis coret-coret saja. Malam pun tiba, aku memberikan kamar dia disebelah dengan kasur beralaskan lantai saja dan bantal. Ayahku sedang tidak ada, terasa senang bila andi disini menjadi anggota keluargaku

“Nah kamu tidur sini, aku tidur disebelah andi mengertikan” ucapku.
“Kalau kamu paham, iya artinya paham, ayo coba bicara iya” ucapku mengajarkan kata untuk berkomunikasi.
“I…” ucap andi.
“Ternyata kamu belum bisa, iya sudah tidur ya. Aku mau tidur, karena besok sekolah” ucapku.
“Dia mengangguk”.

Keesokan paginya.

“Ayo sarapan nak” panggil ayahku.
“Iya ayah” ucapku menuju meja makan.
“Ini makanan kesukaanmu nasi goreng dan telur” ucap ayahku.

loading...

“Makasih ayah, aku mau minta maaf kalau selama ini aku cuek sama ayah, karena aku kesepian sekali. Tapi kini ada andi jadi ada teman aku” ucapku.
“Andi siapa nak?”.

“Itu anak laki-laki itu, aku beri nama andi”.
“Oh gitu, kamu tidak ajak dia sarapan sama kita?” ucap ayahku.
“Oh iya bentar ya ayah”.

Aku beranjak dari kursiku dan membuka pintu kamar andi. Dia keluar, saat matanya melihat makanan, dia langsung lari kearah meja makan dan memakannya dengan cepat dan lahap. Ayahku yang melihatnya melongo saja. Aku hanya tersenyum malu dengan ayahku, gara-gara tingkah andi yang masih seperti itu. Makanan semua habis dan meja berantakan, berceceran nasi, air, lauk, telur, semua habis sekaligus, ayah yang melihatnya bingung.

“Iya sudah ayah pergi ke kantor dulu ya putri” ucap ayahku.
“Baik ayah, hati-hati ya” ucapku.
“Andi, kamu bikin malu saja. Cara makan tidak boleh begitu tahu” ucapku didepan wajahnya.
“Kamu dirumah, aku mau berangkat sekolah dan sarapan di sekolah. Kamu dirumah saja, mengerti” ucapku.

Aku pun mengambil sepedaku, aku melihat andi mengikutiku dengan berjalan kaki. “Ngapain kamu ikut andi? Pulang sana, kamu jaga rumah, bermain apa lah terserah” ucapku menyuruhnya pulang. Tetapi dia tidak mau, aku mendorong-dorongnya tapi tidak bisa, dia kuat sekali. Dia ingin sekali ikut denganku, aku pun menyerah dan membiarkannya ikut denganku. Ini adalah hari kedua kesekolah, semoga saja aku punya teman buat ngobrol di sekolah.

Sesampainya di sekolah, aku memarkirkan sepedaku, andi masih mengikutiku. Dia berjalan tepat dibelakangku dengan jarak 1 meter, aku menyuruhnya menunggu diluar pagar sekolah saja, karena pak satpam tidak memperbolehkan masuk selain murid sini.

“Kamu dia luar saja andi, ini buku dan pensil, kamu belajar menulis saja ya. Ini juga buku ABC, untuk kamu baca, aku mau kamu berbicara denganku” ucapku memberikan buku tulis dan buku bacaan. Dia menerimanya dan belajar menulis lagi, aku pun masuk dalam kelas, saat pelajaran aku melihatnya dari jendela sekolah. Dia masih belajar dengan bukunya.

Jam istirahatpun tiba, aku langsung berlari menghampirinya. “Hay andi, aku membawakan makanan cokelat” belum sempat memberikanya dia langsung mengambilnya dan memakannya dengan bungkus cokelatnya sekaligus. Aku harus mengajarkan cara makan. Aku mengambil lagi cokelat yang ada dikantongku, aku menyuruhnya menunggu.

“Tunggu, kalau aku bilang tunggu artinya jangan makan dulu, tapi dia langsung memakannya lagi. Aku mengambil cokelat yang ketiga, dan mengajarinya lagi” ini yang ketiga, aku bilang tunggu namun dia langsung mengambilnya lagi, aku membentaknya. Dia mulai menggeram dan mengambilnya secara paksa, aku terjatuh dan aku memegang erat cokelatku.

Andi menggigit tanganku, aku berteriak dan dia melihat darah keluar dari tanganku. Dia mundur perlahan saat melihat darahku. “Ya ampun, apa yang kamu lakukan andi? Aduh tanganku, kalau aku bilang tunggu ya tunggu, jangan makan dulu” ucapku. Kini dia mengerti ucapanku dan bisa makan. Bersambung di pertemanan manusia setengah hewan part 3.

Gugun

Nak Gugun

nama:gugun tinggi:165cm berat:50kg hoby:membaca,dan menulis karanganjangan lupa baca ceritaku ya hanya di kch jangan pernah baca ini sendirianaku suka buat cerita horor yg sedikit di bumbui pertemana dan horor yg sadis seperti mutilasiok salam knl semuafacebook: Nak gugun email:[email protected]

All post by:

Nak Gugun has write 43 posts