Pohon PKH Fakultas Hukum

Hi, KCH sekali lagi saya mohon maaf, banyak cerita kiriman yang belum di publish. Puluhan cerita yang sudah masuk, dan sedikit demi sedikit akan saya usahakan publish secepatnya. Salam untuk semuanya ya, baik itu pengirim cerita (mohon bersabar), dan juga pembaca KCH. Saya juga disini ingin mengajak kamu semua ngobrol dan berkomentar didalam sebuah grup facebook yang dibuat oleh pengirim cerita di KCH ini. Join ya di grup facebooknya KCH (Kumpulan Cerita Hantu), dan sekali lagi saya ingatkan kembali untuk “jangan pernah baca ini sendirian”.

Aku tidak pernah tahu kenapa ini bisa terjadi kepadaku, tidak pernah terlintas sedikitpun didalam benak tentang apa yang akan aku alami ini. Sebuah kejadian menyeramkan, kejadian yang aku tidak pernah mau mengalaminya lagi. Kampus tempat kuliahku itu sangat terkenal, apalagi fakultasku yaitu fakultas hukum.

Banyak orang-orang pintar yang masuk kesana, ternyata fakultas itu terkenal bukan hanya karena orang-orangnya pintar tapi cerita mistisnya. Ketika aku masuk kuliah, disebuah universitas didaerah ciumbuleuit itu, aku sengaja tidak mengikuti ospek karena waktu itu aku masih sibuk dikota jakarta.

loading...

Jadi ketika mahasiswa baru lain sedang ospek, aku masih sibuk cari kost disekitar kampus. Makanya, ketika hari pertama masuk, aku sudah disibukan dengan banyak tugas. Dan mengharuskanku mengerjakan tugas sampai tengah malam. Karena banyak hal yang aku lewatkan ketika hari pertama ospek. Tugas sebenarnya tidak terlalu berat, cuman aku harus mengerjakannya dikampus, untuk mencontek dari mahasiswa lain yang mengikuti ospek. Hari itu, hari kedua aku masuk kuliah, sampai maghrib aku masih berada dikampus.

Masih sibuk mengerjakan tugas dengan kelompok lainnya, berkutat dengan catatan-catatan tugas dari mahasiswa senior dan tanpa terasa waktu sudah menunjukan jam 8 malam. Hanya tinggal aku dan beberapa orang di teras fakultas hukum. Suasana kampus mulai sepi, angin bertiup kencang dan sayup-sayup aku masih mendengar beberapa orang berbincang dari jauh.

Ada mahasiswa lain yang masih dikampus, aku terus mencatat sampai akhirnya catatan dan tugas hampir selesai. Aku pun segera memberaskan barang-barang dan memasukan catatan ke dalam tas, “John, balik ayo”. Aku melirik kearah teman yang memanggilku dan bersiap untuk pulang. Sambil tersenyum aku mengatakan kepada temanku untuk pulang duluan, karena aku masih harus menemui beberapa kakak senior untuk meminta tanda tangan.

“Kamu belum semua john?”, aku pun menjawab “ya masih mau cari, siapa tahu masih ada senior yang berada dikampus”. Temanku melambaikan tangan dan pamit untuk pulang duluan, aku pun kini sendirian. Mataku celingak-celinguk ke arah ruang senior, sedikit berjalan dan menundukan badanku dibawah sebuah pohon besar. Dari bawah pohon itu aku masih melihat beberapa senior sedang mengobrol.

Tadinya aku mau menghampiri mereka, namun aku segan. Ya, takut mengganggu mereka jadi aku putuskan untuk menunggu di pohon-pohon itu sambil menunggu senior lewat ataupun turun dari ruangan senior. Angin dingin terasa menusuk kulit, desirannya menggerakan daun-daun yang bergoyang kesana kemari hingga membuat suara yang menyeramkan.

Aku menunggu sambil memainkan ponsel, sesekali mataku melongok keruangan senior. Tapi mereka masih mengobrol, sampai tiba-tiba saja sayup-sayup aku mendengar orang yang bersenandung kecil. Dengan reflek aku menengadahkan kepalaku mencari asal suara senandung itu. Tapi ditempatku, sejauh mata memandang hanyalah suasana kampus yang sunyi.

Sesekali terdengar suara gelak tawa dari ruangan senior, membuatku tidak mencurigai apapun. Namun, setelah aku dengar lagi suara senandung itu bukan berasal dari ruangan senior. Suara itu tampak seperti dekat namun suaranya sangat kecil. Tidak terlalu jelas, lagu apa yang disenandungkan dan aku menjadi semakin penasaran.

Dalam rasa penasaran itu, entah dari mana tiba-tiba aku dikejutkan dengan batu kerikil kecil jatuh menimpa kepalaku. Sepertinya itu dari atas pohon, aku melihat kearah atas. Ya Tuhan, tiba-tiba saja aku dihadapkan dengan sebuah pemandangan yang menyeramkan. Dari atas pohon itu menjulur sepasang kaki putih pucat yang bergerak-gerak dan ketika aku lihat lagi ke atas. Sesosok perempuan memakai baju merah sedang duduk diatas pohon itu.

Dia duduk diatas pohon besar sambil bersenandung, aku tidak bisa melihat wajahnya. Hanya kulit putih pucat sampai akhirnya, tiba-tiba dia melihat ke arahku. Perempuan itu melihat kearahku sambil memainkan rambutnya. Disitulah aku melihat dengan jelas wajahnya sangat pucat dan matanya membelalak dengan senyuman menyeringai.

Menatap kebawah, kemudian selama beberapa detik terdengar suara tertawa cekikikan. Dalam kepanikan dan ketakutan aku mengumpulkan tenaga untuk berteriak. Tanpa aku sadari teriakanku cukup keras, sampai akhirnya teriakanku terdengar oleh para senior yang berkumpul diruangan yang tidak jauh dari pohon itu. Aku menutup wajahku sambil berteriak sampai, aku mendengar suara seseorang “itu kenapa sih? Sadar”. Lalu aku merasakan ada sebuah tangan yang mendekapku.

Aku membuka tangan dari wajahku dan aku melihat sudah ada beberapa senior yang memapahku pergi keruangan atas. Aku mulai meneteskan air mata takut, seorang senior mulai menghampiriku sambil memberikanku segelas air. Aku masih ketakutan dan menangis, senior perempuan tadi kemudian duduk diam disampingku sambil memeluk dan menenangkanku.

Beberapa jam kemudian aku mulai tenang, dan menceritakan apa yang aku lihat diatas pohon tersebut. Mereka tampak ketakutan, senior itu pun memutuskan untuk pulang bersamaku dan menemaniku sampai rumah. Dan malam itu, menjadi malam terberat dan paling menyeramkan. Esok harinya kejadian yang aku alami menjadi buah bibir diantara para senior dan mahasiswa baru.

Singkat cerita aku sudah kuliah seperti biasa, dan kalau aku melintasi pohon tersebut. Samar-samar aku masih mendengar senandung menyeramkan itu. Entah trauma atau perasaanku saja, pada akhirnya aku mendapat sebuah cerita tentang pohon tersebut. Para senior menyebutnya sebagai pohon PKH yang kalau siang mahasiswa/i hukum sering dipake untuk nongkrong. Konon diatas pohon tersebut memang sering terlihat penampakan wanita berbaju merah, jika malam hari masih ada yang nongkrong ditempatnya. Mungkin dia merasa terganggu dengan adanya orang ditempat istirahatnya.

Facebook Grup: KCH (Kumpulan Cerita Hantu)

KCH

KCH

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

KCH has write 2,670 posts