Pudge Apa Bukan?

Yo what’s up nih *gaes, gimana kabar kalian, tentunya baik kan ya, apa kalian masih ingat aku? Kalau nggak ingat ya sudah pergi sana *hush. Nggak aku bercanda *doang, namaku Bayu Aji Salman Saputra alamat rumah jagan RT 02 / RW 01 Bendosari, Sukoharjo, Jawa Tengah, sudah kan perkenalannya. Aku sudah lama nggak nulis cerita, kira-kira sudah ada satu tahun kali ya, halah ya sudah nggak usah dipikirin, langsung saja ke story dengan judul pudge apa bukan?.

Kalian tahu nggak sun go kong, eh maksud aku pudge, kalau kalian gamers pasti tahu siapa pudge. Kalau nggak tahu cari di mbah google pasti ada gambarnya. Hari itu hari disaat aku pergi kerumah nenekku, rumahnya di Pracimantoro, Wonogiri, Jawa Tengah. Setiap hari maulid aku pasti kesana karena ada banyak acara seperti lomba, reog, wayang, dan lain-lain. Aku pergi kesana bersama bapake, kalau ibu dirumah buat jaga rumah.

Malamnya aku bersama teman masa kecilku melihat-lihat desa naik motor, kami melewati sawah dan pedesaan, tanpa kami sadari kami sampai ditengah hutan. “Loh kok kita bisa sampai disini?” ucap temanku. Langsung aku terjemahin saja ke Indonesia nanti kebanyakan kalau nggak.

loading...

“Sudah tenang saja, yang penting kamu berdoa” aku mengendarai motor dengan pelan. Lalu ada bau bangkai, entah itu bangkai apa, tapi bau busuknya menyengat dihidung (kalau nyengat dimuka, namanya tawon). Lalu entah kenapa temanku menggenggam erat bajuku. “Cepatan man” ucap temanku dengan nada ketakutan. “Ada apa sih?” tanyaku. “Lihat kebelakang”.

Saat aku menoleh ada makhluk besar membawa pisau daging yang penuh darah dan ditubuhnya juga penuh darah (itulah pudge). Aku langsung melaju, tapi naas pudge itu mengejar, pisaunya diangkat seakan-akan ingin membunuh kami. “Aku nggak pingin mati, aku nggak pingin mati” ucap temanku, pudge itu semakin mendekat, entah kenapa motorku menjadi berat, lalu dia sampai dibelakang kami.

Temanku berteriak sangat keras, saat pudge mau menebas kami, tiba-tiba motorku langsung melaju dengan cepat, dan pudge itu tertawa. Akhirnya kami bisa keluar dari hutan itu, temanku menangis ketakutan, “*haha kamu teriaknya lucu” ucapku. “Huhu untung kita nggak ditebas sama makhluk itu” ucap temanku. “Halah ya sudah ayo kita balik”.

Lalu kami pulang, saat sampai dirumah nenek, aku menceritakan pengalaman tadi, dan dia tertawa terbahak-bahak. “Itu tadi buto penunggu alas tadi, kamu jangan pernah kesana malam-malam”. Selesai, sorry kalau nggak seram tapi menurutku ini nggak seram tapi lucu, oke sampai jumpa dicerita berikutnya. Eh bentar kalau kalian pingin ngerti wujud makhluk pudge, cari di google dengan nama pudge gitu, nanti bakalan muncul. Oke see you again in next story. Good bye.

BAYU Aji

Bayu Aji

Kalo baca kch jangan malam malam,nanti ada yang nemenin lho.

All post by:

Bayu Aji has write 11 posts