Roh di Pegunungan

Hai sahabat KCH, ketemu lagi bersama saya Alif di cerita kedua. Cerita kali ini masih membahas tentang kakakku. Bagi readers yang sudah baca cerita pertamaku pasti tahu nama kakakku jadi saya sarankan untuk baca dulu cerita yang pertama judulnya “kuntilanak yang mengikuti kakakku” ok langsung saja. Jadi ceritanya bermula pada saat kakakku ingin mendaki pada saat itu aku dan keluargaku harus pindah ke kota Palu, Sulawesi Tengah karena ayahku dinas di kota Palu.

Pada malam hari kakakku meminta ijin untuk pergi mendaki. Karena di ijinkan kakakku sangat senang karena hobinya adalah mendaki. Singkat cerita, kakakku pergi pada pukul 06.00 dan dan tiba pada pukul 13.45 siang. Ketika sampai di perkemahan mereka beristirahat dan sebagian teman-temannya memutuskan pergi ke puncak untuk melihat pemandangan (termasuk kakakku) dan dua orang menjaga tenda sambil menyiapkan makanan.

Ketika sampai di atas mereka di manjakan dengan pemandangan yang indah. Beberapa menit kemudian temannya kakakku ingin pergi ke tenda dan mengajak kakakku, kakakku pun ikut. Mereka turun hanya berdua di perjalanan dia kebelet buang air kecil dan singgah di pohon, selesai buang air kecil kakakku melihat ke belakang namun temannya sudah tidak ada.

Karena kakakku baru ke gunung itu, jadi dia tidak tahu jalannya, dia hanya berjalan lurus. Sampai akhirnya dia mendapat jalan yang di pagari oleh tali karena merasa salah jalan, dia pun berusaha untuk mengingat jalannya, tak lama kemudian ada suara berteriak yang memanggil kakakku. “An! An, kesini” kakakku langsung menjawab “dimana kamu?!”.

Kemudian suara itu muncul lagi “disini!” kakakkku berusaha mencari sumber suara itu. Tak lama kemudian temannya kakakku pun menghampiri kakakku dan berkata “jangan ikuti suara itu, suara itu bukan orang melainkan roh”. Dengan kaget kakakku melihat ke belakang dan menghampiri temannya. Kakakku pun bertanya “dari mana kamu?”, temannya pun menjawab “kamu yang dari mana?!”.

Lalu kakakku menjawab “lah! Tadi kan aku habis buang air kecil, bukannya tadi aku bilang ke kamu kalau aku ingin buang air kecil” dengan heran temannya menjawab “tunggu kalau kamu habis buang air kecil, lalu yang tadi ada di belakangku kan kamu?”.

“Kalau aku di belakangmu pasti dari tadi kita sampai, tidak nencari satu sama lain” jawab kakakku. “Ya sudah tidak usah di pikirkan lebih baik kita kembali ke kemah” tanpa pikir panjang, kakakku pun mengiyakannya. Sampai di kemah kakakku kembali bertanya ke temannya, “eh! Suara yang tadi itu suara apa?” lalu temannya menjawab “suara itu adalah suara dari roh yang ingin mengambil jiwa manusia”.

“Untung tadi kamu cepat datangnya kalau tidak mungkin aku sudah mati” *Kruut, aku lapar makan yuk. Jawab temannya, “ayo” jawab kakakku. Sekian dulu cerita dariku, sampai jumpa di cerita berikutnya ya sahabat KCH!

loading...
KCH

Alif abadi artama

Sekedar kembali mengingatkan. “Jangan pernah baca ini sendirian” :)

All post by:

Alif abadi artama has write 2,704 posts

Please vote Roh di Pegunungan
Roh di Pegunungan
Rate this post