Pohon Keramat

Aku tinggal didaerah perbukitan yang cukup terpencil. Di daerah kami masih banyak pohon-pohon besar yang dianggap oleh warga sekitar adalah pohon keramat. Terutama didaerah pemandian kami. Di sana ada beberapa pohon besar yang berkumpul menjadi satu. Para warga biasanya memberikan sesajen disana jika ada acara sunatan atau yang lainnya.

Di desaku ada seorang penebang kayu. Dia menebang salah satu pohon dipemandian. Padahal sudah dilarang oleh para tetua dan warga desa karena pohon itu keramat. Mereka menyuruh si penebang mencari pohon lain. Tetapi, dia itu memang orang yang keras kepala dan tampangnya juga seperti preman. Sehingga dia tetap menebangnya.

loading...

Malamnya, banyak warga yang mengaku mendengar suara kuntilanak yang berjalan (atau terbang mungkin?) mengitari desa. Suaranya seperti sedang menangis dengan kesedihan yang mendalam. Tetapi, yang namanya kuntilanak tentu suaranya berbeda dengan manusia saat menangis.

Ada juga yang mengaku mendengar suara kuda yang berlari. Saat dilihat, memang ada kuda yang ditunggangi oleh pria yang berpakaian seperti prajurit. Tetapi kudanya tidak menapak tanah. Melayang dan warnanya putih terang. Sayangnya mungkin aku tidur terlalu lelap sehingga tidak bisa mendengarnya secara langsung

Para warga menyalahkan si penebang kayu. Bahkan memintanya untuk mengusir kuntilanak dari desa kami. Karena si penebang adalah orang yang pemberani dan sepertinya mengetahui banyak tentang masalah seperti itu, dia pun melakukannya. Dan memang benar, satu minggu setelahnya sudah tidak ada warga yang mendengar suara tangisan kuntilanak dan juga si penunggang kuda.

KCH

Naina

Sekedar kembali mengingatkan. “Jangan pernah baca ini sendirian” :)

All post by:

Naina has write 2,704 posts

Please vote Pohon Keramat
Pohon Keramat
Rate this post