Pertemuan Semalam

Malam hari ini, aku kesepian tak ada teman yang menemaniku semuanya sibuk sendiri, aku hanya duduk di pinggir jalan jembatan sambil memainkan ponselku dan minum sebotol minuman menikmati indahnya malam hari ini. Aku buka akunku dan membuat status, begitu banyak like yang aku dapat dan komentar untuk menemani malamku ini yang sendirian.

loading...

Aku lihat perempuan berjalan sendiri menggunakan tas di punggungnya, wanita itu terlihat cantik dengan senyum di wajahnya. Dia melewatiku, tersenyum ke arahku, siapa gadis itu? Aku tak pernah melihatnya disini apakah penduduk baru di sekitar sini, ingin rasanya aku berkenalan dengannya. Aku pun mengejarnya sambil memanggilnya “hay, hay, tunggu” kataku sambil berlari mengejar wanita itu. “iya ada apa?” kata wanita itu.

“Boleh kenalan gak?” tanyaku,
“Boleh saja”.
“Namaku gugun”.
“Namaku lita, salam kenal ya”.
“Iya, yuk duduk disitu kita ngobrol”.

“Boleh, boleh”.
“Kamu kok sendiri disini?” tanyaku.
“*Hem, soalnya gak ada yang jemput aku jadi aku pulang saja sendiri, lagian rumahku dekat kok, kamu juga sendirikan?”.
“Iya *hehe, habisnya gak ada teman sih”.
“Jomblo ya? *Hehe”.
“Iya nih *hehe”.

Kami pun tertawa bersama, baru kenal sudah terasa akrab. Baru kali ini rasanya aku berkenalan cewek langsung akrab.
“Em, kamu mau gak ikut jalan-jalan denganku?” tanyaku.
“Kemana?”.
“Ke pasar malam mau gak?”.
“Boleh ayo kita naik apa?”.
“Kita naik sepeda lita, lagian punyaku ada boncengannya kok, *hehe”

“Terus mana sepedamu?”.
“Oh iya aku lupa, bentar ya aku ambil” kataku sambil berlari mengambil sepedaku.
“Yuk naik lita” kataku menyuruhnya naik.
“Iya gun boleh pegang nih”.
“Iya dong, eh kok tanganmu dingin sih?”.
“Enggak kok, mungkin ini karena angin malam *hehe”.

Sesampainya di pasar malam kami main semua wahana yang ada dari kuda-kudaan, roller coaster sampai kincir angin kami naiki. Sungguh bahagia rasanya punya teman cewek, aku pun mengajak makan bersama di lesehan jam menunjukan pukul jam 10 malam, jalan mulai agak sepi.

“Kamu gak di cari sama ibumu lita?” tanyaku.
“Sepertinya enggak karena aku sering pulang malam kok” kata lita menyeringai.
“Kamu mau makan apa lita? Aku yang bayar, anggap saja karena mau jadi temanku”.
“Aku mau bakso”.
“Bang baksonya dua”.

“Oke” ucap pelayan yang heran denganku. Entah kenapa aku tidak terlalu mempedulikan mereka, kami pun selesai makan dan aku pun pulang membonceng lita, terasa semakin dingin sekali tangan lita. Tapi aku takut untuk bertanya, hari semakin larut malam, jam pukul 11 dan aku mempercepat sepedaku untuk pulang. Aku pun sampai di jembatan yang kami bertemu. Kami pun berpisah disini.

“Makasih ya untuk hari ini gugun, aku sangat senang sekali, aku tak akan melupakan ini di terakhir hidupku” ucap lita menghela nafas.
“Iya sama lita, aku pamit dulu ya”.
“Eh bentar aku mau minta tolong kepadamu” ucapnya.
“Minta tolong apa lita?”.
“Aku minta tolong berikan ini kepada ibuku” ucap lita sambil memberikan tasnya kepadaku.

“Kan kamu bisa beri ini ke ibumu sendiri lita, kenapa harus aku?”.
“Kamu saja aku tidak bisa gun karena kamu orang baik jadi aku titip kepadamu ya gugun aku harus pergi”.
“Lita tapi aku tidak tahu ibumu dimana dan siapa dia?” ucapku meneriaki lita.
“Kamu akan tahu besok gugun, tolong ya” ucap lita berteriak kepadaku.

Aku pun pulang dengan rasa kebingunan kenapa dia memberikan tas kepadaku, padahal dia bisa memberikan sendiri ke ibunya dia kan tinggal sama ibunya masa sama hantu, keluhku. Sesampainya di rumah aku menjatuhkan tubuhku di kasur dan menaruh tas lita di gantungan baju, ingin rasanya aku buka tasnya tapi itu bukan milikku. Keesokan harinya aku belanja di toko, aku lihat di jembatan ramai sekali. Ada apa disana? Aku pun menghampiri, terlihat para polisi ada di semak-semak bawah jembatan. Aku tidak bisa melihat karena terlalu banyak orang.

“Bu, ada apa bu disana?” tanyaku menunjuk-nunjuk.
“Iya dek, ada anak gadis di perk*sa lalu di bunuh, mayatnya di buang di bawah jembatan”.
“Astaga, kasihan ya, apa lita? Soalnya semalam aku pulang larut malam” gumamku.

Aku melihat seorang ibu menangis histeris melihat mayat anaknya di kemas dan di bawa ambulans, entah kenapa aku sangat penasaran dengan mayat itu. Aku pun masuk ke mobil minta iJin melihat mayatnya, saat aku melihat mayat itu, bagai tersambar petir rasanya aku shock berat melihat teman baruku yang menjadi korban pemerk*saan dan pembunuhan.

“Kamu kenal anak saya dek?” ucap ibu lita masih menangis tersedu-sedu.
“Iya tante, saya baru semalam kenal dengan dia tante di jembatan ini”.
“Tapi anak saya sudah 2 hari menghilang dek”.

Aku pun kaget dengan jawaban ibu lita, dia menghilang sudah 2 hari, jadi siapa yang aku temui semalam itu? Apa dia hantu, pantas saja tangannya terasa dingin sekali malam itu. Dia juga tidak di marahi pulang malam karena dia hantu. Aku pun pulang dengan perasaan bingung atas kejadian ini, apakah ini hanya mimpi. Aku mengingat kata lita terakhir yaitu terima kasih ya, ini terakhir dalam hidupku, dia memintaku memberikan tasnya kepada ibunya. Aku pun mengambil tas dan membawa motorku untuk mencari dimana rumah lita. Aku memutari semua desa, tak lama kemudian aku melihat bendera warna putih.

Aku pun menanyakan “pak permisi apa ini rumahnya lita?”.
“Iya dek, kamu siapanya?” ucap bapak itu.
“Aku temannya pak, boleh saya masuk” ucapku yang sedikit kaku.
“Iya silahkan dek”.

“Assalamualaikum” kataku sopan.
“Waalaikum salam masuk dek”.
“Iya tante, boleh saya berbicara sebentar tante”.
“Boleh sini”.

Aku pun berbicara di belakang rumah lita dengan ibunya, aku menjelaskan kejadian semalam yang tak ku mengerti. Aku pun memberikan tas lita kepada ibunya titipan dari lita.
“Ini tante semalam lita titip ini ke saya”.
“Ini tas lita kan dek kamu dapat dari mana?”.
“Dia yang memberikan ke saya tante, tugas saya sudah selesai tante jadi lita bisa tenang di sana”.
“*Hizk, hizk, terima kasih ya dek”.

Aku pun mengikuti pemakaman temanku walaupun pertemuan semalam kami singkat, ingin rasanya memangis tapi air mataku sudah habis untuk lita. Dan lita temanku walaupun pertemuan semalam kita singkat tapi aku berterima kasih sudah mau jadi temanku semoga kamu tenang disana, selesai.

Gugun

gugun

nama:gugun
tinggi:165cm
berat:50kg
hoby:membaca,dan menulis karangan

jangan lupa baca ceritaku ya hanya di kch
jangan pernah baca ini sendirian

aku suka buat cerita horor yg sedikit di bumbui pertemana dan horor yg sadis seperti mutilasi

ok salam knl semua

facebook: Nak gugun
email: [email protected]

All post by:

gugun has write 48 posts

Please vote Pertemuan Semalam
Pertemuan Semalam
Rate this post