Pocong di Langgar (Tempat Ngaji) Baru

Assalamualaikum, hai sahabat KCH semua tanpa terkecuali terutama admin KCH mas john, semoga sehat selalu. Namaku khoiron dari Pasuruan Jawa Timur, aku baru pertama kali kirim cerita disini meskipun sudah lama aku selalu baca cerita seram di KCH. Oke langsung kecerita. Aku tinggal disebuah desa yang bisa dibilang terpencil meskipun listrik sudah lama masuk namun suasana desa yang sepi dan agak kedalam menjadikan desaku lumayan seram disaat malam.

Nah kejadian ini terjadi pada tahun 2011, saat itu aku masih sering mengaji ke langgar didesaku. Nah pada waktu itu guru ngajiku dapat bantuan dari seseorang untuk membangun langgar baru karena yang langgar yang lama mau dijadikan untuk santri putri. Beberapa haripun berlalu dan langgar barupun sudah selesai dibangun dan siap ditempati.

loading...

Pada waktu itu sekitar jam 17.30 sore seperti biasa aku berangkat ngaji hingga isya, dan karena teman-temanku mengajakku menginap di langgar baru itu, akhirnya aku mengiyakan. Namun sebelum itu aku pulang dulu kerumahku buat makan malam dan mengambil charge ponsel. Setelah kembali ke langgar aku langsung ngobrol dengan teman-temanku dan tak terasa waktu menunjukkan jam 10 malam.

Karna sudah agak malam, jadi teman-temanku banyak yang pamit tidur karena besok harus sekolah. Namun aku ada janji sama pacarku buat telepon dia, jadi aku gak ikut tidur. Nah langsung aku telepon pacarku dan ngobrol kesana kemari dan tak terasa jam menunjukkan pukul 12.00 malam. Tak terasa teleponan sudah 2 jam pikirku. Namun karena masih ingin ngobrol sama pacar, akhirnya aku lanjutkan teleponannya.

Nah disinilah kejadian seram itu terjadi, saat itu posisi tidurku berada dipaling pinggir dekat jendela kaca, tanpa gorden. Saat lagi asik-asiknya teleponan, tiba-tiba bulu kudukku berdiri seketika, dan aku merasa seperti ada yang memperhatikanku diluar jendela. Nah ketika aku coba melihatnya, astaghfirulloh. Dengan suara terbata-bata aku bilang “pocong” secepat kilat aku lari ketengah-tengah temanku yang sedang terlelap dan menutup seluruh tubuhku dengan sarung.

Keringat deras mengucur dari tubuhku, aku berusaha mengintip dari bawah sarungku namun pocong itu belum pergi. Dia melayang agak keatas hampir menyentuh atap dengan mata hitam dan muka hancur. Aku tetap dalam posisi seperti itu sampai pagi. Setelah kejadian itu aku tidak berani menginap di langgar itu lagi. Itulah ceritaku, terima kasih sudah membaca ceritaku. Wassalamualaikum.
Facebook: khoiron namikaze

KCH

khoiron

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

khoiron has write 2,660 posts