Pesugihan Babi Ngepet

Babi Ngepet adalah makhluk yang disebut sebagai siluman babi, yang pada dasarnya merupakan makhluk dalam legenda Jawa. Beberapa mitos menceritakan tentang Babi Ngepet yang sebenarnya merupakan orang yang ingin kaya dengan cara mengambil pesugihan babi. Saat melakukan ritual ini, orang itu harus mengenakan sebuah jubah hitam untuk menutupi tubuhnya.

Dan secara gaib, orang itu akan berubah menjadi siluman babi. Ketika sudah berubah menjadi babi, seseorang harus menjaga lilin yang sebelumnya sudah dinyalakan untuk melengkapi ritual ini. Lilin yang menyala itu harus di jaga apinya untuk tidak goyang. Apabila lilin yang menyala itu bergoyang sendiri, itu berarti Babi Ngepet itu dalam bahaya dan orang yang menjaga lilin tersebut harus meniup lilin itu mati agar siluman babi itu menjadi manusia biasa kembali.

Menurut mitosnya, Babi Ngepet biasanya mengambil uang dari rumah ke rumah dengan cara menggesek-gesekan tubuhnya dipintu, ditembok atau dilemari rumah orang lain. Setelah itu secara gaib pula, uang, perhiasan, dan barang berharga lainnya milik orang itu akan langsung ada pada Babi Ngepet itu. Jika ritual ini berhasil, maka Babi Ngepet akan kembali dengan aman ke rumahnya dan berubah menjadi manusia biasa lagi dan jubah hitam yang dikenakannya tadi akan penuh berisi uang, perhiasan, atau barang berharga lain yang di curinya tadi.

loading...

Pesugihan Babi Ngepet merupakan ritual ilmu hitam yang dipergunakan oleh orang-orang yang sesat dalam mencari kekayaan. Masyarakat Indonesia sudah pernah beberapa kali dilaporkan mendapat seekor babi yang berwujud agak aneh dan diyakini merupakan siluman Babi Ngepet. Biasanya jika masyarakat menemukannya, babi tersebut akan dikurung dan tak jarang juga dibunuh.

Walau misteri Babi Ngepet telah menyebar dan banyak dipercaya sebagian orang dengan legendanya yang tak masuk akal, namun ada juga beberapa anggapan dan pendapat mengenai dasar adanya legenda masyarakat atau cerita rakyat tersebut. Ada yang mengatakan legenda itu merupakan cara untuk menjawab kehilangan atau ketidakberuntungan yang misterius dalam suatu kampung, ada juga yang bilang ini cara tradisional yang digunakan untuk mengendalikan penyakit yang disebabkan oleh babi-babi yang ada atau mengurangi populasi babi yang telah dianggap merusak tanaman atau sawah milik masyarakat.

Share This: