Pertemanan Manusia Setengah Hewan Part 5

Sebelumnya pertemanan manusia setengah hewan part 4. 4 hari hari pergi dari desa untuk pengobatanku, aku mendengar kabar dari tetanggaku bahwa andi tidak mau makan sama sekali. Dia hanya belajar dan belajar, dia mulai belajar menulis hingga membaca dan mengambar, setelah aku pulang aku menemuinya, dia tersenyum kearahku. “Sudah berhenti menungguku” ucapku, dia langsung berdiri dan aku langsung memeluknya. Betapa kangenya aku dengan andi, aku ingin bermain bersamanya lagi, tiba-tiba gugun berkata.

“Aku pernah melihatnya, dia memakan hewan kambing” ucap gugun.
“Cukup sudah berbohongmu gugun” ucapku menamparnya.
“Kalau kau tidak percaya aku punya saksinya” ucap gugun membawaku kerumah jessica.

Tiba disana jessica menceritakan apa yang terjadi waktu malam itu, tapi dari katanya dia hanya berbohong.

“Kalau kamu ingin berbohong, berakting lah yang benar” bentakku.
“Sudah nak kamu masih sakit jangan marah-marah terus” ucap ayahku.
“Tidak ayah, dia itu dibuat-buat saja aku tahu gun rencanamu, kamu ingin menyingkirkan andi kan, selagi aku masih hidup kau tidak bisa menyentuhnya” bentakku diwajah gugun.

loading...

Jika benar nanti kita besok keruang TKP, malamnya aku hanya duduk termenung dikamar memikirkan nasib andi yang buruk. Dia harus dikurung digudang seperti hewan, aku kangen ingin bermain dengannya, terdengar suara dokter dengan asistennya. Aku mencoba mendengar lewat lubang kunci.

“Bagaimana tubuhnya?” ucap dokter.
“Tubuhnya bagus, hangatnya diatas normal, penciumannya begitu tajam bahkan terlalu bagus, dia mempunyai tulang padat seperti gajah” ucap asisten dokter itu.
“Bagus jika kolonel tanya, bilang saja semua normal aku tidak mau makhluk itu dibunuh mengerti”.
“Baik dokter”.

Tiba-tiba lampu padam, semua menjadi gelap. Beberapa menit kemudian lampu menyala, kolonel kaget bahwa andi bisa lepas dari gudang, kami semua pergi melihat gudang terlihat penjaganya pingsan.

“Aku melihat dia mengamuk, pergi kearah tukang ternak itu” ucap gugun.
“Bagaimana kamu tahu?” ucap dokter itu.
“Aku melihatnya”.

Kami semua pun pergi kerumah jessica, terlihat ayah jessica pingsan dihalaman rumahnya. Saat aku datang ramai-ramai pintu hancur dan jessica terlempar hingga pintu rusak. Semua polisi menyoroti andi dan mengarahkan senjata kepada dia.

“Tunggu aku akan bicara denganya, aku berjalan perlahan menghampirinya, andi menunjukan gambar gitar kepadaku dan gitar itu tidak ada disini, ayo kita pulang” ucapku meraih tanganya. Belum sempat aku raih tangannya suara tembakan terdengar ditelingaku, ternyata gugun yang menembak itu.

“Menjauh dari makluk ini, akan aku bunuh dia” ucap gugun mengacungkan pistolnya.
“Aku bilang aku akan bicara denganya”.
“Menjauh darinya, aku akan tembak kamu juga dalam hitungan 3”.

Aku langsung memegang pistol gugun dan mengarahkanya keatas, gugun memukulku. Aku terjatuh, gugun menendang perutku.

“Kau wanita gila! Kau mempermainkanku hah! Kau tidak tahu betapa aku menyukaimu”.
“Tunggu andi” ucapku.

Andi terlihat begitu emosi, tubuhnya berubah, badannya mulai membesar lalu kukunya memanjang, giginya bertaring dan rambutnya panjang, dia mengaum keras. Dia melompati semua polisi yang menembaknya, tapi andi tak merasa sakit. Andi langsung menyerang gugun, dan menghancurkan pistolnya lalu mengigit gugun hingga tewas. Semua polisi melihat kejadian ini.

“Tenang andi, tenang” ucap dokter. Andi berlari dan membawaku kedalam hutan, aku memeluknya dengan kencang, tubuhnya berubah menjadi normal kembali. Andi membawaku kedalam sebuah gua kecil. Paha andi berdarah, aku menyobek baju lenganku, untuk mengikat lukanya. “Kau ini apa monster atau manusia andi? Tapi aku tidak memperdulikan itu” ucapku.

Aku pingsan, saat aku membuka mataku, aku mendengar suara tembakan. Mungkin polisi sedang mencariku dan andi. Aku bangun dan pergi, tetapi andi dibelakangku.

“Jangan ikuti aku, nanti polisi menemukanmu kamu bisa dibunuh” ucapku, tetapi dia masih mengikutiku.
“Aku bilang! Jangan ikuti aku, bodoh” teriakku.
“Aku membencimu pergi!” dia menundukkan kepalanya untuk dielus, tapi aku malah menamparnya.

“Maafkan aku andi, *hikz, hikz”.
“Jangan pergi putri” ucap andi yang membuatku gemetar dengan suaranya, kini dia bisa bicara.
“*Hikz, hikz, hikz. Pergi, pergi aku bilang andi pergi!” ucapku melemparinya dengan batu.

Batu itu mengenai pipinya dan berdarah, air mata andi terjatuh, aku menangis hingga tersedu-sedu. Aku berlari meninggalkannnya, aku menemui mereka yang mencariku.

“Kamu tidak apa-apa?” ucap ayahku.
“Di mana hewan itu?” ucap kolonel.
“Aku tidak tahu, dia kabur”.
“Kabur? Kamu jangan berbohong kepadaku!” ucap kolonel.
“Anakku tidak mungkin berbohong” ucap ayahku.

Selanjutnya pertemanan manusia setengah hewan part 6 (end).

Gugun

Nak Gugun

nama:gugun tinggi:165cm berat:50kg hoby:membaca,dan menulis karanganjangan lupa baca ceritaku ya hanya di kch jangan pernah baca ini sendirianaku suka buat cerita horor yg sedikit di bumbui pertemana dan horor yg sadis seperti mutilasiok salam knl semuafacebook: Nak gugun email:[email protected]

All post by:

Nak Gugun has write 39 posts