Pocong di Sungai

Ini adalah pengalamanku sekitar beberapa bulan yang lalu. Saat itu malam minggu sekitar pukul setengah sembilan aku dan temanku Rizkia pergi ke sungai, kami duduk di atas batu. Keadaan malam itu awalnya biasa saja, aku dan Rizkia masih berbincang bincang bercerita seperti biasa. Di sungai tidak ada orang sama sekali, hanya ada aku dan Rizkia.

loading...

Maklum saja keadaannya sepi dan gelap, pasti orang orang tidak berani ke sungai malam hari. Berbeda dengan orang orang, aku dan Rizkia malah sering main di sungai malam hari, meskipun kami perempuan tapi kami tidak takut karna selama ini kami tidak pernah merasakan gangguan apapun. Tapi berbeda dengan malam ini, saat Rizkia bercerita, aku asik mendengarkan tapi lama lama mataku tertuju pada sebuah batu besar di bawah pohon bambu.

Awalnya aku masih biasa saja karna tidak ada apa apa, aku masih fokus dengan cerita Rizkia. Tapi lama lama aku merasa tidak nyaman karna aku merasa ada yang memperhatikanku. Pandanganku kembali tertuju pada batu besar itu. Aku melihat bayangan putih tertidur di atas batu besar itu, aku masih diam karna aku merasa itu bukan apa apa. Aku kembali mendengarkan cerita Rizkia, tapi selalu saja aku merasa ada yang memperhatikanku.

Entah mengapa pandanganku selalu tertuju pada batu itu, aku tidak bicara apapun kepada Rizkia karna aku gak mau di tinggal lari jika aku bicara. Aku terus saja memperhatikan batu itu lama lama bayangan itu menjadi jelas bayangan itu membentuk menjadi pocong semakin jelas, aku tetap terdiam dan memperhatikan pocong itu, sampai sampai aku tidak memperhatikan Rizkia bercerita.

Karna aku penasaran aku masih saja melihat pocong itu, tapi lama lama pocong itu tersenyum, rasanya jantungku seperti mau copot. Aku berbicara kepada Rizkia agar kita pulang akhirnya kami pun bergegas meninggalkan sungai, saat itu Rizkia belum tau apa yang aku alami. setelah sampai di belakang rumah Rizkia, aku menceritakan semua. Walaupun kami perempuan, umur kami 16 dan 17 tahun kami tidak pernah kapok untuk bemain di sungai malam hari. Sekian cerita dari saya, terimakasih.

Share This: