Pesugihan Kera Putih

Di sebuah pedesaan yang sulit dijangkau terdapat tempat permintaan pesugihan yang terkenal sampai kemana-mana, setiap malam jumat tempat itu sering dikunjungi oleh orang-orang yang ingin kaya dengan jalan singkat. Dari kalangan apa saja ada. Di lain tempat, disuatu pedesaan terpencil ada seorang bujang lapuk yang bernama Badui. Ia adalah orang yang miskin dan tak punya apa-apa.

Suatu hari ia merasa sakit hati karena cintanya ditolak mentah-mentah oleh mirna si kembang desa yang ia sukai sedari dulu hanya karna si badui itu orang yang miskin dan tak tahu diri. Dari situlah awal dari cerita, badui berniat ingin membalas sikap mirna karena telah menghina dan menolak cintanya. Badui berfikir bagaimana cara untuk membalas dendamnya atas perlakuan mirna terhadapnya, badui bersumpah kalau suatu saat nanti dia akan kembali lagi dalam keadaan berubah dan mirna akan menyesal nantinya. Mirna pun hanya tertawa dan menantang untuk membuktikan ucapannya.

Saat malam hari badui tak bisa tidur karena terus teringat perlakuan dan perkataan mirna tadi siang, badui pun memikirkan bagaimana caranya agar hidupnya tidak terus-terusan sengsara seperti ini agar cepat dapat membuktikan perkataannya kepada mirna. Pagi benar saat semua orang belum terbangun badui sudah bergegas menyiapkan bekal dan pakaian untuk berkelana ke sebuah tempat yang menurutnya itu bisa merubah kehidupannya.

Saat badui tiba dipasar, ia sempat mendengar sedikit percakapan antara pedagang 1 dengan lainnya sedang asyik membicarakan tentang ada suatu desa terpencil yang jauh dari jangkauan dan sulit bagi orang biasa yang ingin kesana kalau bukan dengan juru kuncinya yang mana merupakan tempat pesugihan kera putih. Dan badui mencoba memberanikan diri untuk menanyakan dimana tempat pesugihan kera putih itu. Tetapi, salah satu pedagang melarangnya untuk kesana karena tidak mudah untuk dapat seseorang selamat sampai menuju kesana.

Badui tetap kukuh dengan pendiriannya dan tak peduli dengan keselamatannya walaupun dengan nyawa taruhannya, akhirnya ada salah satu pedagang yang memberi tahu akses jalan untuk dia dapat sampai menuju kesana tetapi dia tidak akan menjamin dengan keselamatannya. Badui pun langsung bergegas kesana dengan hanya bermodalkan nyali yang besar. Butuh perjuangan bagi badui untuk bisa melalui setiap rintangan yang pada akhirnya dia malah tersesat ditengah hutan dan tak tahu arah.

Pada saat itulah badui merasa ketakutan yang mana nyalinya semula besar sekarang menjadi ciut. Sudah berjam-jam badui berjalan tapi tetap saja tidak menemukan jalan, dia merasa hanya berputar-putar disitu saja. Siang berganti malam dan suasanapun semakin mencekam, badui tak bisa lagi menyembunyikan rasa takutnya. Dia hanya memohon agar bisa keluar dari hutan tersebut dengan selamat, tak lama kemudian badui melihat kera putih sedang melompat dari pohon 1 ke pohon lainnya, badui langsung teringat oleh perkataan pedagang yang ia temui tadi siang dipasar, “mungkin ini juru kunci yang dimaksud oleh si pedagang tadi”.

Tanpa berfikir panjang bagi badui untuk dapat bergegas berlari mengejar si kera putih itu dan pada akhirnya sampailah ia di suatu tempat dimana tak ada seorangpun yang menghuni pemukiman desa itu. Sepertinya sudah bertahun-tahun ditinggalkan oleh penduduknya karena seperti habis terkena musibah kebakaran. Ada salah satu rumah yang masih utuh dan sepertinya masih ada orang didalamnya, saat badui ingin mendekati rumah itu pintu rumah tersebut terbuka sendiri.

loading...

Dalam hati badui ia merasa aman dan tidak lagi sendirian dihutan karena masih ada orang yang ingin menyelamatkannya dari hewan buas di luar sana. Badui pun masuk kerumah tersebut dan merasa aneh dengan rumah tua itu, di dalam rumah tersebut badui bertemu dengan kakek-kakek tua berbaju hitam. Pemilik rumah menanyakan perihal kenapa ia bisa datang sampai kesini. Badui menjawab “bahwa saya mendengar dari pedagang dipasar jikalau ada suatu pemukiman desa yang sulit dijangkau tempatnya dan hanya orang tertentu yang bisa sampai kesana jika tanpa ada juru kuncinya, apa memang benar disini tempatnya ki?”.

Aki “keperluan kamu datang kesini untuk apa? Badui” saya ingin kaya dan membuktikan jika saya bisa mendapatkan wanita yang saya mau dari orang-orang yang dulu pernah meremehkanku ki. Saya akan terima apapun itu syaratnya dan menerima konsekuensinya, asalkan keinginan saya bisa tercapai ki. Bersambung.
Like fanspage : https://mobile.facebook.com/Dimas-zaenal-arifin-1081791031899764/?_rdr
My pin : D6877BA4