Petaka Mengerikan

Hi balik lagi denganku kalau kalian sudah baca postku yang berjudul “hantu badut” pasti kalian sudah tahu biodataku, ini post ke-2 aku yang berjudul petaka mengerikan. Kejadiannya rabu, 10 Agustus 2010. Keluarga keturunan Cina beranggota 4 orang ditambah seorang wanita yang telah hamil yaitu adik kandung sang ibu, mereka tinggal disebuah rumah dibilangan Jakarta Barat.

Pemilik rumah yang terlihat mewah dibanding rumah yang lainnya itu dikenal sebagai keluarga yang baik dan ramah walaupun mereka adalah orang yang kaya karena sang ayah adalah pengusaha penyewaan kapal. Karena usahanya itu, sang ayah mempunyai banyak kaleng-kaleng cat dan barang lainnya untuk kebutuhan mengecat kapal agar tak cepat berkarat. Kaleng-kaleng itu ditempatkan digarasi, disebelah mobilnya.

Setiap sore kedua anaknya yang berusia 7 dan 5 tahun kerap bermain dengan anak-anak kampung didaerah rumahnya ditemani sang ibu yang ikut bergabung dengan ibu-ibu lain untuk mengobrol atau sekedar bercerita tentang pengalaman masing-masing. Menurut warga sekitar mereka sungguh keluarga yang sangat baik dan jauh dari petaka mengerikan. Karena penghasilan yang cukup besar, sang ayah telah membeli sebuah hunian baru didaerah Kedoya, dan mereka telah sepakat untuk segera pindah.

Rumah yang sekarang mereka tinggali akan ditempati oleh adik kandung sang ayah sendiri yang berasal dari Palembang, karena anaknya akan segera menjadi mahasiswi dikampus bergengsi didaerah Jakarta Barat. Paginya, sang ayah beserta keluarga dan adik sang istri yang telah hamil, telah merapikan barang-barang mereka untuk dipindahkan ke hunian yang baru sebelum akhirnya adik dari sang ayah (sebut saja sang paman) datang dari Palembang.

loading...

Sang paman datang dengan istri dan kedua anak perempuannya. Mereka sangat senang karena telah diijinkan untuk tinggal disana, tetapi sebenarnya mereka semua termasuk wanita hamil itu datang hanya untuk mengantar nyawa. Sungguh petaka mengerikan. Sebelum 1 hari mereka tinggal dirumah itu, kejadian petaka mengerikan yang merenggut total nyawa 9 orang sekaligus itu terjadi.

Selasa, 9 Agustus 2010. Sore itu sang ibu dan anaknya masih bermain dengan anak-anak sekitar rumah mereka hingga hari mulai gelap mereka pulang, semua aktivitas dilakukan seperti biasa tanpa firasat apapun. Malamnya mereka membeli nasi goreng dan makan bersama. Rumah dua lantai tersebut memiliki 3 kamar dan garasi dilantai bawah, dan 2 kamar dilantai atas, juga loteng untuk tempat mencuci baju. Pada saat itu pemilik rumah beserta keluarga tidur dilantai bawah dan sang tamu tidur dilantai atas. Sebelum tidur, sang ibu mengambil serangkai kunci untuk mengunci dan menggembok segala jendela, pintu balkon, pintu rumah, garasi dan pagar.

Rabu, 10 Agustus 2010 sekitar pukul 03:00 sang ayah keluar rumah untuk membeli sebungkus rokok disebuah warung rokok sebelah rumahnya, bertemu hansip dan seorang bapak disekitar itu sang ayah pun menyapa mereka dan masuk kedalam rumah, tidak lupa untuk mengunci rumahnya yang penuh keamanan itu. Pagar besi yang kokoh, tembok semen yang kuat dan kaca anti peluru. Hansip dan lainnya pun tidak memiliki firasat buruk apa-apa. Sampai kurang lebih satu jam kemudian.

Terlihat percikan api jatuh keteras rumah dan merambat hingga garasi, api itu meledakan kaleng-kaleng yang berada digarasi. Dengan cepat api membakar daerah depan rumah itu dan mulai merembet kebagian atas. Melihat kejadian petaka mengerikan itu sang warga pun berinisiatif untuk melempari rumah itu dengan batu bata agar semua penghuni bangun, dan mengincar kaca yang ada pada rumah tersebut dipikirannya agar ada jalan untuk keluar lewat kaca yang pecah, namun kaca itu tidak juga pecah.

Api itu dengan cepat meledakan kaleng-kaleng dan kompor gas dirumah itu. Anehnya, api tidak merambat kemanapun, hanya membakar rumah itu lurus merambat keatas. tidak menyamping, kedepan, atau kebelakang. padahal dibelakang rumah itu adalah rumah yang terbuat dari kayu. Pemilik rumah pun tidak berhasil keluar, dikarenakan terlalu panik untuk membuka gembok yang mengunci semua pintu rumah tersebut. rangkaian kunci yang banyak itu pun sama sekali tidak membantu penghuni rumah.

Pemadam kebakaran baru datang setengah jam setelah api berkobar besar. Namun semua orang tersebut tidak dapat tertolong. Setelah api padam, polisi dan warga pun berhasil masuk kedalam rumah itu dan menemukan semua orang telah hangus terbakar. Di lantai bawah, ditemukan satu keluarga mati berpelukan dikamar mandi yang logikanya basah dan harusnya tidak membakar tubuh mereka, sang ibu memeluk kedua anaknya dan sang ayah memeluk mereka semua.

Di lantai atas ditemukan satu keluarga berjumlah 5 orang juga hangus terbakar berpelukan diloteng tempat mencuci baju. Seseorang melihat, wanita yang sedang hamil itu sangat tidak terima kalau dia dan jabang bayinya harus meninggal secara terbakar. Sampai setelah kejadian itu, dua anak kecil selalu terlihat berlari-larian dan bermain sepedah disekitar rumah itu. Wanita hamil itu kerap menjahili warga dengan menampakan diri dan merasuki warga sekitar. Rumah itu menjadi rumah angker didaerah Jakarta Barat ini.

Bagaimana tidak? Seluruh keluarga berjumlah 9 orang mati terpanggang, dengan api yang tidak merembet kemana-mana. Apa kejadian itu cukup tidak wajar untuk kalian? Mengapa api tidak merembet kebangunan kayu warga sekitar dengan suasana pagi yang berangin dan rumah yang berdempetan? Kejadian yang sungguh tidak terduga. Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT dan tidak mengalami petaka mengerikan seperti itu, amin. Maaf jika ceritanya kurang horor, bye to bye.
Instagram: @katteee40

loading...
KCH

Kattee Talahatu

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Kattee Talahatu has write 2.748 posts