Pulang Kerja Tengah Malam

Halo sobat KCH, ini ceritaku yang kesekian, semoga menghibur. FYI bagi yang mau tau siapa aku, monggo di invite pin aku D026AF11. Ok langsung aja. Sebelum mengalami kejadian ini, aku tak percaya dengan hal gaib. Tapi setelah aku mengalaminya sendiri aku sekarang percaya akan adanya hal gaib yang berdampingan dengan alam nyata. Aku Shafia, seorang buruh pabrik rotan di kota S.

Aku lulusan SMA 2 tahun lalu, sulitnya mencari pekerjaan membuat aku bingung harus mencari pekerjaan dimana lagi. Lamaran sudah aku sebar tapi tak satupun perusahaan yang berminat mempekerjakan aku. Ayahku hanyalah seorang buruh tani, sedangkan ibuku tidak menentu. Kadang menjadi buruh tani jika musim turun ke sawah atau jika tidak ya keliling kampung menjajakan gorengan hasil buatan sendiri.

Kondisi inilah yang membuat aku serba salah, mau kuliah agar mudah mencari pekerjaan sangat tidak mungkin, sedangkan bermodal ijazah SMA untuk mencari kerja juga sulit. Dalam situasi ekonomi seperti ini aku tidak mungkin hanya berpangku tangan melihat kedua orangtuaku banting tulang. Apa lagi adik ku sebentar lagi masuk SMP.

Akhirnya doa ku terkabul, salah satu perusahaan menerimaku sebagai karyawannya. Aku tak menyia-nyiakan kesempatan itu. Ya walaupun gajiku jika dihitung perhari hanya 50 ribu. Tapi aku tetap bertahan hingga sekarang demi orangtua dan adik ku satu-satunya. Tiga bulan pertama adalah tahan training, setelah menginjak bulan ke-4 aku resmi menjadi karyawan pabrik rotan ini.

Minggu ini aku mendapat jadwal shift sore, dimulai pukul 14.00 dan berakhir pukul 23.00 malam. Disinilah kejadian nahas itu menimpaku. Hari rabu malam, saat shift soreku berakhir, kami para karyawan pulang ke rumah masing-masing. Aku akui saat jam semalam itu mana ada angkutan umum yang masih beroperasi, kalau pun ada pastilah jarang. Ya aku selalu menggunakan angkutan umum saat berangkat maupun pulang kerja, kadang juga aku nebeng temanku.

Tapi teman yang biasa aku tumpangi kala shift sore absen dikarenakan sakit. Terpaksa aku menunggu angkutan umum atau bus. Syukurlah aku masih menemukan angkutan umum di jam segini, mungkin si sopir kejar setoran. Terdapat 3 penumpang lain di dalamnya. Sesampainya di depan gang masuk rumahku, aku turun. Karena memang gang menuju rumahku hanya bisa dilewati 1 motor dan 1 pejalan kaki, itupun harus berhimpitan dan bergantian.

Setelah membayar ongkos, aku segera melangkahkan kaki menyusuri gang gelap yang diapit tembok tinggi di kanan kirinya. Gelap, benar-benar gelap, entah mengapa malam ini terasa berbeda, padahal aku sudah sering melalui jalan ini. Tapi entahlah malam ini sungguh aneh bagiku. Udara terasa begitu dingin, tak ada suara apapun, bahkan suara jangkrik pun tak ada.

Hanya suara langkah kakiku yang terdengar. Ku lirik jam tanganku, tak terlihat apapun. Akhirnya ku rogoh saku celanaku dan aku ambil ponsel ku, jam digital ponselku menunjukkan angka 23.35 malam. Hhuft tiba-tiba bulu kuduk ku meremang dan *sshhh, terdengar suara mendesis seperti suara seseorang berbisik di belakangku. Ku percepat langkahku, *sssshhhh suara itu terdengar lagi, kali ini diselingi suara *mmbbbrr seperti seseorang yang memainkan bibir.

Ku beranikan menoleh dan nihil tak ada seorang pun. Ku lanjutkan perjalananku dan suara itu terdengar lagi. Kulihat bayangan seseorang di depan ku, kira-kira 10 meter dariku. Dia membelakangiku, bulu kuduk ku kembali meremang, udara semakin dingin. Kini aku semakin dekat dengan sosok itu, sosok yang aku harap pemuda kampung sini.

Semakin aku mendekati sosok itu, semakin jelas sosok itu adalah pria. Aku berlalu melewati sosok itu dengan menundukkan wajah tanpa melihatnya sedikitpun. Saat aku berada kira-kira 1 meter di depan sosok itu (*sssshhh mmbbrrr), langkahku terhenti. Apa maksud pria ini? Jadi suara itu berasal dari pria ini? Apa dia berniat menggangguku? berbagai prasangka merasuk di pikiranku.

(*Ssshhh mmbbrrr) aku semakin kesal saja, dia sudah membuatku ketakutan dengan suara yang dibuatnya. (*Ssshhh mmbbrrr) kekesalanku memuncak, aku segera membalikkan badan dengan tujuan akan menegur dan memperingatkannya agar tak menggangguku. Namun saat aku berbalik, *deg jantungku seperti berhenti mendadak tatkala aku menyadari bahwa sosok yang aku kira pemuda kampung sini bukanlah pemuda, maksudku bukan manusia.

loading...

Meskipun gelap entah bagaimana wajahnya terlihat begitu jelas. Yang membuat aku menyimpulkan bahwa dia bukan manusia adalah ketika aku melihat wajahnya. Wajahnya begitu menyeramkan, dengan kepala bulat gundul tanpa telinga, mata bulat lebar tanpa kelopak, hidung yang entah kemana dan ditambah lagi dengan bibirnya yang lebar dan tebal, gigi besar serta lidah tipis dan panjang. Aku hanya terpaku melihat pemandangan menyeramkan itu.

Ingin teriak tapi sekeras apapun aku mencoba suaraku seperti menghilang dalam sekejap. Aku jatuh terduduk karena lemas, sosok itu kini mendekatiku, kini jarak antara kami hanya setengah meter dan (*ssshhh mmbbrrr) pandanganku gelap seketika. Keesokan hari nya aku sudah terbangun dikamarku dikelilingi tetangga dan orangtuaku, turut pula adik ku. Mereka bilang bapak-bapak ronda yang menemukanku. Semua bertanya padaku, aku menceritakan semuanya dan setelah kejadiam itu aku terserang tifus dan harus absen kerja selama 1 minggu.

Share This: