Pulang Malam Dari Bimbingan Belajar

Namaku Indi, aku ingin menceritakan sebuah kejadian mengerikan yang aku alami beberapa bulan yang lalu. Kejadian mengerikan ini aku alami ketika aku baru pulang Bimbingan Belajar, Aku adalah seorang siswi kelas 3 di sebuah Sekolah Menengah Atas Swasta di Bandung. Seperti kebanyakan murid kelas 3 SMA lainnya, Aku mengikuti Bimbingan Belajar demi menghadapi Ujian Nasional. Biasanya aku mengikuti Bimbingan Belajar paling telat sampai jam 9.00 malam.

loading...

Namun, pada hari itu aku berdiskusi dengan pengajar lebih lama dari biasanya karena esok harinya ada try out di sekolah. Setelah cukup lama diskusi dengan soal Matematika akhirnya aku menyerah, rasa jenuh dan rasa kantuk yang sudah tidak dapat lagi aku tahan. Tak lupa, aku mengucapkan terima kasih kepadanya karena sudah menyediakan waktu untuk berdiskusi.

Aku pun keluar dan mencari angkot untuk pulang. Aku tinggal di sebuah Rumah Susun daerah Sarijadi, Aku masih harus jalan beberapa meter dulu ke Rumah Susun karena tidak dilewati Angkot. Saat itu sudah lewat jam 11.00 malam. Dan, aku menyusuri jalanan dengan rasa was-was agak malu juga rasanya kalo tiba-tiba bertemu dengan tetangga “Masa anak perempuan baru pulang jam segini, masih pake seragam sekolah lagi” ucapku dalam hati.

Tapi rasanya aneh, tidak biasanya jalanan ini sepi hanya ada aku yang sedang berjalan sendirian. Biasanya banyak orang yang lalu lalang disini karena komplek Rumah Susun ku itu cukup besar dan ramai. Cahaya dari jalan dan lampu Rumah Susun yang cukup terang terasa kontras dengan sepinya jalanan. Aku mulai merasa takut, karena ketakutan aku berjalan dengan pandangan lurus ke bawah.

Memang kalo sudah merasa takut aku pasti tidak mau melihat ke arah depan. Tiba-tiba aku melihat bayangan panjang ditanah, Bayangan itu adalah bayangan seseorang. Aku pun heran sekaligus kaget, “perasaan tadi didepan tidak ada orang” kataku kedalam diriku sendiri yang masih memandang lurus ke bawah. Aku pun mengangkat pandanganku dari tanah dan memandang lurus ke depan. Aku melihat seorang wanita sedang berjalan didepanku, Aku tidak dapat melihat wajahnya dengan jelas karena posisinya membelakangiku. Aku perhatikan, ada yang aneh dari cara jalan wanita ini.

Jalannya terseok-seok sepertinya kaki kanannya pincang. Dan dia terlihat berjalan dengan susah payah, karena dia berjalan dengan lambat dengan perlahan aku pun semakin dekat dengannya. Sekarang aku dapat melihat wanita itu dengan lebih jelas, Rambut wanita itu berambut panjang dan berantakan. Dia menggunakan piyama dan celana tidur berwarna putih garis-garis hitam. Piyama nya kotor dan lusuh yang lebih mengerikan ternyata kaki kanan nya bengkok ke arah luar. Dan, hampir membentuk huruf C.

“Astaga ini siapa?!” jeritku dalam hati. Karena ketakutan aku pun menghentikan langkahku dan terdiam. Aku tidak berani untuk melewatinya, bahkan untuk berjalan lebih dekat lagi pun, Tidak. Aku merasa udara disekitarku cukup panas, keringat dingin mulai membasahi pundak dan keningku. Tiba-tiba wanita itu juga menghentikan langkahnya dan wanita itu memutar lehernya ke belakang. Astaga Kepala wanita itu berlumuran darah.

Ada luka besar di dahinya dan darah mengalir di dahinya sampai ke dagu nya, Matanya tidak ada hanya ada bekas lingkaran hitam di matanya. Walaupun begitu aku tau, dia sedang melihat ke arahku. Aku ingin menangis dan teriak sekencangnya tapi aku hanya terdiam tanpa melakukan apa-apa. Kata orang kalo kita sangat terkejut dan ketakutan, maka kita tidak akan bisa teriak. Dan itu memang benar, aku membeku tidak bisa bergerak.

Tiba-tiba wanita itu berkata kepadaku, “Dimana Anak Saya?”. Aku tidak bisa berkata apa-apa, aku menyuruh otak ku bekerja keras untuk menanggapi jawabannya dengan tepat. Namun gagal, aku menjawab dengan spontan. “di.. disana” kataku terbata-bata. Aku menunjuk jauh ke arah didepanku, “Sungguh jawaban yang bodoh sampai sekarangpun aku tidak tau kenapa aku menanggapi pertanyaannya dengan jawaban seperti itu” ucapku dalam hati. Yang ku ingat saat itu aku hanya ingin wanita tersebut pergi jauh dariku.

Kemudian dia pun memutar lehernya kembali ke depan, dan menuju ke arah yang aku tunjuk dengan terseok-seok. Wanita itu berjalan dan menjauh sampai tidak dapat kulihat lagi. Setelah wanita itu menghilang, aku kembali merasakan kekuatan di kakiku. Aku berbalik arah dan melangkahkan kakiku, aku tidak tau mau kemana lagi. Yang jelas aku tidak ingin berjalan satu arah dengannya, aku takut bertemu dengannya.

Aku hanya ingin lari ke tempat yang ramai dengan orang-orang. Baru aku mau berlari, Tiba-tiba aku mendengar suara teriakannya yang sangat kencang. “Dia tidak ada disini”. Karena kaget aku reflek melihat ke belakang, sosok wanita itu kembali terlihat. Kini wanita itu terlihat berjalan ke arahku dari kejauhan. Dia mengejarku dengan sangat cepat, mukanya sekarang ada persis didepanku. Mulutnya menganga, mukanya sangat seram.

Tiba-tiba pandanganku menjadi gelap. Aku tidak ingat apa-apa lagi setelah itu, yang aku tau tetanggaku menemukanku pingsan di jalan dan membawaku pulang. Aku menceritakan kejadian itu kepada kedua orangtua ku. Aku pun baru tau, kalo dulu di Rumah Susun ini pernah ada seorang wanita muda yang melompat dari lantai 2 Rumah Susun dan meninggal di tempat. Saat itu dia baru cerai dengan suaminya, dia kehilangan Hak Asuh untuk anaknya dan memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.

Share This: