Ramalan Jodoh

Namaku Mala umurku 22 tahun, aku ingin berbagi cerita dengan judul ramalan jodoh. Kejadian ini berawal ketika malam minggu, aku memang tidak percaya dengan yang namanya ramalan, apalagi itu sudah berkaitan dengan jodoh hidupku nanti. Malam minggu itu aku sedang berada di rumah sendirian, karena gak tau mau ngapain, ataupun jalan kemana gitu, sedih rasanya.

Malam minggu itu aku hanya habiskan diam di kamar, menonton televisi, sambil sesekali melihat ke layar laptopku. Ya, aku sedang online di media sosial, aku menunggu pesan chat dari temanku. Setelah menunggu kurang lebih 15 menit, akhirnya terdengar suara yang menunjukan bahwa ada sebuah pesan masuk.

Tanpa, berlama-lama segera aku baca pesannya. Dan terlihat sebuah pesan yang bertuliskan “sebaiknya kamu coba deh ramalan jodoh, siapa tau dalam satu bulan ini kamu dapat jodoh. Biar kamu gak sendirian lagi di malam mingguan, seperti ini”. Dan di akhir kalimatnya temanku yang bernama vira menulis kata “*hehe”.

“Bete ah” gerutuku dalam hati, aku tidak membalas pesannya dan malam itu pun aku langsung tidur. Esok harinya, secara tidak sengaja aku melihat di koran yang tersimpan di meja ruang depan rumahku, karena biasanya bapakku sangat suka membaca berita-berita dan rajin membeli koran setiap pagi. Ku lihat sebuah tulisan di bagian pojok kanan bawah koran ini bertuliskan ramalan jodoh berdasarkan tanggal lahir.

Aku hanya bisa terdiam dan fokus membacanya, ku lihat juga ada yang berdasarkan zodiak, hari lahir dan sebagainya. Di pikiranku saat itu adalah “kenapa aku tidak coba saja ramalan jodoh ini”, setelah selesai membaca aku pun langsung mengambil handphoneku dan mulai mengetikan hari lahirku dan mengirimkannya ke nomor yang ada di dalam koran tersebut.

Dan tidak lama kemudian, ada pesan masuk di handphoneku yang berisi tentang ramalan jodoh tersebut. Namun pada intinya, aku tetap tidak percaya dengan ramalan jodoh. Hingga pada suatu malam aku di sms oleh seorang lelaki yang tidak di kenal, dan akhirnya kami pun kenalan dan mulai menjalin hubungan. Namun aku belum pernah sekalipun telepon ataupun mengirimkan sms ke nomor handphonenya.

Seakan-akan setiap aku mau sms/telp dia selalu lebih dulu menghubungiku, namun aku tidak pernah berpikiran aneh. Mungkin karena aku mengirimkan hari lahirku ke ramalan jodoh itu, kini aku mendapatkan seorang kekasih. Hingga sampai pada hari berikutnya, pacarku menelepon dan dia ingin datang ke rumahku besok. Aku pun mengiyakan, karena jarak rumahnya tidak terlalu jauh dari rumahku sekitar 18 KM.

Esok harinya aku menunggu pacarku di rumah, karena dia akan datang dan memang hari ini bertepatan malam minggu. Setelah menunggu beberapa jam, pacarku belum datang juga. Aku mulai merasa khawatir, kecewa, kesal, dan marah. Semuanya bercampur aduk menjadi satu, aku coba menghubunginya, namun yang mengangkat teleponnya bukanlah pacarku, melainkan suara orang lain.

Lalu aku bertanya, “ini siapa”.
“Adik ini siapa ya?” jawab orang itu.
“Saya pacarnya si A, dan saya lagi menunggunya sekarang” jawabku.
“Saya adalah bapaknya, dan anak saya itu sudah meninggal dunia sekitar 6 tahun yang lalu”.

loading...

Seketika petir menggelegar di halaman rumahku. Seakan tidak percaya, dan setelah mendengar lebih jelas, akhirnya aku tau kenapa selama ini aku tidak pernah dapat menghubunginya terlebih dahulu. Awalnya memang aneh, karena dia selalu menghubungiku di saat malam hari. Dan dia selalu bilang jangan pernah menghubunginya pagi sampai sore, alasannya karena dia berangkat kerja.

Malam-malam berikutnya dia selalu meneleponku ketika malam hari. Aku sangat takut, aku tau dia bukan manusia. Hingga akhirnya aku membuang kartu teleponku, dan membeli yang baru. Sungguh kejadian ini membuatku trauma, namun aku masih menunggu jodohku yang memang manusia bukanlah seorang hantu. Setelah kejadian ini juga, aku tidak ingin mengetahui ramalan jodoh lagi, biarlah jodohku menjadi rahasia hidupku.

loading...