Pulau Boneka La Isla de las Munecas

La Isla de las Munecas adalah sebuah pulau di meksiko yang dikenal juga sebagai pulau boneka. Pulau ini dipenuhi oleh mayat-mayat boneka yang dipotong-potong, boneka-boneka menyeramkan itu digantung pada pepohonan dan membuat suasana pulau jadi mencekam. Menurut cerita, di pulau kecil di Danau Teshuilo, beberapa tahun lalu, tiga orang gadis kecil sedang bermain-main ketika salah satunya tenggelam.

Tentu saja cerita ini dibumbui dengan urban legend dan tahayul. Akhirnya pulau tersebut dikenal sebagai pulau hantu dan sedikit saja orang yang memasuki pulau tersebut. Konon, dulunya pulau itu merupakan kediaman seorang pertapa bernama Don Julian Santana. Meski ia telah menikah, namun entah kenapa dia memilih menghabiskan 50 tahun hidupnya menyendiri di pulau ini. Kabarnya, Don Julian mengaku, ia selalu dihantui oleh hantu gadis kecil yang tewas tenggelam di salah satu kanal di sekitar pulau.

Julian Santana dilahirkan di Asuncion, salah satu perkampungan tertua Xochimilco, pada 22 Oktober 1921. Ia mulai menggarap lahan pertanian dan menjual hasilnya sejak usia muda.Dalam beberapa waktu, meskipun sangat religius, ia mulai menjadi alkoholik. Orang-orang kota mulai menyerang dia dan mengeluh pada otoritas serta tidak mau menolerir umat yang pemabuk. Pada akhirnya, Don Julian Santana mengeluh dari populasi umum.

Menurut keluarganya, tanpa penjelasan, Don Julian Santana mulai menggunakan kereta sorongnya lagi, bukan untuk berjualan, melainkan untuk mengangkut boneka. Semua boneka, mulai dari boneka kain, plastik, karet, dalam keadaan utuh maupun compang camping. Ia mengangkut semuanya seakan mereka adalah harta karun dan koleksi unik. Don Julian berjalan siang malam di seluruh kota dan hanya beristirahat saat kereta sorongnya telah terisi penuh oleh boneka. Pada tahun 1975, Don Julian memutuskan untuk meninggalkan La Asuncion.

Dia menaiki sampannya tanpa membawa apapun kecuali boneka-boneka tadi, dan tak pernah kembali. Tahu bahwa ia akan memerlukan persetujuan si gadis hantu yang telah tenggelam, ia membangun sebuah altar kecil untuk menghormatinya, serta membawa boneka-boneka tua ke pulau tersebut sebagai persembahan. Kemenakan laki-lakinya, Anastasio Santana, adalah satu-satunya orang yang memiliki kontak dengan Don Julian selama beberapa tahun, karena ia yang membawakan makanan melalui kanal.

Boneka-boneka itu, sebagaimana yang Don Julian pernah ceritakan padanya, bukan hanya untuk gadis hantu yang dengan murah hati berbagi pulau naas, juga untuk melindunginya dari roh jahat yang berkeliaran di kanal-kanal sepanjang malam. Pada tahun 1991, sebuah penyelamatan ekologi dibutuhkan untuk membersihkan kanal dari wabah lily air yang menghambat sirkulasi air kanal. Saat itu baik pemerintah dan wartawan baru menyadari apa yang terjadi pada Don Julian dan pulau boneka tersebut.

Tidak butuh waktu lama sebelum penduduk mendengar tentang pulau boneka yang seram, tapi juga mengenai Taman Indah milik Don Julian dan berbagai produk segar yang dihasilkannya. Kemudian turis berdatangan ke pulau boneka tersebut, membawa boneka tua dan koin untuk ditukar dengan tanaman dan dan sayuran segar. Perdagangan meningkat pesat dan pulau itu sekarang memiliki koleksi yang luar biasa terdiri dari ribuan boneka. Pada Selasa 21 April, Anastasio membantu pamannya memindahkan lumpur dan air dari kanal untuk persiapan penanaman labu.

Pada jam sepuluh pagi mereka memancing, Don Julian menangkap ikan seberat 4 kg dan memamerkannya pada si keponakan. Tak lama kemudian, Don Julian menyanyi, dia berkata bahwa putri duyung telah memanggilnya berkali-kali dan berusaha membawanya, ia menghindari para putri duyung dengan bernyanyi. Anastasio pamit untuk melakukan beberapa pekerjaan. Ketika ia kembali pada pukul 11 lebih, ia menemukan pamannya dalam keadaan tak bernyawa mengambang menghadap ke bawah kanal.

loading...

Menurut penyidik, kematiannya disebabkan oleh gagal jantung, meskipun banyak yang percaya bahwa ia dibawa putri duyung. Meskipun terkesan mengerikan, anehnya itu justru menarik orang datang ke sana. Unik dan menyeramkan Itulah kesan setiap pengunjung yang datang ke sana. Hampir semua pohon yang tumbuh di sana digantungi boneka-boneka yang tidak utuh lagi. Sejumlah wisatawan melaporkan, mereka merasa tidak nyaman ketika berkunjung ke sana.

Seolah-olah ada mata yang selalu mengawasi ke mana pun mereka bergerak. Bulu kuduk bolak-balik merinding. Sejumlah turis mengaku mereka mendapat “bisikan-bisikan aneh” dari boneka-boneka itu ketika menginjakkan kaki di pulau itu. Bisikan seperti desiran angin itu seolah mengatakan, kamu harus membawa hadiah bila datang ke sana. Hadiah itu untuk menenangkan jiwa mereka.

Share This: