Perumahan Bukit Angker

Saya tinggal di perumahan yang berada di daerah bukit kabupaten Malang Jawa Timur. Dulunya di perumahan ini adalah sawah luas yang ada batu-batu besar dari Gunung Arjuno, bahkan batu terbesar yang pernah dipecah disini seukuran 4 rumah ukuran tipe 27. Banyak orang tua atau sesepuh pemilik sawah disini menceritakan hal-hal yang berbau gaib.

Namun yang harus diperhatikan adalah inti cerita mereka selalu sama yaitu siluman berwujud ular besar penunggu Batu, Penunggu Pohon Besar dan tempat pemandian umum di jalan masuk perumahan, arwah gadis yang meninggal di tahun 70-80an di gumuk (tanah kosong yang tidak dipakai oleh pemilik, biasanya ukurannya kecil). Untuk perkara kematian Gadis ini memang benar adanya, kematian yang tragis yaitu setelah dipakai untuk berbuat yang tidak senonoh, lalu jasad gadis ini hanya dikubur setengah badan oleh pelaku yang sampai kini tak pernah terungkap, jadi kasus ini bukan kabar angin.

Disini saya akan menceritakan tentang keanehan-keanehan yang terjadi di rumah saya. Rumah saya terletak di nomer 2 paling pojok bawah (keadaan di perumahan naik turun karena bukit). Di samping rumah saya atau rumah paling pojok adalah rumah kontrakan yang sudah berganti penghuni sebanyak 4 kali, tetapi selalu sama cerita yang dikabarkan oleh pengontrak-pengontrak tadi yaitu daerah dapur yang kadang kala ada suara ketukan-ketukan cukup keras.

loading...

Bahkan saat pengontrak kedua mendiami rumah tersebut mereka sering kali melihat penampakan kuntilanak di rumah tersebut, kata mereka kuntilanak tersebut saat menampakan diri hanya menyamping jadi wajahnya tidak terlalu terlihat. Kembali ke rumah saya. Kata ayah saya saat sendirian di rumah pernah mendengar suara orang menggigil seperti terkena demam tinggi, padahal di rumah hanya ada ayah saya sendiri. Sedangkan saya sendiri pernah mengalami kejadian ini sendiri. Saat itu tahun 2005 saudara-saudara saya dari Surabaya datang untuk menengok keadaan Adik saya yang baru lahir.

Karena Surabaya-Malang lumayan jauh, saudara-saudaranya memutuskan untuk menginap. Karena rumah saya lumayan kecil sehingga tidur malam pun harus berdesak-desakkan di kamar. Sedangkan saya sendiri kebagian tidur di ruang tamu bersama seorang paman saya. Karena malam itu saya mau melihat pertandingan sepak bola pra piala dunia 2006, saya memutuskan tidak tidur sampai menontonnya. Saat itu saya ingat persis pukul 23.15 pertandingannya pun sudah berjalan 20 menit. Tiba-tiba dari arah pintu depan saya dengar suara orang menggigil yang sangat keras.

Saya sempat berfikir kalau itu berasal dari suara paman, tetapi setelah saya amati beliau sudah tidur dan tidak berasal dari paman saya tersebut. Saya pun ketakutan dan langsung mematikan TV dari remotenya. Suara itu hanya berlangsung sekitar 10 detik. Sayapun semalam suntuk tidak bisa tidur karena suara tadi. Setelah peristiwa itu keluarga dan saudara-saudara saya sebagian percaya dan sebagian tidak, yang jelas saya ketakutan pada malam itu.

Share This: