Pocong VS Kuntilanak

Hay, aku akan menceritakan pengalamanku lagi saat aku pulang dari balapan beberapa tahun lalu bersama adik ku Ryan yang saat ini sudah meninggal tapi arwahnya masih bersamaku. “Kamu main berapa kali sih fans kok lama benar tadi? Sampai hantu di kuburan sudah pada bernostalgia kamu masih race aja” omel Ryan padaku. “Tadi 4 kalau nggak 5 kali hass lupa aku fans” jawabku.

“Pantesan, duit kamu banyak banget memang tadi menang berapa kali sih?” tanya Ryan. “Hehe menang semua tadi aku nggak kalah sama sekali, memang kenapa sih? Kan kamu tadi 3 kali race menang semua juga kan” protesku. “Hehe iya sih tadi, ya sudah cari makan yok fans aku laper nih. Ke warung biasa aja yok” kata adik ku. “aku juga laper nih fans, kamu sih banyak ngomel bikin aku laper aja hass dasar knalpot bocor” kataku. “hahaha” tawa kami berdua.

Di tengah perjalanan, aku sempat melihat sesosok putih dengan wajah pucat dan mata mengeluarkan darah dan aku yakini kalau itu kuntilanak. “Fans itu setan fans, gak beda jauh dandanan nya sama kamu” kata Ryan sambil menutup matanya. “Fakk aku juga tau kalau dia setan tapi jangan samain aku sama dia, dia perempuan sedangkan aku? ” omelku sambil ketakutan juga. “Kamu juga cewek cuma hanya kamu cewek di dunia ini yang punya kelamin cowok” ejek ryan. “Semoga kamu di gauli sama tuh setan nak, biar aku nggak kamu bully lagi” kataku.

Lama kami terdiam di tempat sambil menutup mata, tidak lama kemudian aku buka mataku tapi hantu itu sudah tidak ada. Aku lihat disekitarku juga tidak ada, malah aku kaget saat aku melihat kearah pohon besar di seberang jalan karena aku melihat ada pocong berdiri tegak berhadapan sama kuntilanak yang aku lihat sama ryan tadi. Kedua makhluk astral itu pun mengeluarkan kata yang tidak jelas dan sedikit aneh, pocong itupun tampak mengeluarkan cahaya merah namun kuntilanak itu malah mengeluarkan suara berderit yang bikin risih pendengarnya.

Aku pun terus melihat kejadian itu sampai aku lupa kalau Ryan sudah tidak ada disampingku lagi. Sesaat setelah aku melupakan Ryan sejenak, aku terkaget karena kuntilanak itu terbang dan hilang begitu saja. Kini pandanganku mengarah ke pocong tadi dan sesaat pocong itu kepalanya diputar kesana kemari sambil berteriak “Hoemmmm” semacam itulah saya juga nggak fokus dengarnya. Sinar hijau ditubuh pocong itu meredup lalu pocong itu juga terbang entah kemana.

“Woy fakk tega kamu ya fans tinggalin aku sendiri lihat pocong vs kuntilanak berantem tadi” emosiku sama Ryan saat dia pergi begitu saja. “Eh kamu pikir aku mau nunggu kamu lihatin setan berantem, gila kamu ya ngerti setan bukannya kabur malah nutup mata sama lihat kuntilanak tadi tanpa berkedip lagi. Kamu naksir ya fans sama kuntilanak tadi?” kata Ryan. “What the fakk? Apa aku sudah gila naksir sama setan? Bingsit kamu nakk menuduhku seperti itu, aku makin lapar dengar kamu ngomong disana dan aku malah semakin kelaparan saat kamu masih ngomong aja meski sudah disini” protesku.

“Mbak nasi goreng 3 pedas biasa ya” jerit Ryan pada mbak Puji si pemilik warung. “Beres deh joki abal-abal” sahut mbak Puji. “Terima nasib aja fans kalau kita disini dibilang abal-abal” kataku. “Ho’oh fans miris banget yakk kita ini kalau disini” jawab Ryan. Sampai pulang dari warung, aku sama Ryan sepakat lewat jalan tadi alhasil kami masih ketemu sama kuntilanak tadi dan tidak berapa lama lagi pocong tadi datang dan membantu kami untuk kabur. Saat sampai dirumah, kami langsung memejamkan mata dan berusaha untuk melupakan kejadian tadi. Sampai saat ini tanggal 3 september 2016 ini aku masih ingat kejadian tadi meski sudah agak lama juga kejadian itu.

Demikian cerita nyata saya melihat hantu Pocong VS Kuntilanak di pinggir jalan. Nantikan kisah nyata dan seram saya selanjutnya ya kalau saya masih ingat kejadian saya yang dulu, tapi kalau lupa ya sudah maafkan saya ya fans meski hari raya Idul Fitri masih lama. Terimakasih walaupun kalian tidak memberi apa-apa, jangan bilang sama-sama karena terima kasih kalian tadi tidak saya baca haha. Sekian, by RizalNugraha.

loading...
KCH

Rizal Nugraha

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Rizal Nugraha has write 2.657 posts