Poppo’ Khas Sulawesi

So whatsup guys, nah kali ini aku bakal ceritain pengalamanku lagi, hidupku memang dipenuhi horor. So lets read. Sebelumnya aku minta maaf karena menceritakan ini, aku cuma mau berbagi pengetahuan saja. Before read, aku mau jelasin dulu profilenya. Hantunya ini namanya poppo’, nah wujudnya cuma kepala dan isi perut saja, poppo’, ini biasanya adalah seorang wanita yang sangat cantik, tapi kalau malam dia berubah.

loading...

Biasanya dia berubah dan menaruh tubuhnya dibalik pintu atau ditempat tersembunyi, katanya kalau menemukan tubuhnya kasih garam saja yang banyak, pasti mati. Nah hantu ini bisa berubah menjadi apa saja, kalau dia berubah menjadi hewan, ciri-cirinya itu gak ada ekornya, kalau jadi tumbuhan biasanya dia jadi pohon pisang, lupa gimana cirinya yang jelas aneh lah, kalau lihat ciri-cirinya langsung bunuh saja. Nah sasaran hantu ini biasanya ibu hamil, atau orang yang lagi sekarat.

Tanda-tanda kehadirannya itu kalau kamu dengar suara “po” berulang-ulang, nah dia ada tuh. Kalau kamu dengar dengan volume yang keras, dia berada jauh disekitarmu, tapi kalau kamu dengar dengan volume yang kecil, dia berada dekat dengan kamu. Nah satu lagi, kalau ada orang yang lagi sekarat terus dia bilang “Lemba” (artinya “pindah” dalam bahasa Makassar) nah itulah manusia yang jadi poppo’, terus kalau dia bilang lemba lalu ada yang bilang iya atau mengiyakannya, nah ilmu itu pindah kepada orang yang bilang iya, (biasanya keluarga saja yang dipindahkan). Oke lets read the story.

Waktu itu malam jumat, aku sedang menempuh perjalanan pulang kerumah dari latihan disekolah. Kondisiku sudah agak capek tapi masih kuat lah. Aku sengaja mengambil jalan lorong biar cepat sampai, walaupun aku tahu, lorong itu banyak Poppo’nya. Nah aku sudah sampai diujung lorong itu, dengan berdzikir aku berjalan melewati lorong itu, lorongnya cukup panjang dan berbelok-belok.

Ketika sampai dipertengahan lorong, aku sempat kaget melihat ada kucing putih yang menggosokkan tubuhnya dikakiku, jadi aku singgah untuk mengelus kucing itu. Rasa takut mulai kurasa kan, aku melihat kucing itu tidak berekor (aku tidak sadar dengan ciri-cirinya, karena aku suka kucing) setelah itu aku pergi berlalu meninggalkan kucing itu. Nah aku mulai mendengar suara “po” berulang-ulang, aku mulai kembali berdzikir dengan cepat.

Lama-lama suara itu makin kecil, aku pun semakin takut karena aku ingat ciri-cirinya. Aku teringat kalau kucing tadi tidak berekor, sekarang aku sudah mulai berjalan cepat aku ingin lari, tapi nanti dia mengejarku, jadi aku tetap berjalan dengan sedikit cepat. Rasa takut menguasai tubuhku, suara itu makin kecil terdengar, sampai aku tidak sengaja melihat makhluk itu diatas rumah orang.

Aku sangat merinnding, dengn cepat aku berlari, sangat kencang. Setelah aku keluar lorong, aku pun sangat lega. Tetapi kucing yang tadi itu kembali datang dan melakukan hal yang sama, lalu spontan aku menendang kucing itu, lalu aku kembali lari dengan kencang ditengah malam yang sunyi. Aku tak merasakan nafas saat berlari, sampailah aku dirumah, lalu aku merasa sangat capek.

Masuk kerumah dan mandi, setelah itu aku langsung tidur. Sialnya aku terbangun ditengah malam, kembali aku mendengar suara kecil itu lagi. Keringat sudah membasahi tubuhku. Lalu aku kembali memaksakan diri untuk tidur, tetapi tidak bisa, suara itu pun tak hilang, masih dengan volume yang sama. Aku semakin takut, lalu aku berteriak “Allah” dengan sangat keras dan lama.

Suara itu pun semakin lama semakin besar dan menghilang. Esok harinya, aku menceritakan itu semua ke pak ustadz, setelah itu aku dan rumahku dipagari sama pak ustadz, dan aku pun tak pernah melihat makhluk poppo’ itu lagi. Sekian, ok thanks guys.

DiRs

Just indigo guy

All post by:

DiRs has write 9 posts