Pocong di Gang Sepi

Hai perkenalkan nama saya steven atau di panggil teven. Ini kisah nyata yang saya alami sendiri tentang pocong di gang sepi, cerita di awali dengan saya ingin pergi ke supermarket agak jauh kalau dari rumah saya. Sebelum itu saya harus melewati sebuah gang yang sepi dan saya pun sudah hampir di gang itu, bulu kuduk saya sudah agak merinding. Awalnya saya masih berfikir positif dan masih baik-baik saja.

Tapi semua itu berubah ketika saya sehabis pulang dari supermarket, karena membawa barang belanjaan saya agak cape dan pegal (karena banyak). Awalnya biasa-biasa saja namun berubah ketika ada yang berbicara “dek kok jalan sendirian gak takut ketemu pocong?” saya pun ingin pingsan setengah mati karena di gang itu tidak ada orang sama sekali kecuali saya sendiri.

Tepat di belakang saya, saya dapat merasakan ada orang di belakang saya. Lalu saya ingin menoleh tapi takut setengah mati. Saya pun paksa untuk menoleh kebelakang dan astaga ada pocong dengan kain kafan putih dan agak merah darah tepat di belakang saya. Matanya bolong dan mukanya seperti panci gosong hancur semua. Badan saya pun tidak bisa di gerakan dan saya pun baca doa al-fatihah dan kemudian 5 menit pocong itu menghilang saya pun langkah 5000 kaki (kabur) sambil teriak “Pocong!”.

loading...

Lalu akhirnya saya sampai dirumah dengan belanjaan, saya pun menceritakan kepada kedua orang tua saya dan kakak saya. Benar saja, kata ayah saya dulu konon ada laki-laki tewas mengenaskan dengan muka yang gosong dan badan penuh darah, kata warga setempat dia mati karena putus cinta. Lalu dia membakar wajahnya karena di tolak dan menusuk badannya dengan pisau, konon arwahnya gentayangan sampai sekarang. Terima kasih sudah membaca cerita saya, ini cerita pertama saya.

KCH

Andre

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Andre has write 2,694 posts