Petaka Mengambil Perhiasan

Hay guys,ini adalah cerita seram yang ke 7 dari Agus cahya, cerita ini aku alami ketika aku masih SMA. Pada saat liburan sekolah, Aku, Raisa, Boby, dan Citra berlibur ke Alas Arum (tempat rekreasi di Bali ), dalam perjalanan pulang kami melihat ada rumah tua bagaikan istana yang tidak terawat, keadaan rumah antik itu menarik perhatian kami untuk mengelilingi rumah tersebut dan tidak lupa juga untuk selfie disana.

Waktu pun sudah menunjukkan pukul 5 sore lalu kami bergegas pulang. Dalam perjalanan pulang kami saling menunjukkan hasil foto selama berada di tempat rekreasi, dan Raisa yang pertama menunjukkan hasil fotonya.

Raisa: “lihat nih fotoku cantik kan?”.
Aku: “iya cantik, tapi kok aneh ya?”.
Raisa: “hah, aneh kenapa?”.
Aku: “memangnya tadi kamu gak lihat ada anak kecil bermain dibelakangmu? Lihat nih (sambil aku menunjuk fotonya)”.

Raisa: “perasaan tadi gak ada siapa-siapa deh”.
Citra: “lihat guys fotoku juga ada yang aneh nih, ada wanita baju putih, tapi tadi saat aku disana aku gak melihat wanita ini”.
Boby:”kok aneh gini ya, aku jadi penasaran, pokoknya besok sore kita harus ketempat itu lagi untuk mencari tahu apa saja yang ada dirumah antik tersebut”.

Kami semua sepakat untuk kembali kesana dan berharap bisa menemukan hal baru. Keesokan harinya kami berangkat kesana sekitar jam 5 sore, berbekal nyali dan rasa ingin tahu, kami semua berpencar untuk menelusuri rumah tersebut. Ketika aku berada didalam ruangan, aku tidak sengaja melihat sebuah kalung emas berhiaskan liontin permata merah, aku tidak berani mengambil kalung tersebut karena aku tahu kalung itu sudah ada yang memilikinya.

Waktu pun sudah menunjukkan pukul 18.30 kami semua pun bergegas kembali ke mobil, dan pada saat perjalanan pulang aku kaget melihat teman-temanku yang menggunakan perhiasan, dan kemudian aku tanya mereka satu persatu.

Aku: “Raisa, kamu dapat kalung itu dari mana?”.
Raisa: “dirumah itu”.
Aku: “Citra, dimana kamu dapat gelang itu?”.
Citra: “tadi pas aku selfie aku gak sengaja menginjak gelang emas ini, ya sudah aku ambil saja”.
Aku: “kalian ini gak tahu diri sudah mengambil barang barang milik orang lain, ya sudah sekarang kita balik kesana dan mengembalikan kalung dan gelang yang kalian ambil itu”.

Raisa: “gak mau”
Boby: “dari pada kalian bertengkar mendingan lihat cincin yang aku ambil dirumah tua itu, *hm indah kan?”.
Aku: “pokoknya kalian harus mengembalikannya sebelum hal buruk menimpa kalian semua”.
Raisa, Citra, Boby: “gak mau”.
Aku:” ya sudah kalau kalian gak mau mengembalikan, tapi aku gak mau ikut menanggung resikonya”.

Sesampainya dirumah aku langsung mandi dan alangkah kagetnya aku ketika membaca SMS dari Boby dan isi pesannya sebagai berikut “orang ini sudah mengambil cincinku maka sekarang aku akan memintanya kembali”. Lalu aku bergegas kerumah Boby dan disana aku melihat Boby telah meninggal dan jari manis kirinya yang memakai cincin itu hilang terpotong.

Kemudian aku memberi tahu berita kematian Boby kepada Citra dan Raisa, tetapi mereka tidak mempercayaiku. Keesokan harinya aku mendengar berita kematian Citra dengan keadaan tangan terpotong. Aku bergegas kerumah Raisa untuk menceritakan berita kematian Boby dan Citra dan akhirnya dia mempercayaiku dan ingin mengembalikan kalung itu kerumah tua tersebut.

Sesampainya dirumah tua itu, Raisa mencoba melepaskan kalung itu tapi sayang kalung itu gak bisa terlepas dan makin menjerat lehernya, dan kemudian aku suruh dia membaca doa dan meminta maaf kepada penghuni rumah tersebut, dengan tiba-tiba kalung itu menghilang dari leher Raisa, kemudian kami berlari ke mobil tapi sayang pintu mobilnya tidak bisa terbuka, Raisa pingsan ketika melihat sesosok kuntilanak berada disampingnya.

Lalu aku berlari sambil menggendong Raisa, dan untung saja ada mobil yang lewat dan memberi tumpangan kepada kami, kebetulan sopir mobil itu adalah warga disana, aku langsung bertanya soal rumah tua tersebut, dia menjelaskan bahwa rumah tua itu adalah bekas rumah panglima pasukan Belanda, dan dulu dia membunuh para warga pribumi dirumahnya. Sekian dulu ceritaku mohon maaf bila kurang seram, baca juga ceritaku yang sebelumnya ya “misteri kamar hotel 414“.

loading...
KCH

Agus cahya

Sekedar kembali mengingatkan. “Jangan pernah baca ini sendirian” :)

All post by:

Agus cahya has write 2,704 posts

Please vote Petaka Mengambil Perhiasan
Petaka Mengambil Perhiasan
Rate this post