Pocong oh Pocong, Kenapa Engkau Datang!

Hai my friend KCH, reader and writer. Gina hadir lagi disini. Maaf ya, sudah beberapa hari ini aku gak posting, karena aku lagi sibuk sama kuliahku dan novelku yang sudah mau jadi. Ini hari-hari yang merepotkan bagiku, makanya aku rada gak sempat untuk memposting lagi.

Kali ini aku mau cerita tentang po tambah cong sama dengan bencong, *eitz maksudnya pocong. Please read my story “aku sungguh sangat takut dan aku sungguh sangat takut part 2” agar kalian paham tentang ceritaku kali ini. Soalnya berkaitan dengan ceritaku yang sebelumnya dijudul yang tertera. Ok, lanjut.

Aku benar-benar takut banget. Malam ini aku harus nginap dirumah om Fo. Rumah om Fo terletak tak terlalu jauh dari rumahku. Rumahnya berada diblok D sedangkan aku blok A. Biarkan saja tuh si jelangkung dirumah sendiri, biar kapok dia dijahilin sama hantu gila itu. Aku dan Herin sepulang sekolah langsung pergi ke rumah om Fo, karena aku merasa gak aman dimarkas aku sendiri. Kami kerumah om Fo tanpa membawa pakaian ganti untuk menginap, karena aku takut kalau harus pulang lagi.

Wah,bisa kacau balau kalau aku pulang dan ketemu sama setan gila itu. Tapi tak apa, tak bawa baju, tak apalah. Kami kan bisa meminjam sama anaknya om Fo, namanya Camelia Agatha Fradah panggil saja dia Co-mel. Karena walaupun umurnya sudah tua (25), tapi dia masih baby face. (*hehe, gak selamanya ya loe comel tetap baby face, nanti aku tukar muka loe sama muka valak. Biar kapok).

Sesampainya dirumah om Fo, kami langsung dipersilahkan masuk dan disuguhkan minuman dan makanan (*Wow! Nikmat) dan habis itu langsung diinterogasi (Aduh! Kiamat). Om Fo langsung menginterogasi aku dan Herin dengan beberapa kalimat, dimulai dengan apa, kenapa, mengapa, bagaimana, kapan dan siapa. Om, kita ini di interogasi apa lagi belajar bahasa indonesia sih, 5 W + 1 H, lengkap ya om, *hehe.

Setelah selesai di interogasi (untung saja gak dieksekusi) akhirnya aku dan Herin diantar Comel kekamarnya, karena kami akan tidur dikamar Comel, kalau si Comel nanti tidur dipojokan sepiteng, *hehe (bercanda). Jadi aku pun mandi karena *sumuk dan selesai mandi, aku mau nguleng-nguleng (main-main) dengan cucunya om Fo bernama Kim Shi Moon/Moon Fradah panggil saja dia Moon/Boboho part 2.

Moon ini anak dari om Fo yang pertama, baru menikah 4 tahun yang lalu bernama Connie Khairunnisa Fradah, panggil saja Ica (28). (Walaupun umur mereka pada tua tua, *hehe dan aku masih muda *haha, tapi aku gak manggil kakak, karena ayah mereka kan adiknya papa aku). Ok, lanjut. Moon ini umurnya baru 3 tahun, lagi *unyu-unyunya dan gemasin karena gendut, montok, kepalanya cuman ada sedikit rambut, matanya belok-belok sipit, putih karena papanya yang diimport langsung dari Korea, jadi persis dia kayak boneka hidup ala korea. Dia pun mulai pandai berhitung, kalau ngomong dia sudah lancar banget. Dan dia itu lincah dan pingin tahu segala sesuatu.

Jadi pada malam hari, aku sedang menggendong Moon dan aku mau ngajak dia kehalaman rumah, tiba-tiba si Comel ngekor dari belakang, beserta Herin juga. Jadi dihalaman om Fo itu ada ayunan besi yang menyatu, kursinya dua, berhadapan (pasti tahu lah) kami pun main disitu malam hari. Kayak kuntilanak, tapi kuntilanaknya bawa pasukan tuyul.

Ok, lanjut. Sedang asik-asiknya main ayunan, eh tiba-tiba si Moon nunjuk-nunjuk keatas dan ditanyanya sama aku “Ibu, yang putih putih loncat-loncat itu apa ya?”. Namanya juga anak-anak, dia belum bisa ambil kesimpulan kalau itu adalah “pocong”. Kami yang mendengarnya, sontak kaget. Kemudian aku tanya “mana nak. Dimana putih-putih itu?” kemudian Moon jawab sambil nunjuk “itu bu, diatas atap tetangga”. Kami serempak melihatnya dan gak ada apa-apa ketika dilihat.

Aku rasa anak ini imajinasinya sudah level tinggi. Singkat cerita, kami pun melanjutkan main lagi dan tak menghiraukan apa yang dikatakan Moon. Lagi asik main, si Moon malah bilang “bu, yang putih itu loncatnya mau kesini”. Widih! Seram amat. “Dimana nak?” tanya Comel. “Di situ. Sekarang dia dibelakang pohon. Dia malu kalau dilihatin. Jadi dia ngumpet”. Kami pun merasa sudah tidak enak. Herin dan Comel mulai merinding “Gin, mending kita masuk saja, yuk. Aku sudah keriting nih” kata Comel, Herin pun menyambung “iya kak Gina. Mana tahu si Moon bilang betul. Itu pasti pocong”.

Jangan, jangan sampai ini terjadi lagi. Tolong, siapapun kamu, pocong dan sejenisnya, tolong. Aku mau tenang dan damai. Itulah ocehanku didalam hati. “Ya sudah, kita masuk. Tapi jangan lari ya”, kemudian Comel tanya “kenapa gak boleh lari? Sudah tahu pasti itu pocong. Gila loe ndro!”.

“*Woi, gak loe lihat apa. Badan si Moon kayak mana. Montok nih. Montok” aku jawab sedikit kuat, karena *palak banget, masa dia gak sadar apa, kalau keponakannya ini kayak boboho. “Oh, iya. Sorry. Aku lupa” kami pun pelan-pelan berjalan masuk kepintu rumah. Halaman rumah om Fo cukup luas, jadi kalau jalan pelan memakan waktu yang cukup banyak apalagi aku, memakan waktu dan tenaga karena bawa boboho ini.

Aku berjalan berada diposisi paling belakang, karena aku menggendong anak ini, sedang Comel dan Herin sudah mendahului aku. Pelan, pelan, pelan. Lama banget sampainya. Saat kami pelan-pelan mau masuk rumah, tiba-tiba si Moon meluk aku ketakutan. Pelukannya erat sekali “ada apa nak. Boboho. Kok kayak gitu?” kemudian Moon jawab pertanyaanku dengan nada pelan “Bu, mukanya seram. Dia loncat-loncat bu”. Mendengar itu aku menyuruh Comel dan Herin untuk berhenti dulu dan mereka tanya kenapa si Moon “dia lihat muka pocong, katanya barusan” jawabku.

loading...

Kemudian kami tanya lagi “Moon, *hm, yang loncat-loncat sekarang ada dimana?” kemudian si Moon jawab sambil memelukku tanpa mau memperlihatkan wajahnya. “Sekarang dia gak loncat bu” kami pun bingung dan bertanya. “Jadi?” Moon menjawab “dia terbang, bu”. Kami serempak kaget, dan aku tanya lagi sama si Moon “dimana, nak?” Moon menjawab “sekarang, dia terbang diatas kita”. Ah! Oh my God.

Fiolin Fradah

Sezgina Fradah

Thank you for reading my stories. Thank you for liking my stories Thank you so much... Terimakasih,Thank you,Arigato gozaimasu, kamsahamnida,Xie-xie,Merci bien,Dankejewel,Matur nuwun,Tarimo kasih,Hatur nuhun,Bujur...

All post by:

Sezgina Fradah has write 94 posts