Pesantren Berhantu

Aku Ristia bertempat di Bandung, namun aku punya sebuah kisah dulu ketika aku masih duduk di kelas 2 aliyah yang kebetulan aku sekolah sambil pesantren. Memang banyak para santri yang bilang bahwa di pesantren itu berhantu. Konon ketika ada salah satu santri yang bertugas mengontrol di malam hari disaat santri lain sudah terlelap, ada yang pernah lihat kuntilanak lagi gendong bayi dengan telinga sebelah kanannya putus. Berdiri di depan kamar nomor 3 dari lantai 1.

Kamar pesantren itu memang terkenal seram karena selain kamarnya selalu berantakan dan kumuh juga jendelanya rusak dan itu adalah satu-satunya kamar yang lantainya masih ubin pelesteran belum di keramik. Kemudian ada juga yang pernah lihat orang tinggi besar dengan pakaian serba hitam dan di mukanya seperti ada bekas bacokan di loby lantai dua yang terkenal angker juga karena disampingnya ada tangga yang menghubungkan ke lantai 3 yang bangunannya masih belum selesai dibangun.

Jadi jika malam hari kita melihat ke tangga tersebut terlihat gelap. Dan yang lebih seram lagi adalah kamar mandi 3. Pesantren kami memiliki 3 kamar mandi, yaitu kamar mandi 1, 2 dan 3. Para santri putri biasa menyebutnya dengan sumur 1, sumur 2 dan sumur 3. Di sumur 3 ini kamar mandi yang paling luas, karena selain tempat mandi dan mencuci juga disampingnya ada kebun yang dijadikan jemuran yang cukup luas.

loading...

Jika malam hari rasanya gelap dan sangat menakutkan. Jika sudah lewat jam 8 para santri sudah tidak ada lagi yang memijakkan kakinya ke sumur 3, kecuali jika tengah malam ingin buang air besar. Karena hanya di sumur 3 lah yang tersedia beberapa toilet untuk buang air besar, lagipula para santri selalu mempersiapkan diri untuk jangan sampai buang air besar di malam hari.

Ketika itu malam sabtu kira kira jam 1 dini hari, ada salah satu santri sebut saja namanya Dede (nama samaran) yang sedang sakit diare. Kemudian ia membangunkan beberapa teman ingin minta di antar ke sumur 3, tapi semua teman yang dibangunkan menolak untuk mengantar. Akhirnya karena sudah tidak tahan ia tidak memikirkan apapun, dan pergilah Dede ke sumur 3.

Ketika ia sedang melangsungkan buang air besarnya memang tidak ada sesuatu yang aneh, tapi ketika ia selesai dan keluar dari toilet tiba-tiba angin bertiup kencang, lalu semua pohon bergoyang. Dia pun memutar pandangan dan ketika matanya tertuju pada sisi sebelah kiri bagian pojok jemuran ada satu mukena (jubah untuk shalat) warna putih dan kotor sedang dijemur dengan gantungan baju bergoyang-goyang tertiup angin kencang.

Dan betapa kagetnya Dede ketika melihat mukena yang bergoyang itu ada kakinya bergelantungan seperti orang yang sedang memakai mukena. Dede langsung lari sekencang-kencangnya dan Dede pun sakit parah setelah kejadian itu. Memang beberapa santri yang lain juga pernah menuturkan megalami kejadian yang sama seperti Dede, yaitu melihat mukena di gantung ada kakinya.

Dan yang lebih aneh lagi jika siang hari di periksa oleh bagian pengurus ke tempat seperti yang diceritakan, tidak ada mukena yang dijemur di situ dan di umumkan kepada semua santri pun tidak ada yang mengaku pernah menjemur pakaian atau pun mukena di pojok jemuran yang tempatnya lembab seperti itu, semua santri pesantren bergidik merinding.

KCH

Ristia

Sekedar kembali mengingatkan. “Jangan pernah baca ini sendirian” :)

All post by:

Ristia has write 2,704 posts

Please vote Pesantren Berhantu
Pesantren Berhantu
4 (80%) 1 vote