Pesugihan Gunung Kawi

Bagi anda yang tinggal di daerah Jawa Timur pasti tidak asing lagi dengan nama gunung Kawi. Ya, gunung yang terletak di Malang, Jawa Timur ini menyimpan banyak misteri. Salah satu misteri yang sangat populer adalah pesugihan/ritual mendatangkan kekayaan. Setiap tahun pasti banyak sekali orang yang mendatangi pesarean gunung Kawi guna berziarah atau pun ngalap berkah, mendatangkan kekayaan dengan jalan pintas melakukan ritual pesugihan di gunung Kawi.

Gunung Kawi ini terletak di ketinggian 500 sampai dengan 3000 meter di atas permukaan laut, persis berada di desa Wonosari, kecamatan Wonosari, kabupaten Malang. Menuju tempat ini harus melalui jalanan yang berliku dan menanjak naik. Di gunung Kawi ini juga memiliki kuncen yang siap membantu.

Menurut kuncen gunung Kawi, ritual pesugihan hanya dilakukan dengan cara sederhana. Para pelaku pesugihan di wajibkan melakukan tapa selama 3 hari di bawah pohon Dewandaru yang terletak di pesarean. Sebelum melakukan tapa para pelaku pesugihan diharuskan melakukan mandi suci yang di pimpin oleh kuncen. Ketika melakukan mandi suci inilah terjadi kontrak dengan penguasa gaib gunung Kawi.

Setiap tahunnya para pelaku harus menyediakan tumbal nyawa. Ritual tapa akan di hentikan apabila sang pelaku pesugihan di jatuhi daun dewandaru. Namun jika selama 3 hari tidak kejatuhan daun dewandaru maka keinginan untuk kaya tidak di ijinkan oleh penguasa gaib. Daun dewandaru yang gugur harus segera dibawa pulang dan disimpan didalam bantal. Dan dia harus membuka usaha dagang.

Daun dewandaru yang di simpannya akan membantu melariskan dagangan dan menambahkan uang secara gaib. Setelah satu tahun perekonomian pelaku pesugihan harus meningkat. Tetapi ada resiko yang harus ditanggung, mereka harus rela mengorbankan nyawa saudara sedarah, anak, atau pun satu garis keturunan.

Pohon dewandaru, atau ceremai Belanda, begitu disebut pohon yang ditunggui jatuhnya daun atau buahnya oleh orang-orang itu. Berharap ada berkah yang didapat saat mendapatkan daun atau buah dewandaru yang buahnya memang mirip buah ceremai ini. Ada mitos yang di yakini oleh peziarah di kompleks pemakaman gunung Kawi ini, yakni siapa saja yang mendapat buah atau daun dari pohon dewandaru ini akan lancar rezekinya. Tidak boleh memetik sendiri, harus menunggu daun atau buahnya jatuh sendiri.

loading...

Pohon yang oleh sebagian orang di yakini adalah tongkat dari Raden Mas Imam Sujono, alias Mbah Sujo yang ditancapkan dan berubah menjadi pohon. Ada pula yang meyakini pohon ini di tanam oleh kedua tokoh sebagai penanda bila daerah gunung Kawi subur, tentram dan wilayah yang aman. Karena itulah banyak masyarakat yang datang dari berbagai pelosok daerah untuk menunggu kejatuhan daun atau buahnya. Mengharap ada berkah kelancaran rezeki yang di dapat. Demikianlah yang dapat saya sampaikan. Terima kasih.

KCH

Resta

Sekedar kembali mengingatkan. “Jangan pernah baca ini sendirian” :)

All post by:

Resta has write 2,704 posts

Please vote Pesugihan Gunung Kawi
Pesugihan Gunung Kawi
Rate this post