Pertemanan Manusia Setengah Hewan Part 4

Sebelumnya pertemanan manusia setengah hewan part 3. Gugun langsung melapor ini kepada polisi atas kejadian ini, kami semua pun dibawa pulang untuk diajukan pertanyaan.

“Kamu lihat apa yang terjadikan tadi putri, si hewan itu?” ucap gugun.
“Entahlah aku tidak lihat” ucapku yang masih trauma.
“Apa kamu jangan berbohong! Put” ucap gugun.

“Aku tidak berbohong”.
“Sudah gugun, dia masih syok apa yang kamu lakukan dengan anakku ditempat yang sepi?” ucap ayahku.
“Kami hanya berbicara pribadi”.

“Tidak ayah dia menodongkan pisau kepada andi”.
“Kamu jangan bohong, hanya untuk membela si hewan itu ya, andai bukan karena ayahku kamu tidak dapat rumah seperti ini” ucap gugun.

“Dan kalau bukan ayahku yang kerjanya bagus belum tentu ayahmu bisa sukses, panggil ayahmu kesini ada yang aku mau bicarakan dengannya” ucapku emosi.
“Jika kau tidak berani panggil ayahmu kesini jangan pernah ganggu kami lagi dan andi” aku pun pergi kekamarku, andi mengikutiku dari belakang.

Tapi polisi memborgolnya dan membawanya untuk diperiksa. Aku menatap langit-langit, mengingat kejadian tadi siapa sebenarnya andi, apa dia monster tapi aku menyukai dia, karena dia adalah anak yang baik dan tidak mungkin melukai seseorang tanpa alasan. Keesokan paginya andi tidak diperbolehkan tidur dikamar sebelah, dia sekarang tidur digudang yang saat aku temui dan pintunya diganti dengan pintu besi.

Tempatnya ditata ulang seperti kamar, dia seperti dipenjara. Aku tidak tega melihatnya, aku memutuskan belajar diluar untuk melihatnya dari jauh. Sekian lama aku belajar, dia menatapku terus tak henti-hentinya berdiri berjam-jam lamanya. “Duduk nanti kakimu sakit” ucapku, dia duduk dan melihatku lagi, aku peringati dia dan mengulanginya lagi.

“Putri ayah mau pergi ke kantor, kamu tidak apa-apakan?” ucap ayahku.
“Tidak apa-apa ayah” ucapku.
“Ingat jangan dekati andi” ucap ayahku.

Ayahku pun pergi, aku masuk kedalam rumah dan mencari kunci besi itu. Akhirnya aku mendapatnya tergantung digantungan pintu ayahku, aku membawa buku dongeng dan gitarku, tapi sayang gitarku sudah dibanting oleh gugun kini aku hanya membawa buku dongeng. Aku membuka kunci pintunya dia, aku tersenyum kepadanya dia membalasnya. Dia langsung mengambil kertasnya dan dia melihatkan gambaranya kepadaku. Ternyata dia menggambarku walaupun gambarannya tidak terlalu bagus aku menyukainya.

“Aku punya sesuatu buat kamu, *tada!” ucapku memperlihatkan buku dongeng.
“Aku memintamu untuk suatu saat kamu harus membacakan untukku janjinya ya” ucapku mengajukan kelingkingku.

Dia membalasnya, aku pun mengajaknya keluar jalan-jalan menikmati udara pagi.

“Kau ini sebenarnya siapa andi, kamu begitu kuat sekali, kau harus banyak belajar denganku kelak kau akan jadi baik sepertiku” ucapku.
“Iya” ucap andi.
“Kau lihat batu indah itu, ayo kita lomba lari. Siapa yang sampai sana, boleh buat permintaan, aku hitung sampai 3 ya! 1, 2, 3”.

Aku langsung berlari duluan, dia terjatuh namun aku tidak memperdulikanya, aku terus berlari. Sekarang giliranku yang terjatuh dia melewatiku, tapi dia tidak menolongku. Aku bangun dan berlari lagi, tiba-tiba jantungku kambuh. Aku terjatuh dan pingsan, saat aku bangun, aku sudah berada dirumah.

“Kamu sudah bangun nak, ayah khawatir sekali denganmu, besok kamu harus diperiksa ke dokter” ucap ayahku disebelahku.
“Mana andi ayah?” tanyaku.

“Dia ada dikandangnya sedang dirantai, kami semua 1 warga mencarimu kami menemakanmu didekat kebun kamu pingsan wajahmu pucat. Aku kira ingin memakanmu” terang ayahku.

“Dia tidak begitu?” ucapku.
“Bagaimana tidak begitu, dia hampir memakanmu dia itu sudah membawamu kepada kebun yang sepi untuk menyantapmu, aku bilang hewan itu bahaya” sambung gugun.

“Dia bukan hewan, dia sama kayak kita gun” ucapku.
“Sudah lah tidak usah membelanya, sekarang polisi memeriksanya, aku sudah menemukan penelitinya yang membuat hewan itu dan seorang tentara kolonel yang kerja sama denganya” ucap gugun.

Aku bangun dan langsung menghampiri peneliti itu.

“Tolong jelaskan dok, kenapa dengan andi?” ucapku memukul meja dihadapanya.
“Begini dulu kami tentara membutuhkan anggota yang kuat untuk perang, di zaman itu aku membuat dna hewan dan mencoba untuk anak itu, tetapi pernah gagal dan kami membuang anak itu begitu saja umur 10 tahun, dan pada saat itu kamu tidak tahu bagaimana hidupnya sekarang”.

Keesokan paginya aku pergi untuk diperiksa, seseorang membawakan makanan untuk andi, aku mengambilnya dan mengantarkannya untuk andi. Aku melihat pintu gudang dijaga oleh 2 orang bersenjata aku membuka pintu, saat pintu terbuka apa yang aku lihat andi dirantai, layaknya hewan dilehernya, aku sedih melihatnya.

loading...

“Hey andi aku membawa makanan untukmu ini, dimakan ya jangan lupa belajar membaca, jadilah anak yang baik ya” ucapku dengan mata yang berkaca-kaca.
“Aku pergi dulu ya”.

Aku melihat kekecewan diwajahnya, dia mengira akan mengelus kepalanya ternyata tidak. Aku berjalan keluar pintu, lalu pintu itu mulai tertutup andi berlari mengejarku tapi dia tidak bisa meraihku karena rantai dilehernya, wajanya begitu pucat dia menangis melihatku, tangannya ingin sekali memegangku tapi polisi mencoba menutup pintu itu.

“Andi tunggu didalam saja kamu, *hikz, hikz” ucapku. Dia menurut, perlahan dia mundur kebelakang dan duduk dengan wajah dipenuhi air mata, aku ikut menangis.
“Dengar bila ini terjadi lagi aku akan menembaknya” ucap kolonel.
“Tembak? Jika kau berani menembaknya kau akan berurusan denganku” ucapku mengancamnya.

Selanjutnya di pertemanan manusia setengah hewan part 5.

Gugun

Nak Gugun

nama:gugun tinggi:165cm berat:50kg hoby:membaca,dan menulis karanganjangan lupa baca ceritaku ya hanya di kch jangan pernah baca ini sendirianaku suka buat cerita horor yg sedikit di bumbui pertemana dan horor yg sadis seperti mutilasiok salam knl semuafacebook: Nak gugun email:[email protected]

All post by:

Nak Gugun has write 39 posts