Putri Raja Jin

Saat itu tahun 1985 saat saya masih di kelas 3 SMA. Pada suatu malam sekitar pukul 10, saya sedang duduk sendiri di teras rumah sambil merenungkan masa depan. Saya akan kuliah di mana selepas SMA dan saya bukanlah siswa yang pintar yang mudah memilih dan masuk jurusan apa saja di perguruan tinggi negeri mana saja. Prestasi belajar saya biasa-biasa saja dan cita-cita juga belum jelas mau jadi apa yang jelas saya ingin melanjutkan ke Perguruan Tinggi.

Di tengah lamunan itu, tiba-tiba mata saya tertuju pada sosok gadis cantik bergaun putih yang berdiri di bawah pohon yang ada di halaman rumah. Saya kaget dari mana datangnya gadis itu saat malam seperti ini. Gadis cantik itu mendekat dan tersenyum serta menyapa saya sambil bertanya, “kamu sedang apa?”. Saya masih terdiam kagum atas kecantikan gadis itu sehingga tidak mampu mengucapkan sepatah katapun untuk menjawab pertanyaan itu.

Namaku Linda, aku tinggal di sekitar sini. “Aku tahu namamu Arie,” katanya. Aku tambah kaget, dia tahu namaku dan dia bilang tinggal di sekitar sini. Padahal belum pernah aku melihat gadis cantik seperti dia di sekitar kampungku ini. Sama sekali aku tak bisa mengeluarkan sepatah kata. Lalu dia berkata “ya sudah kalau tidak mau bicara aku pulang dulu, sampai jumpa lagi” katanya sambil pergi keluar melewati pintu halaman rumah saya yang tak berdaun pintu.

Sejak malam itu saya selalu terbayang kecantikannya, setiap saat. Ada rasa ingin bertemu dan ingin melihat kecantikannya lagi. Sore hari, sepulang sekolah saya berjalan keliling kampung mencari di mana gadis cantik itu tinggal. Barangkali ada penduduk baru di kampung saya ini, karena semua penduduk di kampung saya kenal kecuali gadis cantik yang bernama Linda itu. Belum pernah saya bertemu sebelumnya dan membuat saya terpesona.

Tepat jam 7 malam setelah pertemuan pertama, Linda datang lagi saat saya sedang duduk sendirian di teras. Seperti sebelumnya dia datang tiba-tiba dan saya tidak melihatnya masuk lewat pintu halaman, tiba-tiba ada di hadapan saya. Dia tersenyum dan berkata, “sedang memikirkan apa, kelihatannya serius sekali”. Kali ini aku beranikan diri untuk bisa bicara dengannya “ah enggak kok, hanya mikir masa depan” jawab saya.

“Masa depan jangan dipikirkan, tapi dihadapi dan dijalani, kamu nikah dengan aku saja nanti masa depan kita hadapi dan kita jalani bersama-sama ya” kata Linda. Saya bengong dengan perkataannya, dia mengajak menikah. Tiba-tiba aku dikagetkan dengan suara ayah saya, “sudah malam kenapa di luar sendirian, ayo masuk.” Saya menoleh ke arah ayah saya, lalu kembali menoleh ke arah Linda dan ternyata Linda sudah tidak. Saya langsung masuk rumah dan ayah mengunci pintu.

Semalaman saya tidak bisa memejamkan mata, memikirkan gadis yang bernama Linda itu. Akibat tidak tidur semalaman, pagi hari aku sangat mengantuk, saya tidak bisa berangkat sekolah. Ayah saya melihat keanehan pada diri saya, ayah menanyakan kepada saya ada apa. saya hanya menjawab tidak ada apa-apa. Tapi ayah tetap merasa ada sesuatu, ayah memanggil kakaknya yaitu pakde saya yang bernama Burhan. Ayah meminta pakde Burhan melihat saya karena Pakde Burhan adalah orang pintar di kampung saya.

Pakde Burhan mengatakan bahwa saya sedang dicintai gadis cantik putri raja jin yang berasal dari kerajaan jin di hutan dekat kampung saya. Lalu pakde Burhan mengambil segelas air minum dan satu ember air dari sumur. Kemudian setelah dibacakan doa, saya disuruh meminum air yang ada di gelas lalu air yang di ember untuk mandi. Setelah saya minum dan mandi dengan air tersebut, Linda tidak pernah muncul lagi hingga kini, namun kecantikan wajahnya masih tersisa dalam ingatan saya.

loading...

Share This: