Playboy, Sih!

Hai semua makhluk-makhluk penghuni KCH. Ini cerita ke-47. Ah! Aku sangat pusing dengan kakakku yang satu ini. Kalau reader pada ngikuti kisah kisahku. Ya, aku sering bicarakan kakakku yang mirip jelangkung ini. *Hm ya, kak Aldan. Namanya Aldansyah Ahmad Sam Fradah, panggil saja dia jelangkung batu. Sebab, kelakuannya kayak jelangkung, kepalanya keras kayak batu. Alias mengkerel *upz merengkel atau degil, *pakai banget, *hoho degil banget.

Kalau kelakuannya kayak jelangkung karena, ya kalian tahu lah ya, jelangkung kayak mana. Datang tak dijemput, pulang tak diantar (lagi bokek dia kalau ku rasa. Kasih ongkos, kenapa!). Begitulah dia. Kalau mau pergi, gak pernah pamit sama orang tua, asal nyelonong (kabur) pergi, dan tiba-tiba kalau kami panggil, gak ada orangnya. Kalau pulang juga begitu, tiba-tiba orangnya nongol. Gak tahu pulangnya entah dari mana.

Aku rasa dia pulangnya dari alam gaib kali ya. Kelakuannya ini sudah terbiasa saat dia SMA kelas 1, kalau dulu dia itu baik banget, baik kali dan baik lautan (lautan kan dalam, jadi baiknya ya sebegitunya. Ngertilah. Ngerti kan? pastinya. Sudah gede kan?), kalau mau pergi, pamit dulu pakai acara cium tangan segala, alim ba to the nget. Ngaji gak pernah bolos, shalatnya gak bolong-bolong kayak otaknya.

Kalau sekarang, *hm. Jangan tanya. Please. Aku malas menjelaskannya. Mungkin karena pergaulan kali ya. Lama-lama, kami sebagai keluarganya terbiasa dengan kelakuan jelangkungnya dan papa sudah pasrah dengan keadaan gilanya ini. *Hehe gila loe kak. Bukan hanya jelangkung batu, kak Aldan ini adalah seorang playboy cap cai. Iya, playboy cap cai, ceweknya bro, gonta ganti kayak baju padahal dia saja jarang ganti baju *hehe, pus au kak (m**p*s kau kak).

Ku rasa reader sekalian kalau aku kasih taju ciri fisiknya, mungkin sedikit banyak ada yang suka. Tingginya sekitar 170 cm, tubuhnya kurus tapi gak kurus banget, alisnya tebal, hidungnya mancung, dia itu kayak cewek, kulitnya bersih putih. Memang papa berdarah korea campuran, karena almarhumah nenek berdarah merah, (darah memang merah, gila loe ndro!) dan aku berdarah biru (s-tep kau, gin?) *hehe, maksudnya nenekku asli berdarah orang korea dan almarhum kakek orang jawa tengah campur belanda campur sari (itu mah lagu, Ginong, alias gigi nongol) *hehe, biar.

(Dari pada loe Gincu alias gigi mancu. Weleh, maju itu Gin, maju. Lebay mah loe). Bukan hanya kulitnya yang putih kayak cewek, dia juga tidurnya cepat kayak cewek. (Walah kak, bentar lagi itu loe, aku potong dan babat sampai habis, terus aku *oplas biar kayak cewek) *eitz jangan ngeres dulu, maksudnya itunya itu adalah rambutnya yang akan aku potong, (karena rambutnya agak panjang, semak tahu!) kemudian diganti dengan rambut palsu. Terus yang aku oplas (operasi plastik) itu adalah wajahnya, jadi diganti wajah cewek.

Biar cantik, macam “Dijjah yellow” *hehe. Aku mumbo, kamu mumbo, kita mumbo, Pinkan mumbo. “Mambo itu gin, Pinkan Mambo”. *Hehe. Mambo itu kan yang bajunya mambo kali, kegedean. “Itu mah, jumbo, *oon.” Oh sorry, sorry. “Iya.” *Hm, kalau jumbo itu kan. Jumbo-jumbo lalu lintas. “Aduh Gin! Itu rambu. Rambu-rambu lalu lintas. *Peak”. Oh, rambu ya. Ay am sorry lah. Kalau rambu itu kan “Loe besok masih mau ngirup oksigenkan? Lama-lama, aku gorok loe.” *Hehe maaf. (Apaan sih Gin. Lagi kumat,ya?) *haha patrick loh. Masa gak tahu? Sudah lah. Mumbo.

Ok, lanjut. Jadi ini pengalaman lucu dari kak Al. Bulan september, dia pergi bareng beberapa temannya. (Temannya sumpah, ganteng-ganteng semua). Sebelumnya teman-temannya menjemput kak Al kerumah. Kemudian mereka pamit sama mama dan aku. Karena waktu itu papa lagi kerja dan Herin lagi school sedangkan aku lagi cuti sendiri (orang cuti bersama, dia cuti sendiri. *Soek) *hehe. Temannya waktu itu kira-kira cowok ada 8 orang (ganteng habis, habisnya ganteng sih. Sampai-sampai gantengnya kehabisan dan juga playboy) kalau cewek ada 4 orang (wow! Hati-hati, yo. Ngeri ah) salah satunya ada cewek kak Al, namanya Lili.

Lili ini adalah cewek kak Al yang ke 9.999,999,99 balik 1 rupiah. (*Pis! Bercanda. Soalnya ceweknya dan mantannya itu saking banyaknya bisa memecahkan rekor muri, *hehe. Ok, lanjut. Para cewek naik mobil dan para cowok naik motor. Merekapun pergi untuk camping. Aku gak tahu, bagaimana keadaan camping mereka. Karena aku gak ikut. Tapi sehari kemudian sewaktu kak Al pulang, kami terkejut.

Kok cepat banget campingnya? Cepat banget pulangnya? Katanya mau pulang lusa dan dia pulang membawa segudang, dua gudang sampai tiga gudang cerita (banyak banget, malah gudang semua lagi). Cerita gila dan lucu, kami yang mendengarkan cerita kak Al sampai ketawa gila dan sampai ketawanya itu keluar air mata (tahu lah ya, kalau sudah kekeh/ketawa gila, pasti gak kuat sampai mau nangis). Jadi ceritanya gini.

Pada saat sampai hutan lokasi camping pada sore hari sekitar jam 5, mereka kemudian pasang tenda. Sebelum malam, beberapa cowok mencari kayu bakar. Di tenda tinggal 4 cewek dan 5 cowok. Kak Al ikut ambil kayu bakar. Saat mereka ambil kayu bakar, salah satu teman kak Al bernama William atau wil melihat sebuah pondok kecil dan karena penasaran, mereka bertiga mendatangi pondok itu.

Pondoknya sangat cantik. Kayak hotel. Pondok itu lumayan besar. Jadi sampai sana, mereka bilang “permisi. Anybody home. Hallo. Assalamualaikum. Atok oh atok”. Begitulah kata mereka secara bergantian. Terus setelah diketok dan bilang atok oh atok. Gajebo (gak jelas, bok) tak berapa lama, seseorang membuka pintu. W-o-w. Cantik banget. Mereka yang melihat wanita cantik, molek nan menawan itu membuat mereka pusing, iya. Pusing pala barbie, pala barbie oh, oh, oh. Kok jadi nyanyi. Gila nih Gina.

Singkat cerita merekapun berkenalan dan masuk kedalam pondok itu. Sampai-sampai mereka lupa dengan kayu bakar yang mereka ambil tadi untuk buat api unggun. Jahat banget. Gak kasihan apa, dengan cewek-cewek mereka yang sudah kegelapan. Mereka ber-3 malah asik ngobrol, kira-kira beginilah obrolan mereka.
Man 1/William: M1
Man 2/Akbar: M2
Kak Al: KA
Cewek: C

M1: Neng, masa tinggal dihutan sendirian. Apa gak takut. Neng ini kan cantik. Nanti kalau ada apa- apa, bagaimana? Abang temani ya.
C: gak usah abang. Eneng biasa kok tinggal sendiri.
M2: apa neng gak takut, kalau ada apa-apa. Mending sama abang. Ikut kita yuk. Ke tenda, kami pasang tenda di ujung sana.

C: ah. Eneng disini saja bang.
KA: yakin nih neng. Apa neng gak takut. Ini hutan angker loh. Nanti kalau ada setannya bagaimana.
C: Eneng gak takut bang sama setan. Malah seharusnya abang-abang sekalian yang takut sama eneng.

M2: memangnya kenapa neng. Kok kami pula yang takut? Apa eneng, setan?
C: iya bang.
KA: ah. Bercanda nih. Eneng nih. Jangan gitu, ah.
C: iya loh abang, kalau gak percaya eneng balik badan ya.

Setelah cewek itu balik badan. Ya ampun. Badannya bolong tengah. Kayak donat. Ada mesesnya pula sama selai strawberrynya, ih! Melihat itu, mereka bertiga langsung ambil langkah seribu jurus vape (semprot nyamuk, kali?). Mereka meninggalkan cewek menawan yang bolong tengahnya alias kak sundel. Cewek itu hanya tertawa “*hihi, hihi hihi”. Melihat mereka pada lari kalang jengking *eits maksudnya kalang kabut. Cewek yang bolong tengahnya itu malah berubah menjadi sangat menyeramkan.

Mengejar mereka sambil terbang. Alhasil, mereka tak jadi tuh campingnya, yang lucunya, mereka bertiga malah kabur sendiri naik motor mereka masing-masing gak pada bilang sama yang lain dan teman-teman mereka yang lain yang pada kecapekan menunggui mereka sedang tidur didalam tenda, mereka tinggalin saja. Saking paniknya. Malam-malam lah, gak perduli.

Walau jauh dari lokasi camping kerumah, mereka sikat habis. Pulang, ngebut-ngebutan. Kak Al dan kedua temannya ngocar-ngacir ngebut naik motor sampai si Akbar jatuh dari motor. Alhamdulillah, kakak yang bolong tengahnya gak ngejar lagi. *Haha, haha, kami (aku, mama, papa dan Herin) yang mendengar ketawa gila. Sampai keselek “mumbo”. Sekian.

loading...
Fiolin Fradah

Sezgina Fradah

Thank you for reading my stories. Thank you for liking my stories Thank you so much... Terimakasih,Thank you,Arigato gozaimasu, kamsahamnida,Xie-xie,Merci bien,Dankejewel,Matur nuwun,Tarimo kasih,Hatur nuhun,Bujur...

All post by:

Sezgina Fradah has write 94 posts