Pertemanan Manusia Setengah Hewan Part 3

Sebelumnya pertemanan manusia setengah hewan part 2. Dengan begini aku bisa makan dengan tenang bersamanya. Pulang sekolah pun tiba, aku mengambil sepedaku dan menemui andi yang masih coret-coret buku, aku menyuruhnya pulang bersamaku dan dia langsung mengikutiku, layaknya hewan dengan tuannya lansung menurut.

loading...

“Nanti kita pergi ke pasar beli buah temanin aku ya” pintaku.
“Iya” ucap andi yang masih menggigit lidahnya.
“Akhirnya kamu bisa bilang iya, walaupun lidahmu masih kaku” ucapku.
“Iya”.
“Senangnya punya kamu andi, menurut jadi orang. Nanti aku akan ajari kamu bersih-bersih” ucapku mengelus-ngelus rambutnya.

Aku dan andi pergi ke pasar yang tidak jauh dari desa ini. Aku menaiki angkutan, terlihat pasar ramai sekali, aku berjalan mencari buah.

“Yang ini berapa mba?” ucapku.
“Itu 40 ribu/Kg” ucap pegawai pasar.
“Kamu pilih yang mana andi?”.

Dia tidak ada disampingku, kemana dia pergi? Aku mencari-carinya, kenapa dia pergi begitu saja. Terlihat andi berdiri ditempat makanan kecil, aku menuju ketempat andi dia sedang berdiri menunggu makanan yang digoreng. Dia mencoba mengambil makanan itu, tapi pemiliknya menanyakan uang kepadanya.

“Berapa harganya pak?” ucapku.
“10 ribu dik” ucapnya.
“Ini pak uangnya”.

Ayo lain kali kalau pergi bilang andi, tiba-tiba sebuah besi besar baja terjatuh dari atas. Andi melindungiku, besi itu terjatuh tepat dipundakknya, dia tidak merasa kesakitan sama sekali. Dia mengangkat besi itu dan menjatuhkannya, semua orang pasar melihatnya begitu kaget. “Bawa dia ke dokter dik, mungkin ada tulangnya yang patah”ucap seorang bapak.

Aku langsung membawa dia ke rumah sakit disekitar sini, tapi aneh lukanya hanya luka kecil. Hanya memar dan lecet sedikit, padahal besi itu menimpa pundaknya, seharusnya tulangnya patah. Besi besar itu saja diangkat 10 orang dan andi hanya satu orang, andi ini siapa sebenarnya? Kuat sekali dia. Aku pun pulang dengan rasa penasaran, siapa andi? Kenapa tubuhnya kuat, apa dia monster atau apa? Sudah lah ngapain aku pikirkan andi yang intinya dia sudah melindungiku, dia baik denganku.

“Ini buah untukmu” ucapku memberikan buah.
“Terima kasih”.
“Wah! Kamu sudah bisa bicara sekarang, tidak sia-sia aku mengajarimu bahasaku” ucapku kegirangan memeluknya.

Tubuhnya seperti hewan kucing, terasa nyaman memeluknya.

“Eh sorry terbawa suasana, ayo pulang” ucapku.
“Iya”.

Sesampainya dirumah, aku melihat mobil teman ayahku. Pasti ada si gugun anak menyebalkan itu yang ingin dijodohkan denganku sejak dulu. Tapi aku tidak mau dijodohkan, namun ayahku sangat memaksaku. Aku pun masuk, terlihat gugun langsung menyambutku dengan begitu baik, tapi aku cuek dan menyuruh andi tidur dikamarnya.

“Itu siapa om?” tanya gugun penasaran.
“Itu anak yang hilang, kami rawat karena kasihan” ucap ayahku.
“Jangan sampai dia suka sama si anak g*mb*l itu ya om” ucap gugun.
“Iya nak om jamin”.

“Karena aku harus menikah dengan putri om, karena tanpa ayahku om tidak bisa sesukses ini” ucap gugun.
“Baik gun, om akan usahakan”.
“Baik lah, aku akan menginap disekitar penginapan disini, aku ingin bermain disini” ucap gugun.
“Iya silahkan gugun”.

Aku melihat dari jendelaku, gugun telah pergi. Aku langsung membukakan pintu kamar andi, aku menyuruhnya mengikutiku mencuci piring, setiap andi mengerjakan tugas yang aku perintahkan, aku selalu mengelus rambutnya seperti majikan mengelus kucingnya. Entah mengapa dia suka sekali dielus kepalanya, padahal kan dia bukan hewan. Pada malamnya aku berjalan menuju warung untuk membeli cemilan, saat aku berjalan pulang, aku bertemu gugun dijalan. Dia langsung menarikku dengan teman-temannya, tempatnya sepi hanya lampu jalan yang menerangi jalanan.

“Hay putri buat apa sih kamu sekolah? Mending nikah sama aku saja put” ucap gugun yang sedikit mabuk.
“Aku sudah bilang sama kamu, aku tidak mau nikah sama kamu dan lepaskan tanganmu dari tanganku” ucapku mencoba melarikan diri.
“Kenapa tidak mau? Bukannya kamu dulu bilang kita akan selalu bersama-sama”.
“Lepaskan”.

Aku menggigitnya, dia mendorongku. Terdengar suara menggeram, apa mungkin andi. Aku berbalik dia bersembunyi dibalik pohon.

“Hey kamu keluar, aku akan bunuh kamu” ucap gugun.
“Lepaskan” ucapku menamparnya.
“Wanita si*lan” ucap gugun balik menamparku hingga terjatuh.

Tiba-tiba andi menggeram, matanya berganti warna merah cokelat seperti kucing, rambutnya kini berubah panjang hingga ke dagunya, giginya berubah tajam sekali seperti kucing dan kuku jari dan tanganya berubah sangat tajam dipenuhi bulu. Dia bertambah besar. Aku kaget andi berubah seperti itu, dia langsung menyerang teman gugun, hingga terlempar satu-persatu.

Kini andi menatap tajam kearah gugun, andi melihat gugun penuh emosi siap untuk membunuhnya. Gugun ketakutan, dia terjatuh dan andi membuka mulut gugun memasukan jari yang tajamnya kedalam mulutnya. “Tunggu andi jangan bunuh dia” ucapku. Andi berhenti dan berdiri, tubuhnya berubah normal dari kukunya sampai rambutnya, dia menatapku dan aku sedikit takut dengannya. Bersambung di pertemanan manusia setengah hewan part 4.

Gugun

Nak Gugun

nama:gugun
tinggi:165cm
berat:50kg
hoby:membaca,dan menulis karangan

jangan lupa baca ceritaku ya hanya di kch
jangan pernah baca ini sendirian

aku suka buat cerita horor yg sedikit di bumbui pertemana dan horor yg sadis seperti mutilasi

ok salam knl semua

facebook: Nak gugun
email: [email protected]

All post by:

Nak Gugun has write 48 posts

Please vote Pertemanan Manusia Setengah Hewan Part 3
Pertemanan Manusia Setengah Hewan Part 3
Rate this post