Reuni Alumni Angkatan di Sekolah Dasar

Orang menghabiskan waktu di akhir pekan dengan beragam kegiatan. Ada yang memilih istirahat dirumah dan ada yang berjalan-jalan bersama teman, aku masih ingat sekali waktu itu hari sabtu yang tadinya aku ingin beristirahat dirumah namun ada ajakan dari teman dari Sekolah Dasar (SD). Untuk menghadiri acara reuni alumni angkatan, tentu saja ajakan ini tidak bisa di tolak sebab aku dan teman SD jarang sekali bahkan belum pernah mengadakan reunian.

Aku langsung membatalkan niatku untuk bersantai-santai dan segera meluncur ke rumah temanku yang bernama arif. Seharusnya malam minggu itu merupakan malam yang menyenangkan. Sampai kami mengalami sebuah kejadian yang tidak terduga, aku tiba sekitar pukul 8 malam semuanya sudah berkumpul dirumah temanku. Dan aku disambut dengan wajah-wajah yang heran karena mereka tidak mengenaliku. Banyak yang bilang wajahku sudah berubah, tentu saja karena mereka sudah lama tidak bertemu denganku dan pasti mereka sudah lupa.

Lagipula ada beberapa orang yang menurutku mukanya tidak berubah, aku datang disaat mereka sedang berunding untuk mengunjungi SD almamater kami dulu. Aku setuju saja karena lokasi SD itu memang dekat dengan rumah temanku ini. Beberapa orang tidak setuju karena hari sudah malam, apalagi SD kami terkenal angker.

Dulu waktu kami bersekolah disana sering beredar kabar kalau ada genderuwo yang berkeliaran di SD kami, namun akhirnya mereka berhasil dibujuk. Agenda kami saat itu makan bersama, kami pun beramai pergi berjalan kaki menuju SD. Sambil bekerja sama membawa makanan dan aku kebagian membawa lauknya yaitu ayam yang masih mentah dan baru dipotong.

Puluhan ayam dimasukan ke dalam sebuah wadah ember yang aku bawa, darah ayam-ayam itu membuat aroma amis yang menusuk hidung. Kami berjalan tidak lama sekitar 5 menit kemudian, semua sudah tiba di SD dan kondisi SD tentunya sangat gelap. Pintu pagar ditutup tapi tidak dikunci, kami pun menggedor pagar untuk memanggil penjaga sekolah.

Penjaga sekolah datang dengan wajah penuh keheranan, setelah menjelaskan rencana kami sambil terus membujuknya lalu penjaga itu mengijinkan kami untuk masuk. Tapi kami diwanti-wanti olehnya untuk tidak membuat kegaduhan, singkat cerita kami berkumpul ditengah lapangan yang biasa digunakan untuk upacara. Disana kami meletakan meja dan mulai memasak lalu menyiapkan tikar untuk duduk dan aku pun bertugas membersihkan ayam-ayam itu untuk dibakar.

Aku sempat bingung, karena didekatku tidak ada sumber air. Kamar mandi sudah dikunci dan disekitar ini tidak ada kran air. Setelah mencari, aku berhasil menemukan kran air di pojok sekolah tepatnya disebelah gudang. Aku mencuci ayam-ayam itu dan sekitar mulai jam 9 malam kami sudah mulai asik memanggang ayam.

Kami menunggu ayam matang, sambil bertukar cerita masa lalu. Ketika ayam sudah matang, kami siap untuk makan dan tiba-tiba aku mendengar suara perempuan menangis. Suara itu terdengar dari pojok sekolah, aku berusaha menghiraukan suara itu dan saat aku sedang makan suara wanita itu terdengar kembali.

Suaranya semakin keras dan aku merasa tangisannya semakin dekat. Teman-temanku yang lain juga mulai mendengarnya, kami saling menatap dengan wajah takut lalu arif mengajak aku dan beberapa orang lain untuk mencari sumber suara itu. Setelah kami berkeliling, suara itu ternyata berasal dari gudang sekolah kami.

Ketika kami sampai digudang itu berhenti, tapi mulai terdengar suara orang yang sedang mengunyah makanan. Saat itu baru aku lihat didekat kran air, ada sesosok bayangan putih. Sosok itu wujudnya adalah seorang wanita dengan rambut panjang, terlihat oleh mataku dia memiliki gigi taring yang panjang dan menjulurkan lidahnya ke tanah.

Astaga, aku baru ingat bekas isian tubuh dan darah ayam yang tadi aku cuci belum aku bilas dan terlihat sosok wanita itu menjilati darah yang ada ditanah. Kami spontan berteriak panik, perempuan itu melihat kami lalu berhenti menjilat. Dia menatap kami dengan matanya yang merah, sambil mengelap darah dimulutnya.

loading...

Kami langsung berhambur dan berlarian ke tengah lapangan sekolah. Aku berteriak kepada temanku yang lain dan meninggalkan peralatan memasak. Kami berlarian keluar sekolah, dan sampai ada temanku yang terperosok jatuh. Lalu bapak penjaga sekolah menghampiri kami saat kami semua sudah berada diluar sekolah. Dia bertanya apa yang telah terjadi kepada kami, aku dan arif menceritakan apa yang baru saja kami lihat.

Penjaga sekolah itu memarahi kami, karena tidak membersihkan darah ayam tadi. Katanya sosok yang kami lihat, adalah penunggu pohon besar yang ada disebelah gudang. Ternyata genderuwo yang suka berkeliaran pada malam hari di SD kami bukan sekedar omong kosong. Penjaga sekolah bercerita, kalau setiap bulan dia menyediakan daging segar yang sudah dipotong.

Hal tersebut dilakukan agar genderuwo itu tidak mengganggu, dan menurutnya daging segar dan darah memang makanan kesukaan genderuwo. Maka tidak heran kalau tadi dia menampakan diri begitu ada bau amis darah dan daging yang baru dipotong. Genderuwo itu biasa menampakan diri dalam 2 wujud, yang pertama terlihat seperti makhluk tinggi besar berbulu, gigi bertaring.

Lalu wujud yang kedua adalah sosok wanita dengan taring dan mata merah yang baru saja aku lihat. Ditemani bapak penjaga sekolah, kami mengambil peralatan memasak yang kami tinggal di tengah lapangan tadi. Aku beres-beres di keheningan malam sambil sesekali melihat ke arah gudang untuk terakhir kalinya dan sejak saat itu aku tidak pernah datang lagi ke SD almamaterku itu.

KCH

Roni

Sekedar kembali mengingatkan. “Jangan pernah baca ini sendirian” :)

All post by:

Roni has write 2,704 posts

Please vote Reuni Alumni Angkatan di Sekolah Dasar
Reuni Alumni Angkatan di Sekolah Dasar
Rate this post