Pria Berambut Keriting Penjaga Sungai

Hay para pembaca KCH. Namaku zellika aulia biasa dipanggil lika. Aku punya sebuah cerita yang cukup menyeramkam. Aku ingin cerita tentang pria berambut keriting penjaga sungai, langsung aja ke intinya. Setiap sore hari aku dan pamanku (moko) pergi ke sungai untuk memancing ikan. Hingga suatu hari, tidak seperti biasanya aku dan paman tidak mendapatkan seekor ikanpun padahal hari sudah mulai gelap, sehingga kami memutuskan untuk pulang.

Lalu pamanku menancapkan pancingannya yang terbuat dari kayu itu di tepian sungai biasa disebut ditajor (dalam bahasa melayu) lalu kami berdua bergegas untuk pulang ke rumah. Sesampainya di rumah pamanku berkata. Paman moko “lika kamu besok bisa nggak temenin paman ke sungai untuk mengambil tajoran yang paman pasang kemarin?” tanya paman sambil meletakan peralatan pancing. Lika “lika nggak sempat karna besok sore lika mau kerja kelompok. Paman sendiri aja!” jawabku. Paman moko “emm, gimana ya, ya sudah deh nggak apa-apa!” sambil mengusap kepalanya.

Keesokan harinya pamanku pergi ke sungai sendirian saat dia ingin mengambil tajoran yang ia pasang dia melihat seorang pria berambut keriting sebahu dan tanpa menggunakan baju. Karna suasana yang mulai gelap pamanku merasa merinding. Dengan memberanikan diri pamanku memdekatinya dan bertanya padanya, “pak, bapak lagi ngapain disini sendirian?” tanyanya pada pria itu.

loading...

Namun pria tersebut tidak menoleh atau pun berbicara padanya sehingga pamanku semakin takut. Lalu pamanku berbalik arah untuk mengambil pancingnya, ketika pamanku menoleh pria tersebut sudah tidak ada saat itu juga pamanku langsung lari terbirit-birit menuju rumah ketika sampai di rumah muka nya terlihat pucat dan keringat dingin lalu ayahku bertanya padanya.

Ayah “apa yang terjadi sampai wajahmu pucat?” tanya ayah pada paman, dia tidak menjawab satu patah pun selang beberapa menit ia pun mulai tenang dan nenceritakan kejadian yang baru saja dialaminya. Lalu ayahku berkata pria itu adalah pria yang tinggal di tepi sungai karna dia tinggal di tepi sungai dia tidak memiliki tetangga, hingga suatu hari penyakit asmanya kambuh lalu ia membuka bajunya lalu berbaring dilantai yang terbuat dari kayu.

Karna ia tidak mempunyai tetangga terdekat ia pun tewas mengenaskan. Setelah tiga hari jasadnya baru ditemukan namun kulit punggungnya melekat di lantai karna jasadnya telah membusuk. Saat itulah arwah pria itu gentayangan di sungai itu, arwah gentayangan itu sekarang dikenal sebagai jandol. Tamat, wassalam.

Share This: