Puteri Jin yang Baik Hati

Awal pertemuanku dengan puteri jin ini terjadi sekitar 5 tahun yang lalu. Saat aku berkunjung ketempat bapak angkatku didaerah Wonosobo. Puteri adalah sesosok jin muslimah yang memiliki nama Sekar. Namun keluarga ataupun teman yang tahu tentang sosok sekar memanggil dengan sebutan puteri. Karena sekar juga merupakan anak seorang Raja dikerajaan jin muslim yang ada disekitar Parang Kusumo dan masih cicit dari ibu Ratu pantai selatan.

Aku menginap dirumah bapak angkatku itu sekitar 4 hari. Pada hari terakhir dirumah bapak angkatku itu. Pagi hari sebelum beliau berangkat kesawah, beliau mengatakan padaku, bahwa ada seorang puteri yang suka denganku dan ingin ikut denganku pulang ke Sumatera. Aku tersenyum dan jadi bertanya-tanya apa benar apa yang dikatakan bapak angkatku itu. Dan tidak lama setelah kepergian beliau kesawah, aku sendirian dirumah, karena merasa bosan akhirnya aku keluar rumah melihat sawah milik penduduk.

Aku memilih melihat sawah yang tidak jauh dari rumah bapak angkatku itu. Ketika asyik melihat pemandangan sawah lalu terlihat olehku aliran air yang agak curam kebawah. Air tersebut berasal dari pegunungan yang ada di desa tersebut dan dipakai buat pengairan sawah-sawah yang ada disana. Tergerak hatiku ingin melihat air yang mengalir agak curam kebawah, maka aku menghampiri tempat tersebut.

Namun baru saja mataku memandang aliran air tersebut, tiba-tiba aku mendengar suara seorang wanita yang begitu lembut mengatakan “hati-hati mas, disitu licin”. Tentu saja aku kaget. Dengan tergagap-gagap aku mengatakan “Iya”. Sambil kuputar kepalaku mencari si pemilik suara wanita itu. Tentu saja aku tidak menemukan siapa-siapa. Karena memang aku sendirian ditempat itu.

Seketika bulu roma berdiri, namun aku membandel. Tepat gak jauh dari tempat air yang tengah kulihat sekarang. Ada lagi beberapa meter cerukan air yang sama namun lebih curam dan licin dan banyak ditumbuhi pohon bambu sehingga suasananya lebih terasa *wingit. Aku melangkah kesana, sama seperti tadi. Baru mau akan melihat, suara wanita itu terdengar kembali. Dengan lembut mengatakan “ayo mas, kita pulang saja. Di situ Licin”.

Seketika bulu roma merinding lagi, dengan menganggukan kepala aku menurutin perkataannya. Kemudian aku berlalu dari tempat itu, namun aku memilih mencari bapak angkatku yang lagi bekerja disawah untuk menceritakan pengalaman yang baru aku alami. Setelah bertemu dengan beliau kuceritakan kejadian tadi.

Kemudian beliau tersenyum sambil mengatakan, “wanita itu bernama Sekar. Dia puteri jin muslimah yang baik, dia anaknya seorang raja dikerajaan jin muslim. Dia suka sama kamu karena kamu memiliki sifat yang sama dengannya. Nanti kalau kamu akan pulang ke Sumatera ketika akan melangkah kaki keluar rumah ajak serta dirinya. Cuma ingat pesan bapak, jaga perbuatan dan tingkah lakumu. Banyak-banyaklah amal ibadah dan puteri jin itu juga sama seperti manusia. Mereka juga memiliki perasaan, rasa cinta, rasa sayang dan juga rasa benci. Jadi jangan dikecewakan dirinya”. Itulah pesan dari bapak angkatku.

Aku memilih pulang ke Sumatera dengan menaiki pesawat dari Semarang. Aku sampai di Semarang jam 01.00 malam dini hari. Karena pesawat tujuanku akan berangkat pada pagi harinya sekitar jam 08.00 Wib. Maka hari itu aku memutuskan untuk tidur dibandara dan pada pagi itu setelah malamnya tidur dibandara terasa ada yang aneh. Aku lebih percaya diri, setelah aku sempatkan sarapan pagi.

loading...

Lalu aku masuk kedalam bandara untuk check in tiket, ketika menunggu antrian didepan loket check in tersebut aku bertemu dengan seorang wanita. Seorang mahasiswi asal Medan yang sedang kuliah di Semarang. Kebetulan akan terbang menuju Medan juga, merasa aku satu daerah dengan wanita tersebut, maka aku mengajaknya berbincang-bincang sambil menunggu giliran dicheck in, namun ada yang aneh.

Sepanjang aku bercerita dengan mahasiswi itu sepanjang itu juga bulu kudukku meremang. Gak berhenti, kemudian aku teringat pesan bapak angkatku bahwa sekar juga memiliki rasa cemburu. Seketika aku tersadar, kemudian aku ucapkan didalam hatiku bahwasanya aku merasa sekampung dengan mahasiswi tersebut. Jadi wajar kalau aku ajak ngobrol hanya untuk basa-basi saja. Tidak ada maksud yang lain, aku tidak tahu apakah sekar mendengar perkataanku atau tidak.

Namun secara perlahan-lahan bulu kudukku yang sedari tadi meremang, lambat laun menurun dan bahkan hilang sama sekali. Sampai akhirnya aku dan mahasiswi tersebut berpisah. Karena jam keberangkatan kami berbeda jadwalnya. Aku duduk termenung memikirkan kejadian tadi, ternyata benar apa yang dikatakan bapak angkatku itu. Wanita adalah wanita, ingin diperhatikan dan juga disayang.

Baik jin dan manusia tetap memiliki hati dan perasaan yang sama. Maha Besar Allah yang telah menciptakan alam semesta ini berikut isinya. Kejadian demi kejadian aneh perlahan-lahan terus kualami hingga kini bersama sekar yang kini menjadi seorang kekasih dan suatu saat akan aku ceritakan buat teman-teman semua. Salam sayang buatmu wahai puteri jin “wanita” yang halus.

KCH

Raden andi Okt

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Raden andi Okt has write 2,686 posts