Rina Sisiran di Dalam Ruangan Istirahat

Sekitar tahun 2009-2010 an, waktu aku masih kelas XII. Sekolahku, sekolah agama, jadi sering banget ngadain shalat malam/tahajud berjamaah. Malam minggu itu, giliran angkatanku buat shalat tahajud. Berangkat setelah isya’, di sekolah masih ada bimbingan agama sampai sekitar jam 10-11 malam. Selepas itu, kami di ijinkan beristirahat (tidur) untuk di bangunkan jam 2 an waktu shalat malam.

Seperti biasa, aku kedapatan tempat tidur di pojok kelas dekat pintu. Sebelum rebahan, sempat aku lihat ada bayangan hitam di bangku yang di tumpuk di sisi kelas. Ah mungkin bayanganku saja, selalu tak dapat tertidur pulas. Sekitar jam satu, ku dengar suara guru-guru sedang berpatroli, saat mereka masuk ke ruangan kelasku, aku pura-pura terpejam.

Setelah mereka keluar, aku membalikkan badanku, menghadap ke arah dimana teman-temanku tertidur. Saat itu aku melihat salah satu temanku duduk membelakangiku, aku melihatnya membuka tas dan menyisir rambutnya. Ingin sekali aku memanggilnya, biar ada teman begadang gitu, tapi ku urungkan niatku. Aku terlelap lagi hingga jam 2 teman-teman membangunkanku.

Usai shalat subuh, kita pulang. Aku buka pembicaraan dengan temanku yang aku lihat tadi malam. Kebetulan, aku di suruh menemaninya menunggu jemputannya. Sebut saja dia rina (R), aku (A).
A: semalam bangun jam berapa rin.
R: ya jam 2 an lah pas anak-anak bangunin, kamu bangun duluan?
A: gak kok, aku sama di bangun anak-anak juga. Kamu tidur jam berapa?

loading...

R: *hm masuk itu aku langsung tidur kok, ngantuk banget.
A: kebangun gak pas tengah malam?
R: gak kok, memang kenapa?
A: gak kok gak apa-apa.

Dalam hati (mungkin dia gak sadar kalau malam-malam bangun ya).
A: rin, jangan marah ya.
R: iya kenapa?
A: tadi malam jam 1 aku gak bisa tidur terus lihat kamu duduk.
R: ah gak ah, aku penakut, mana berani duduk sendirian malam-malam.

A: iya duduk di atas tikar yang kita buat tidur.
R: bukan aku kali.
A: kamu rin, lah aku lihat kamu sisiran sambil pegang tas kamu kok.
R: jangan takut-takutin ah.
A: sumpah rin, itu kamu, tas kamu kok yang di pegang.

Aku dan rina terdiam, esoknya jadi pembicaraan di dalam kelas dan kabar punya kabar di depan ruangan yang kita buat istirahat itu ada pohon yang dulunya saksi bisu siswa yang bunuh diri waktu zaman dahulu banget. Untung setelah itu, kita gak pernah kebagian istirahat di ruangan itu lagi. Untung juga gak jadi aku panggil itu “rina”, kalau aku panggil ya gak kebayang gimana itu mukanya.

KCH

merry

Sekedar kembali mengingatkan. “Jangan pernah baca ini sendirian” :)

All post by:

merry has write 2,704 posts

Please vote Rina Sisiran di Dalam Ruangan Istirahat
Rina Sisiran di Dalam Ruangan Istirahat
Rate this post